
Blussshhh....
Pipi Safira merona mendengar bisikan itu, lalu memalingkan pandangannya ke jendela. Farrel tanpa merasa bersalah telah membuatnya merona, segera melajukan mobilnya menuju rumah utama.
Tiba di rumah utama pukul tujuh malam, karena tadi Safira bersikeras memaksa Farrel harus mampir ke toko kue, tidak enak katanya datang tidak membawa apa apa. Akhirnya Farrel hanya bisa menuruti permintaan calon istrinya itu.
Farrel mempersilahkan Safira duduk di ruang tamu, sementara dia akan memanggil kedua orangtuanya dan berganti pakaian.
Tok...tok..tok...
"Ayah, mom????" mengetuk pintu kamar orangtuanya.
Cklek.
"Kamu sudah pulang Rel, mana calon mantu mommy?" ucap mommy Firda yang memang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Tuh nungguin duduk di ruang tamu, aku ke atas dulu mom, ganti baju." ucap Farrel dan berlari keatas menuju kamarnya.
Mommy Firda pun langsung memberi tahu Ayah Tama, lalu berjalan ke ruang tamu menemui perempuan yang di gadang gadang akan menjadi calon mantunya kata si anak sulung.
Safira yang melihat pasangan paruh baya berjalan ke arahnya pun segera berdiri, Safira yakin itu pasti kedua orangtua Farrel.
"Selamat malam om, tante." sapa Safira sembari menundukan kepala.
"Malam." ucap Ayah Tama.
"Malam sayang, ayo duduk lagi." ujar mommy Firda.
Safira tiba tiba merasa nervous, orang yang membawanya ke rumah besar itu malah kabur ke kamar nya. Tunggu saja pembalasannya nanti.
"Nama kamu siapa?" tanya mommy Firda.
"Nama saya Safira tante." ucapnya sambil tersenyum.
Safira menganga tak percaya, ia baru saja datang dan memperkenalkan namanya, namun mommy firda mengatakan akan menjadikan ia menantunya.
Tapi tentu tak semudah pemikiran Safira, kemarin malam saat Farrel mengatakan akan menikahi sepupu Daffa tentu orangtuanya langsung mencari tau siapa perempuan itu melalui orang kepercayaan Ayah Tama, orangtua Farrel melakukan itu hanya ingin tau seperti apa perempuan itu jangan sampai seperti mantan Farrel yang terakhir, karena tak masalah bagi mereka mau dari keluarga kaya atau biasa.
"Iya mommy....Oh iya ini tadi saya bawa kue, semoga mommy dan om menyukainya." ucap Safira terdengar canggung sambil memberikan kotak kue kepada mommy Firda.
"Oh, makasih sayang... Ayo kita ke ruang makan, kita makan malam sama sama." ujar mommy Firda sambil menggandeng calon menantunya meninggalkan ayah Tama sendirian.
"Tapi mom, itu om..."
"Udah biarin, pasti ngikutin kok. Ga akan nyasar wong ini rumah nya sendiri." potong mommy Firda.
"Hisshh, kebiasaan tuh mommy selalu kayak gitu kalau udah ketemu calon mantunya." gerutu ayah Tama sembari jalan mengikuti mommy dari anak anaknya ke ruang makan. Ya, ayah Tama berkata seperti itu karena sang istri jika sudah bertemu dengan calon menantu dari anak bungsunya sama akan lupa pada suaminya.
Di meja makan telah banyak lauk pauk tersedia. Mereka hanya tinggal menunggu Farrel, sedangkan si bungsu tak ada di rumah sedang jalan dengan calon istrinya.
Farrel datang ke meja makan, lalu mereka pun makan dengan tenang. Selesai makan, Safira berdiri akan membereskan piring kotor di meja makan namun dilarang oleh mommy Firda, dan ketika ia akan duduk lagi tak sengaja menyenggol sikut Farrel yang duduk di sebelahnya sedang memegang gelas air dan sialnya air itu tumpah mengenai baju nya. Sungguh double kill memalukan, rasanya Safira ingin bersembunyi. Niat hati ingin membantu malah ia yang kena sial.
"Farrel kamu kenapa ga hati hati sih tuh kasian jadi kena baju Safira kan." ucap mommy Firda.
********
Ingat peraturan kaum PMS.
Pasal 1 perempuan selalu benar
Pasal 2 jika salah balik lagi ke pasal
😄😄😄😄😄😄
jangan lupa vote, coment, subscribe