
"Kamu yakin Farrel pergi nemuin wanita ular itu??" tanya ayah Tama.
"Fira ga tau ayah, waktu Fira mau ngejar Farrel keburu pingsan."
"Kamu tenang dulu jangan banyak pikiran ya, biar ayah suruh orang kepercayaan ayah buat cek dimana Farrel sekarang." ucap ayah Tama lalu pergi ke sofa yang ada di pojok ruangan dia terlihat menelepon seseorang.
"Sabar ya sayang, berpikir positif dulu sekarang kita pastiin dulu ya." usap mommy Firda menenangkan menantunya.
"Ayah udah telepon anak buah ayah, kita tunggu kabar dari nya ga akan lama, mom coba telepon Farrel di angkat ngga??"
"Iya ayah." mengeluarkan handphone dalam tas nya lalu menghubungi Farrel.
***
Farrel masih duduk di sofa dia sedang menunggu sambil berpikir kemana istri nya pergi.
Drrt.. .drrrtt...
Dia segera melihat hanphone yang di simpang di atas meja tertera nama mommy Firda.
"Mommy mau apasih nelepon malem malem gini, ga tau apa gue lagi bingung." gumam Farrel namun tetap mengangkat telepon itu.
"Hallo mom, Farrel lagi sibuk nanti di telepon lagi ya." ucap Farrel lalu menutup sambungan telepon itu.
***
"Hal...." saat telepon di angkat namun di matikan saat mommy Firda belum berbicara "Ihh, dasar anak kurang ajar mommy mau bicara malah di matiin aja." gerutu mommy Firda kesal.
"Apa kata nya mom???" tanya Ayah Tama.
"Cuma bilang lagi sibuk nanti telepon lagi, anak ayah bener bener deh bikin mommy senewen." masih menggerutu kesal, dan Safira yang mendengar itu malah menangis mendengar hal itu berpikir Farrel sibuk dengan wanita itu.
"hikks...hiks.." tangis Safira.
"Sayang sayang jangan nangis kasian baby nya."
Drrtt ....drrt...
Hanphone milik ayah berbunyi dan itu dari orang yang tadi di perintah mengecek keberadaan Farrel.
"*Hallo"
"Apa???"
"Kamu sudah memastikannya??"
"Ok, awasi terus*."
"Bagaimana ayah??" tanya mommy Firda tak sabaran saat ayah menutup telepon nya.
"Syukur kalau gitu, tapi Farrel tetap aja salah harusnya jujur wanita ular itu menghubunginya." ucap mommy Firda.
"Ayah telepon Farrel ya sekarang suruh kesini." yang dijawab anggukan kepala oleh Safira.
***
Drrtt...drrtt..
Handphone Farrel berbunyi lagi, di lihat nya kali ini ayah nya yang menelepon.
"*Hal.." ucap Farrel namun terpotong.
"Istri kamu sekarang di rumah sakit." ucap ayah nya dan langsung menutup sambungan teleponnya*.
Oh...sial...
Jadi tadi mommy Firda menelepon mengabari dirinya jika Safira sekarang di rumah sakit
"Bodoh...bodoh.." gerutu Farrel pada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya.
"Di rumah sakit mana ya???" gumam nya lalu menelepon orangtuanya lagi namun mereka berdua tak mengangkat nya
Ckkk.. kompak sekali kedua orangtuanya.
Farrel pun mengirim pesan pada orangtua nya dan beruntung sang mommy membalas pesannya memberitahu Safira di rumah sakit mana. Farrel langsung bergegas pergi ke rumah sakit.
***
"Mom, Ayah, boleh Fira minta sesuatu???"
"Apa nak?" jawab ayah Tama.
"Fira mohon jangan beritahu dulu Farrel soal kehamilan Safira."
"Tapi kenapa sayang??" tanya mommy Firda.
"Ayah tau cerita kalian sebenarnya dari awal pernikahan." ucap ayah Tama membuat Safira tersentak kaget dan mommy Firda langsung menatao bingung."
"Maksud ayah???" mommy menyorot bingung pada ayah.
❤❤❤
Farrelnya lagi di jalan jadi kita muter dulu sebentar yaaa😁😁
konflik nya ringan kok tenang ....ini baru mau naik roller coaster nya 😅