Couple Absurd

Couple Absurd
First time menggarap lahan



Farrel menggendong Safira ke ranjang dan merebahkannya.


"Fir, lu mau hidup selamanya sama gue kan??"


"Tapi Rel..."


"Cukup lu jawab mau atau ngga?"


"Tapi kita belum saling mencintai Rel."


"Kita berjuang dan belajar sama sama ya gue yakin kita pasti bisa, mau ya??"


"Hmmm...ya." jawab Safira.


Mereka pun untuk pertama kali nya melakukan ritual menggarap lahan, akhirnya Safira menyerahkan mahkota yang selama ini dia jaga untuk suami nya Farrel. Farrel melakukan semua nya dengan lembut mengutamakan kenyamanan Safira. Bukan malam pertama yang pengantin baru itu lakukan tapi siang pertama nan panas, bahkan pendingin yang ada di kamar bagaikan tak berfungsi kedua nya tetap mandi keringat. Sore hari pertarungan itu baru selesai, kedua nya langsung tertidur saling berpelukan tanpa sehelai benang pun hanya berbalut selimut.


Farrel terbangun saat hari sudah gelap, dia mengerjapkan matanya lalu melirik istrinya yang tertidur di samping nya. Memiringkan badan untuk dapat melihat istrinya lebih dekat dia singkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Safira.


"mmmmmm". Lenguh Safira terbangun.


"Udah bangun??" mengecup kening Safira.


"Iya udah." dengan suara serak Safira menjawab. Farrel mendekap tubuh mungil Safira mengelus elus punggung polos istrinya.


"Makasih ya udah percaya sama aku." ucap Farrel.


"Hah, sejak kapan jadi aku???" tanya Safira menjauhkan sedikit wajahnya menatap Farrel.


"Sejak saat ini, kita mulai semua nya dengan lembaran baru."


"Hmmmm.." manggut manggut mendengar Farrel yang serius.


"Makasih udah serahin harta berharga kamu buat aku dan udah mau nerima laki laki buruk seperti aku, tapi aku janji buat belajar lebih baik ke depan nya."


"Sama sama, itu udah hak kamu juga. Tapi jangan sekali kali kamu kembali ke kelakuan buruk kamu yg udah lalu." jawab Safira serius juga.


"Iya, ga akan." tersenyum lalu mengecup bib*r Safira dan tak tahan rasanya untuk tak mel*mat nya.


"Ga mau masih sakit ah."


"Pelan pelan sayang, oke ga ada penolakan." ucap Farrel tersenyum smirk tak memberi Safira kesempatan berkata lagi langsung mel*mat bib*r Safira dan meraba tubuh istrinya lalu membawanya terbang ke nirwana.


"Pelan pelan Rel masih sakit." mengingatkan Farrel saat dia hendak bercocok tanam.


"Oke." mengangguk mengerti sambil tersenyum.


Farrel tetap lah Farrel, baru saja berkata manis namun berakhir modus meminta jatah, Safira sedikit tau ternyata suaminya ini mes*m.


"Makasih sayang." mengecup kening Safira di akhir saat dia sudah selesai menyiram lahan milik Safira.


"Semoga jadi Farrel atau Safira junior." mengelus perut istrinya. "Langsung ya jangan di KB." lanjut Farrel.


"Iya." jawab Safira lemah, dia lelah rasanya sudah dua kali di gempur Farrel, suami nya itu tak cukup sebentar dalam melakukan ritual menggarap lahan butuh waktu hingga satu jam hingga selesai.


"Laper ngga??" tanya Farrel.


"Iyaa."


"Mau makan keluar apa delivery aja??"


"Delivery aja deh."


"Ok...aku pesenin ya." bergeser mengambil handphone nya di atas nakas lalu Farrel membuka aplikasi online untuk memesan makanan.


"Done... sebentar ya aku ke kamar mandi dulu." ucap Farrel.


"Hmmm... pake celana nya Rellll!!!!" ucap Safira sembari menyembunyikan wajahnya ke bantal saat Farrel menyingkirkan selimut akan berdiri.


****


Begitulah akhirnya pengantin baru kita mulai mencetak Farrel Safira junior😁😁😁