
LIKE DULU SEBELUM MEMBACA🙏🙏
Selesai dari toilet Safira segera kembali menuju meja Farrel namun saat dia sedang berjalan seorang laki laki tak sengaja menabraknya.
"Aduh." Safira terhuyung ke belakang namun laki laki itu dengan sigap menarik pinggang Safira.
"Sorry ga sengaja, ga apa apa kan??" tanya laki laki itu membantu Safira menegakkan badannya lagi.
"Its ok, ga apa apa untung di tahan cuma kaget aja." ucap Safira.
"Cantik banget" gumam laki laki itu dalam hati.
"Sekali lagi sorry banget."
"Ok, no problem."
"Sayang banget gue lagi buru buru ada urusan penting, next time semoga kita ketemu lagi ya. bye and sorry." ucap laki laki itu tersenyum melambaikan tangan lalu pergi.
"Dasar ga jelas banget." ucap Safira lalu dia kembali melangkah.
"Siapa itu??" tanya Farrel yang tadi segera bergegas menghampiri Safira saat melihat istrinya dengan laki laki itu.
"Ga tau ga kenal." jawab Safira lalu melangkah kembali menuju meja dan duduk di tempat asalnya, kedua perempuan itu masih saja ada disana.
"Rel, kok lari barusan kemana??" tanya Stella berdiri mendekati Farrel yang baru tiba di meja belum sempat duduk.
"Ada urusan." jawab Farrel.
"Gue pergi dulu ya." ucap Safira memasukkan kembali ponsel ke sling bag nya lalu segera pergi dari sana. Dia sudah jengah melihat perempuan itu menggoda Farrel, walau Farrel tak membalas menggoda perempuan itu tapi Farrel bersikap biasa saja tak menolak, poin pentingnya Farrel tak mengatakan sudah menikah dan bahwa yang bersamanya di meja itu adalah istrinya.
"Fir..Fir..." panggil Farrel namun Safira tak menghiraukannya. "Lu sih Dra, lepasin gue ga bisa." ucap Farrel ketus dia kesal dan marah lalu melepas kasar tangan yang sedari tadi bergelayut manja.
"Mau kemana sih Rel, ga asik banget deh belum juga mulai." ujar Stella menahan kembali tangan Farrel yang akan pergi.
"Bukan urusan lu, LEPAS!!!!!" Farrel pun segera berlari keluar dia berharap Safira masih ada di depan dia berharap tak terlambat mengejar istrinya itu.
Namun sial Safira sudah tak ada di luar, dia mencoba menelepon nomor Safira tapi tak kunjung di jawab. Dia segera menghentikan taksi karena dia tak membawa mobil tadi mereka ikut mobil Hendra. Farrel segera kembali ke Resort berharap Safira kembali kesana.
Sampai di resort dia segera meminta kunci cadangan ke resepsionis karna kunci kamarnya ada di tas Safira. Lalu dia bergerak menuju kamarnya membuka pintu mencari ke setiap sudut ruangan tapi naas Safira tak ada disana.
Dia segera membuka handphone nya lagi berharap ada pesan balasan dari Safira namun tak ada pesan darinya pun belum di baca. Farrel mencoba terus menelepon nomor Safira namun tetap tak di angkat, Farrel diam sebentar lalu mulai berpikir kemana kemungkinan Safira pergi tapi otaknya buntu tak menemukan jawabannya.
Dia memutuskan menunggu Safira sebentar lagi di dalam kamar, mungkin Safira masih dalam perjalanan berharap Safira pulang ke resort.
"Beginikah rasanya khawatir???Rasa apa ini ya Tuhan???" gumam Farrel meraba perasaan yang menyelinap ke hati nya
*****
Happy fasting everyone😉
Jangan lupa LIKE COMMENT FAVORITE AND VOTE!!!!!!