Couple Absurd

Couple Absurd
Ternyata kamu di....



Sementara di sisi lain, Safira sedang terlelap meringkuk dia atas sofa di depan kolam renang. Tadi keluar dari Club dia langsung menaiki taksi yang telah di pesannya, dia pergi kembali ke Resort masuk ke kamar nya tanpa berniat menyalakan lampu berganti baju ataupun membuka sepatunya, dengan cahaya temaram handphone nya dia berjalan menuju arah kolam renang membuka pintu penghubung lalu menutupnya kembali. Dia butuh udara segar menghilangkan rasa penat dan kesalnya, dia mengambil handphone nya mengubahnya ke mode silent lalu bersantai di sofa merebahkan badannya niatnya hanya sebentar namun dia tertidur karena angin sepoi sepoi mengantarkannya ke alam mimpi.


Sudah satu jam Farrel menunggu tapi Safira masih tak datang dan teleponnya pun masih tak di jawab. Farrel menyalakan rokoknya lalu melangkah ke arah pintu penghubung kolam renang, menghirup udara segar sambil menghisap rokoknya dan fokus ke handphone di tangannya mencoba menghubungi Safira.


Akhirnya Farrel menyerah dia akan menghubungi temannya yang ahli IT dan meminta melacak keberadaan Safira, mencari kontak temannya tersebut lalu meneleponnya, saat sedang menunggu teleponnya di angkat Farrel mengedarkan pandangannya, lalu dia menemukan sepasang sepatu di bawah sofa.


"Hallo Rel." ucap temannya.


"Hallo, ga jadi bro, sorry." Klik Farrel mematikan sambungan teleponnya, membuang rokoknya lalu berlari mendekati sofa di ujung kolam renang.


Farrel bisa melihat Safira meringkuk tertidur disana.


"Ya ampun Fir, gue cemas nyariin lu. Lu nya malah tidur disini ternyata, bodohnya gue ga ngecek sampe kesini." gumam Farrel menghela nafas lega. Yap, tadi Farrel tak mencari di bagian luar kolam renang karena saat masuk ke dalam kamar lampu kamarnya gelap tak ada jejak Safira pulang.


"Fir..." panggil Farrel mencoba membangunkan namun tak membuat Safira terusik. Akhirnya Farrel menggendong tubuh Safira ala bridal style membawanya ke dalam dan menidurkannya di tempat tidur.


"Maafin gue ya." ucap Farrel mencium kening Safira lalu menyelimutinya.


Farrel segera ke kamar mandi membersihkan diri lalu setelah itu bergabung dengan Safira, memeluk hangat tubuh istrinya sampai dia ikut terlelap ke alam mimpi.


Mentari pagi telah bersinar, menyelinap masuk ke dalam kamar melalui celah celah tirai. Safira bangun dalam pelukan dada bidang Farrel.


"Udah bangun???" tanya Farrel dengan mata tertutup karena merasakan pergerakan Safira.


"Kok gue bisa ada disini??" tanya Safira lalu melepaskan pelukan Farrel dan duduk bersandar di kepala ranjang.


"Gue yang mindahin." ucap Farrel sambil beringsut memposisikan kepalanya di paha Safira dengan tangan yang memeluk kedua lutut Safira.


"Maafin gue ya." ucap Farrel.


"Maaf buat apa?" tanya Safira.


"Ga apa apa takut ganggu aja."


"Gue nyusulin lu tapi lu udah ga ada." ucap Farrel.


"Buat apa nyusul??"


"Lu istri gue Fir makanya gue nyusulin lu."


"Oh inget udah nikah kirain lupa." sindir Safira.


"Maaf kalau semalam gue bikin lu kesel, tapi gue dari awal ga ada niat buat nglayanin itu perempuan." ucap Farrel.


"Gue tau."


"Kalau tau kenapa marah sama main pergi aja??"


"Lu pikir aja sendiri kenapa!!"


"Gue bukan dukun yang bisa nerawang Fir, kenapa??? Jelasin biar gue ngerti dan ga ngulangin lagi." pinta Farrel. Makhluk PMS itu memang paling sulit di terka bagi Farrel, dia lebih memilih menebak rekan bisnis nya daripada makhluk PMS


πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


******


Pasal satu cewek selalu benar, pasal dua kalau cewek salah balik lagi ke pasal satu..hahahahah


Betul bestie??


Happy fasting everyoneπŸ˜‰