
"Lepas kemeja nya Rel." ucap Safira sambil mengendus bagian dada Farrel.
"Hah?? Buat apa??" menganga tak percaya akan permintaan yang di dengarnya.
"Lepas kemeja nya, aku ga mual cium bau kamu." ucap Safira.
Whatttt???? Yang benar saja kemeja nya ini sudah di pakai dari pagi, aroma nya sudah bercampur antara parfum dan keringat Farrel.
"Tapi sayang."ucap Farrel ingin menolak namun tak jadi saat melihat raut wajah Safira yang sudah berubah akan menangis, "Ok..ok... aku lepas, sebentar masuk ke dalem dulu." mengitari mobil, lalu masuk duduk di belakang kemudi dan menutup pintunya.
"Ini bajunya." ucap Farrel menyerahkan kemeja nya pada Safira, langsung di terima dan di bekap kan ke hidungnya oleh Safira sendiri.
"Yuk jalan lagi." ujar Safira setelag menutup pintu mobilnya.
Farrel menggeleng tak percaya dengan tingkah istri nya sekarang, alhasil Farrel mengendarai mobil hanya dengan memakai kaos dalam nya saja.
Oh...ingatkan Farrel untuk selalu menyimpan cadangan kaos di mobil!!!!!
Farrel kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen, ibu hamil di sebelahnya duduk aman tanpa rengekan mual lagi.
Sampai di basemant apartement Farrel memarkirkan mobilnya di tempat biasa.
"Sini kemeja nya aku pakai lagi Fir." pinta Farrel setelah mematikan mesin mobilnya.
"Sebentar." Lalu Safira turun dari mobil dan berjalan mengitari mobil ke sisi bagian Farrel, mengetuk jendela nya dan memberikan kemeja nga pada Farrel.
"Tunggu sebentar, jangan kemana mana." ucap Farrel.
"Iya." jawab Safira.
Farrel cepat cepat mengenakan kemeja nya dan segera turun dari mobil, Farrel menggandeng tangan Safira menaiki lift lalu menuju unit apartemen nya.
"Istirahat di kamar ya Fir." ucap Farrel ketika mereka masuk ke dalam unit apartemen.
"Di sofa ajalah Rel rebahannya." tawar Safira.
"Ya udah." menggiring Safira ke sofa dan mereka pun duduk disana.
Farrel memegang perut rata Safira "Hai baby." ucapnya sambil mencium perut rata Safira.
"Di nakas dalem kamar." kata Farrel, lalu Safira bangun dari duduk nya, "Eh, mau kemana???" tanya Farrel menahannya.
"Mau ambil handphone." jawab Safira.
"No..no...duduk lagi, aku yang ambilin." lalu segera berlari ke kamar mengambil handphone Safira.
"Nih." menyodorkan handphone dan mengambil remote televisi lalh menyalakannya.
"Kenapa ga boleh ambil sendiri???" tanya Safira.
"Ga apa apa, kamu lagi hamil kan."
Safira menepuk jidat nya "Rel, aku tuh hamil bukan sakit tau."
"Iya kamu hamil, tapi kamu baru pulang dari rumah sakit jadi harus istirahat dulu." ucap Farrel lalu menyendarkan badannya ke sofa.
Mereka duduk bersantai berdua di sofa, Farrel menonton tayangan televisi dan Safira nampak mengecek handphone nya khawatir ada rekan kerja yang menghubunginya, walaupun dia sudah menelepon bagian HRD nya bahwa dia tak bisa masuk kerja sampai dua hari ke depan sesuai dengan anjuran dokter untuk ber istirahat terlebih dahulu.
Ting...tong...
Bel apartemen berbunyi, Farrel segera bangun berdiri untuk melihat siapa yang datang.
"Malam mas." ucap seorang wanita berumur empat puluhan yang biasa dipanggil mbok Siti.
"Eh, mbok...masuk mbok." Farrel mengenal wanita yang datang tersebut, dia adalah salah satu pelayan yang bekerja di rumah mommy Firda.
"Iya mas." mengikuti langkah Farrel masuk ke dalam.
"Fir, kenalin ini mbok Siti yang kata mommy tadi di suruh kerja disini sama kita." ucap Farrel memperkenalkan.
"Aku Safira, semoga betah ya mbok nemenin disini." ucap Safira sambil tersenyum mengulurkan tangan.
***
Jangan lupa like and comment๐๐