
"Iya Fir."
"Yuk kita makan, mbok Siti udah beres masaknya." sembari menarik kursi di sampingnya agar Farrel duduk.
"Hmmm enak nih." ucap Farrel sambil duduk mencium aroma masakan yang tersaji.
"Mbok, ayo sekalian bareng makan." ajak Safira.
"Makasih non, saya nanti aja makannya mau ke belakang dulu." tolak mbok Siti tak enak.
"Ok deh, nanti lagi bareng aja ya mbok." pinta Safira.
"Iya non, saya permisi ke belakang dulu non,mas." lalu pergi.
Farrel dan Safira makan dengan lahap, beruntung ibu hamil satu ini masih bisa menikmati makanannya seperti biasa. Selesai makan mereka duduk di balkon apartemen mencari udara segar sambil bersantai.
"Rel???" panggil Safira.
"Iya."
"Tentang cewek itu." pancing Safira.
"Dia cuma masa lalu, kamu liat pesan di handphone aku sebelum kejadian pingsan itu??" tebak Farrel.
"Maaf ngga sengaja pas mau nyimpen handphone kamu ke atas nakas terus ada pesan masuk liat notifnya." jujur Safira.
"Kamu ga salah, aku yang minta maaf. Aku ga maksud buat nyembunyiin sesuatu dari kamu, aku juga ga ada niat ng bales pesan pesan itu. Tadinya aku pikir ga akan jadi masalah, tapi ternyata aku salah kamu salah paham sampai ngejar aku terus pingsan. Aku masih bersyukur kamu ga kenapa kenapa dan yang pertama kali nemuin mommy." ucap Farrel menjelaskan panjang lebar sambil memegang kedua tangan Safira.
Safira menatap lekat kedua mata Farrel mencari kebohongan, namun nihil tak di temui, mata itu menunjukkan ketulusan dan kejujuran.
"Maaf aku udah curiga duluan."
Safira memeluk Farrel, "Makasih, jangan bohong apapun lagi Rel."
"Iya sayang ga akan." Farrel mencium puncak kepala Safira.
"Udah yuk masuk ke dalem, angin nya makin dingin ga bagus buat ibu hamil." ajak Farrel melepaskan pelukannya lalu menggendong Safira ala bridal style.
"Farrellll!!!!!" teriak Safira.
"Shut...nanti jatoh, pegangan."
Safira pun melingkarkan tangannya di leher Farrel, Farrel membawanya ke dalam kamar mereka. Menurunkan Safira di ruang walk in closet, agar istrinya itu bisa langsung mengganti baju nya. Selesai berganti pakaian dan membersihkan diri, mereka merebahkan tubuhnya di atas ranjang tak lupa Farrel memberikan vitamin ibu hamil untuk Safira. Lalu mereka tidur berpelukan mengarungi alam mimpi.
❤❤❤
Hari berganti hari, semua keadaan kembali kondusif seperti sebelum mereka bertemu wanita titisan mak lampir. Kehamilan Safira sekarang sudah memasuki bulan ke tiga, mereka rutin memeriksakan kandungannya setiap bulan. Safira pun kini sudah resign dari kantor nya, saat ini dia hanya diam di apartemen atau pergi bersama mommy Firda terkadang main ke rumah orangtuanya juga. Beruntung jika dia diam di apartemen ada mbok Siti yang setia menemaninya.
Tak seperti kebanyakan ibu hamil pada umumnya, Safira tak merasakan morning sickness yang berlebihan, hanya saja jika ada bau yang sangat menyengat atau yang tak dia suka maka akan merasa mual. Selebihnya sama seperti ibu hamil lainnya, merasakan ngidam, pernah dia mengidam ingin makan asinan bogor di siang hari yang terik namun harus di beli di Bogor dan harus Farrel yang membelikannya. Jangan pikir Safira bisa di bohongi karena Farrel harus berselfie ria saat akan membeli nya, benar benar jika bukan karena sedang hamil sungguh Farrel enggan melakukannya.
Apa yang dikatakan Juan terbukti ibu hamil yang wooowww super amazing, penuh dengan kejutan setiap hari nya, jangan lupakan mood Safira yang bagaikan roller coaster, jika ada maunya pasti super manja, jika tak di turuti langsung berubah seperti macan betina, akan mogok bicara dengan Farrel. Tapi ada satu yang menguntungkan bagi Farrel, istrinya itu sekarang lebih agresif di atas ranjang, dan sering meminta duluan bahkan tak kenal waktu saat meminta nya. Tentu nya untuk yang satu itu Farrel tak menolaknya, namun tetap sesuai saran dokter harus dilakukan pelan pelan dan mengutamakan kenyamanan ibu serta bayi nya.
***
Jangan lupa like and comment guys😉
WELCOME JUNE,
Please be a good month❤