
"Ga tau ah males, lepas.. gue mau bangun awas!!!" ucap Safira menyingkirkan kepala Farrel yang ada di pangkuannya.
"Ga mau jawab dulu kenapa??" kukuh Farrel merekatkan kepala dan tangannya.
"Menurut lo?????" sungut Safira.
"Gue ga ngerti sayang, gue ga ngeladenin, gue nya biasa aja ga so akrab juga, jadi kenapa cantik???" rayu Farrel.
"Iya lu ga ngeladenin keganjenannya tapi ngejawab setiap mereka nanya, terus lu ga bilang kalau udah married dan cewek yang juga ada disana itu adalah istri lu ke mereka." ucap Safira ketus sembari melipat tanga di dada.
"Kan mereka ga tanya gue nikah apa belum." Farrel mengulum senyum, dia tau istrinya ktu ternyata sedang merajuk.
"Tau ah gue kesel."
"Jangan kesel kesel dong cantik, lain kali kalau ada yang ngajak ngobrol lagi gue bilang deh udah nikah dan kenalin lu sebagai istri gue."
"Telat udah kesel."
Farrel bangun lalu duduk mengecup pipi Safira "Jangan marah ya, gue janji ga kayak gitu lagi. Lagian semalem juga setelah lu pergi gue langsung nyusul." ucap Farrel sambil menggenggam tangan Safira.
"Hmm." jawab Safira memalingkan wajahnya.
"Iissh gemesin deh, jangan main pergi kaya semalem ya...gue bingung nyariin nya kemana dan khawatir."
"Iya."
"Mau kemana hari ini????" tanya Farrel.
"Terserah." masih dalam mode dingin Safira menjawab.
Farrel kelewat gemas melihat tingkah Safira, lalu dia tanpa aba aba mengangkat tubuh Safira ala bridel style dan membawanya ke kolam renang. Meloncat bersama sama dengan Safira dalam gendongannya.
Byuurrrr....
"Hahahahhahahahah" mencipratkan air lalu berenang mendekat memeluk Safira "Jangan marah lagi ya." ucap Farrel.
Cupp. cuppp.. Farrel mengecup bibir Safira gemas.
"Iya, tapi awas ya kalau kaya gitu lagi." ucap Safira memaafkan.
"Iya gue ga akan gitu lagi janji." ucap Farrel lalu mengalungkan tangan Safira di leher nya dan menci*m Safira lembut.
Mereka saling ******* saling membel*t lidah dan bertukar sali*a. Mereka semakin merapatkan tubuh mereka, memeluk erat satu sama lain. Hawa panas mulai menyelimuti angan mereka, Farrel mengangkat tubuh Safira bagai koala dan membawanya keluar dari kolam melalui undakan tangga yang ada di pinggir kolam, mereka saling melu*at sambil terus berjalan, Farrel membawanya kembali ke tempat tidur.
Duduk di tepi tempat tidur dengan Safira yang duduk di pangkuannya, Safira bisa merasakan bagian bawah Farrel yang on, namun baik Safira maupun Farrel sudah tak bisa mengendalikan dirinya lagi. Mereka berc*uman sampai kehabisan nafas, akhir melepaskan tautan bib*r mereka meraup oksigen sebanyak banyaknya tapi Farrel melanjutkan aksinya dia menc*um leher jenjang Safira dan membuat ki**ma*k disana. Farrel terus bermain di area leher Safira dan tangan kanannya kini mulai mere*as pa****** Safira.
"Nnngghhh" lenguh Safira tertahan.
Farrel terus mere*as sambil menc*um bi*ir Safira, membuat keduanya makin saling mendamba sentuhan masing masing.
"Kalau lu ga mau bilang sekarang biar gue berhenti." ucap Farrel menghentikan permainan mereka dan memandang mata Safira yang sayu dengan lekat.
****
Hareudaaaannng๐ ๐ ๐
Apa yang selanjutnya terjadi mereka akan mulai membuka pabrik atau tidak???
๐
Semangat puasanya buat yang menjalankan, ga kerasa ya ramadhan akan segera pergi meninggalkan kita.
Semoga kita masih diberikan kesempatan bertemu dengan ramadhan berikutnya.๐