
Happy reading❤
"Kenapa sayang??" tanya mommy Firda melangkah ke sisi samping kanan Safira.
"Fira, mau periksa di temenin Farrel." ucap Safira pelan, membuat mommy mengulum senyum lalu memandang ayah Tama yang sama sama tersenyum di belakang mereka.
"Biar ayah yang telepon, dia pasti sudah sampai di kantor." sela ayah Tama, lalu mengeluarkan handphone menghubungi nomor Farrel.
*Calling Farrel....
Tutt....tutt...tutt ..
"Ya hallo ayah??" jawab Farrel di sebrang sana.
"Udah di kantor???"
"Udah, ini baru aku tanda tangan cek giro nya." jawab Farrel yang memang sedang mendatangani selembar cek, memberikannya kepada bagian keuangan yang menunggu di depannya dan memberi aba aba tanpa suara untuk meninggalkan ruangannya.
"Safira udah di periksa nya???" tanya Farrel saat staff keuangan itu sudah keluar.
"Belum ini baru mau, kamu kesini sekarang. Pengen di temenin katanya."
"Ada penyakit serius ya??? Semuanya bohong bilang istriku baik baik aja." tembak Farrel.
"Ngga, udah kesini aja balik lagi sekarang jangan banyak nanya."
Klik. Ayah menutup sambungan telepon itu*.
"Udah, ayah telepon. Sus, bisa di geser waktu pemeriksaan nya ngga???." tanya Ayah Tama pada perawat yang mengantar mereka.
"Ibu Fira sudah daya daftarkan untuk antrian pertama, kalau mau di geser boleh nanti saya konfirmasi lagi." jawab perawat itu.
"Geser ke yang terakhir aja ga apa apa suster." pinta Safira.
"Oh baik kalau begitu, prakter dokter nya sampai jam dua belas siang ya bu." ujar perawat tersebut memberi tahu.
Mommy Firda melihat jam di tangannya waktu sekarang menunjukkan pukul sepuluh masih ada waktu dua jam, berpikir lebih baik Safira menunggu di ruangannya saja. "Ya udah kita kembali ke kamar aja ya, nunggu Farrel nya disana aja." ucap mommy Firda.
"Mari saya antar kembali." ucap perawat tersebut, mereka ber empat pun kembali lagi ke kamar Safira. Sampai di kamar Safira kembali di pindahkan ke atas ranjang dan perawat tersebut pamit undur diri akan datang lagi nanti menjelang pukul dua belas.
"Fir, mama sama papa udah di kabarin belum???"
"Belum mom, handphone Fira kan di apartement."
"Ya udah nih pake handphone mom aja." mommy Firda menyerahkan handphone nya kepada Safira.
Safira pun menghubungi nomor telepon mama nya dan mengabarkan dirinya di rawat di rumah sakit, mama nya pun akan segera datang ke rumah bersama papa nya.
"Ini mom makasih." menyerahkan kembali handphone nya kepada mommy Firda.
***
Farrel mendengus kesal saat panggilan telepon di matikan tiba tiba oleh ayah nya. Namun tak urung dia segera pergi meninggalkan perusahaannya menuju rumah sakit, di tengah jalan handphone nya kembali berdering nomor asing yang menghubungi nya tapi bukan nomor yang sama yang dia kira mantan nya. Nomor asing itu tak henti henti menghubunginya meskipun tak di angkat, akhirnya Farrel pun mengangkat telepon tersebut menyambungkannya ke handsfree nya.
"*Hallo" sapa Farrel pada sang penelepon.
"Hallo Rel, gue Ana manager nya Dinda masih inget??"
Ck... sial seharusnya dia tak mengangkat panggilan ini.
"Gue mau ketemu sama lu, bisa?" tanya Ana lagi.
"Mau apa lu, perasaan kita ga punya urusan." ketus Farrel.
"Menurut gue ini penting, lu mesti tau, sekali aja ada yang perlu gue lurusin."
"Nanti gue pikirin dulu." lalu Farrel langsung memutus telepon tersebut*.
"Ga penting banget, nyesel gue ngangkat telepon nya." gerutu Farrel lalu kembali mempercepat kendaraannya agar segera sampai.
❤❤❤
Yuhuuuuu jangan lupa like and comment❤✌