
Haiii... para readers...
mau curcol dikiiiiiiiiittttt ajaaaaaaa😁
kalau kalian baca tinggalin like kalian dong, tau ga sih pengaruh "hanya jempol" itu bikin naikin mood booster buat terus nulis..
thaa ga begitu berharap memiliki penghasilan dr menulis... krn tha pernah baca salah satu author favorite tha nulis gini inti nya "MENULIS LAH KARNA HATI BUKAN KARNA UANG"..hihihihi
Apalagi klo misal kalian comment juga seneng banget deh..
Well tha cuma mau bilang... Yukk kita saling menghibur, tha kasih kalian bacaan yg bikin happy dan kalian kasih thaa LIKE 😉😉
and buat readers yg sllu LIKE, gumawoooo..❤
Maaf kepanjangan curhatnyaaa😁
Selamat membaca💕
Safira memperhatikan Dinda yang masih menjabat tangan Farrel tanpa melepaskannya. Farrel pun dengan enggan akhirnya bertanya.
"Kabar kamu gimana??" Ckkk... Safira rasanya ingin sekali berdecih dan memukuk Farrel, tak sadar kah suami nya itu barusan melontarkan pertanyaan dengan kalimat yang sangat akrab, dia saja untuk aku kamu tidak langsung saat pertama kali bertemu.
"Aku baik... oh...mmmm...ini pasti istri kamu???." Dinda akhirnya melepaskan jabatan tangannya dan menunjuk Safira.
Safira bisa melihat seringai licik saat Dinda menunjuk dan menatapnya.
"Hai kenalin aku Dinda..Mantan pacar nya Farrel!!!."
"Oh ya, aku melihat di social media pernikahan kalian yang ramai di bicarakan, ngomong ngomong belum telat kan kalau aku mau ucapin selamat buat pernikahan kalian???."
"Ngga kok, malah aku yang minta maaf kayak nya aku sama Farrel lupa ga undang kamu." ucap Safira sambil tersenyum, dia tak boleh terpancing.
"No problem." Dinda tersenyum kembali dan meleparkan bom lagi "Selamat ya atas pernikahan kalian semoga segera mendapatkan momongan. Eh...apa udah isi???"
Tertawa kecil Safira menanggapinya "Ga tau ya...kita baru mulai produksi junior nya satu bulan lalu semenjak menikah..hehehhe." Safira melihat lawan bicara nya senyum terpaksa, ooooohh...wait serangan balik belum berakhir "Soalnya aku bukan tipikal cewek yang mau ngelempar diri nya ke ranjang sebelum menikah, sayang banget cuma cuma kalau ternyata sampai ga nikah and kasihan yang jadi suami nya dapet barang BEKAS." sarkas Safira sukses membuat wajah Dinda merah menahan amarah, namun secepat kilat memperbaiki raut wajahnya agar terlihat santai.
"Oh ya Mita, aku belum minta maaf tadi datang sedikit terlambat. Biasa Farrel tuh bilang main sebentar tau nya lama bangetttt." ucap Safira sengaja dan sukses membuat bola mata Farrel seakan meloncat, Farrel tak menyangka istri nya akan se frontal itu membahas kegiatan siram menyiram.
"Mita, Juan..sorry, gue pamit..gue lupa ada janji sama temen. Sekali lagi selamat buat butik nya dan semoga nanti lancar melahirkan baby nya." pamit Dinda pada akhirnya, yang membuat bibir Safira tersenyum lebar, dia berhasil memanasi titisan mak lampir itu.
Dinda ber salaman pada mereka semua lalu saat menjabat tangan Farrel dan Safira dia berbisik pelan di telinga.
"Aku kangen kamu." dengan suara sensual berbisik sangat pelan di telingan Farrel.
"Jangan senyum dulu." bisik Dinda pada Safirax membuat Safira berdecih ternyata titisan mak lampir itu belum menyerah.
****
Kita mulai masuk konflik guys, manis manis nya masih ada tapi di kurangin dikit yaa😜😜..
jangan lupa klik jempol nya..see u❤