
Pesta resepsi telah usai pukul sebelas malam, semua sudah kembali ke rumah masing masing. Terkecuali pasangan pengantin baru, mereka akan menginap di hotel itu. Farrel dan Safira kembali ke kamar suite yang mereka pakai tadi sewaktu selesai akad, Farrel yang berada di depannya memasukkan access card membuka pintu lalu melangkah ke dalam di ikuti Safira. Mereka tercengang kamar yang tadi sore masih biasa biasa saja sekarang sudah di rubah menjadi romantis.
"Kenapa Rel berhenti segala ngalangin jalan deh." ucap Safira yang belum melihat keadaan kamar karena terhalang badan Farrel.
Melangkahkan lagi kakinya "Nih, kaget liat kamar jadi gini tadi waktu di tinggalin masih normal." ucap Farrel.
"Waaaoooow sweettt bangettt.... ini pasti mommy yang prepare, keren banget emang mom Firda." histeris Safira menutup mulutnya.
"Gue duluan ke kamar mandi ya gerah banget ini." ucap Farrel.
"Iya lu dulu aja, gue mau bersihin make up dulu." jawab Safira membuka heels nya lalu duduk di kursi depan meja rias. Beruntung yang dia butuhkan untuk membersihkan make up sudah di siapkan oleh make up artist tadi.
Farrel keluar hanya dengan memakai bathrobe. "Fir, lu liat handphone gue?" tanya nya.
"Coba liat di nakas samping tempat tidur." Safira sedang tanggung membersihkan sisa make up sedikit lagi hanya melihat Farrel dari kaca di depannya.
"Iya ada." ucap Farrel lalu menelepon orang kepercayaannya yang ada di hotel itu untuk mengambilkan kopernya di kamar yang sebelumnya dia tempati semalam.
"Koper lu ada Fir?" tanya Farrel.
"Ada tuh di simpen di lemari kan gue dari awal make up pas akad disini." jawab Safira.
Selesai membersihkan Safira lekas membawa pakaian yang biasa dia kenakan jika tidur yaitu tanktop dan celana hot pants cotton nya dari koper lalu masuk ke dalam kamar mandi menutup pintunya namun tak lama dia membuka kembali pintu itu.
"Rel." panggil Safira di ambang pintu kepada Farrel yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
"Napa?" tanya nya melirik.
"Tolong buka in resleting gaunnya di belakang dong, tangan gue ga nyampe."
Safira membalikan badannya memunggungi Farrel.
Farrel membuka resleting gaun Safira namun baru sedikit dia buka sudah nampak punggung Safira yang putih, membuat Farrel menelan saliva nya.
"Terus Rel sampai pinggang buka nya." perintah Safira.
"Hmmm." ucap Farrel, lalu kembali menurunkan resleting gaun dengan pelan setelah sampai di pinggang dia menelusuri punggung Safira dari atas sampai pinggang denga jari telunjuknya membuat darah Safira berdesir.
"Ekhem...udah Rel?" Safira berdehem untuk menetralkan perasaannya.
"Udah, bisa buka nya??? Apa mau gue bantuin juga?" goda Farrel.
"Ngga usah bisa sendiri, udah sana keluar gue mau mandi gerah." mendorong Farrel keluar kamar mandi lalu mengunci pintunya.
Tak lama bel pintu berbunyi yang datang adalah orang yang tadi Farrel hubungi mengantarkan kopernya, lalu Farrel pun segera mengganti bathrobe nya kaos dan celana pendek santai.
Lalu dia duduk di sofa, menyenderkan badannya lalu memejamkan matanya namun dia tidak tidur tapi sedang memikirkan bagaimana malam pertama ini akan di lalui nya dengan sang istri.
Asik berpikir membuat Farrel tak mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Safira yang melihat Farrel memejamkan mata di sofa akhirnya mengambil selimut untuk Farrel karena dia pikir suaminya itu tertidur. Dia mencondongkan badannya Farrel akan menyelimutinya namun kaget saat melihat kedua netra Farrel yang tiba tiba terbuka.
Safira kembali menarik dirinya lalu berdiri tegak "Kirain tidur tadi, gue mau selimutin." ucap Safira.
Farrel masih tak bergeming memindai penampilan Safira, sungguh iman nya ini semakin menipis, tak dosa kan jika dia melakukannya pada Safira karena mereka sudah menikah.
*****
Happy fasting everyone😉