Couple Absurd

Couple Absurd
Ruang dokter obygn



Rombongan Farrel pun sampai di depan ruang praktek dokter obygn, mereka menunggu sebentar karena ternyata masih ada satu pasien yang sedang di periksa di dalam. Setelah pasien yang di dalam keluar akhirnya Farrel dan Safira masuk ke dalam sedangkan para orangtua menunggu di luar.


"Selamat siang bapak ibu, silahkan duduk." sambut seorang wanita berkisar empat puluh tahunan yang ternyata adalah dokter obygn.


"Siang dok."


Dokter membuka satu map berisi data Safira yang diberikan oleh asisten nya, "Ibu Safira ya, menurut hasil cek darah nya positif."


"Iya dokter."


"Baik sekarang kita periksa dulu ya bu." kata dokter, lalu Safira pun di bantu oleh bidan yang menjadi asisten dokter tersebut dan Farrel menaiki tempat tidur, lalu berbaring, dan bidan itu membantu membuka baju bagian bawah Safira, mengoleskan gel di atas perut bagian bawahnya.


Dokter mendekat dan meletakkan alat usg di atas perut yang sudah di oleskan gel tersebut.


"Haid terakhir kapan bu??" tanya dokter.


"Tepat sebelum menikah dokter."jawab Safira.


"Sudah berapa lama menikahnya??" tanya dokter lagi.


"Sudah satu bulan lebih dok." kali ini Farrel menjawab dengan cepat.


Dokter mengulum senyuman, "Nah ini sudah kelihatan kantung rahim nya." memberitahu Farrel dan Safira mana letak kantung itu lewat monitor, "Nah ini titik kecil ini calon janin nya ya." menunjukan satu titik putih.


Farrel tak mengalihkan pandangan dari monitor tersebut, menatap takjub tak percaya. Sedangkan Safira tampak berkaca kaca dia pun sama tak percaya mendapatkan momongan secepat ini.


"Usia kandungannya baru lima minggu ya, kita bisa mendengar detak jantung nya di usia tujuh minggu, nanti ibu bisa datang lagi untuk pemeriksaan." ucap Dokter obygn itu menerangkan.


"Iya dok."


Sesi usg pun selesai, dokter mencetak foto hasil usg tersebut. Safira dan Farrel kembali duduk di depan meja dokter.


"Ada keluhan lain ibu??" tanya dokter.


"Ngga ada dok." jawab Safira.


"Jika nanti ada keluhan pusing atau mual itu biasa terjadi di awal kehamilan trisemester pertama jadi jangan khawatir, asal tetap di jaga harus ada asupan nutrisi yang masuk."


"Baik dok."


"Tidak ada dok, terima kasih." jawab Safira.


"Selamat ya ibu dan bapak." ucap dokter sambil bersalaman saat Safira dan Farrel akan keluar dari ruang pemeriksaan.


Farrel mendorong kursi roda Safira keluar dari ruangan, para orangtua disana langsung berdiri menghampiri mereka berdua.


"Gimana Fir??" tanya dua calon nenek berbarengan, di ikuti suami mereka di belakang.


"Alhamdulillah ma, mom udh ada calon cucu nya disini." Safira mengusap perutnya sambil menjawab.


"Selamat sayang." ucap mommy senang dan memeluk Safira di ikuti mama Safira juga.


"Selamat nak." ucap mama.


"Kita jadi kakek, besan!!!" ucap ayah Tama antusias pada papa Safira.


"Iya alhamdulillah, besan." timpal papa Safira.


"Ga ada yang mau kasih selamat sama aku gitu???? Aku lho yang nanam itu." ucap Farrel yang langsung di cubit oleh Safira.


"Awwwww sakit ih main cubit aja, emang bener aku yang nanam. Emang bisa buat sendiri kan mesti berdua."


Oh mulut Farrel benar benar harus di lakban!!!!


"Farrellllll ga tau malu, ayo kita pergi." ajak Safira pada kedua ibu nya.


"Ayo sayang kita tinggalin laki laki absurd ini, anak siapa sih ga kenal." mommy Firda lalu mendorong kursi roda Safira di ikuti para orangtua lainnya meninggalkan Farrel.


"Hadeuh, lupa apa gue lahir dari perut siapa." gerutu Farrel.


Plek ketiplek yaa culas nya😄😄😄


***


Jangan lupa like n comment guys guys❤✌