
Safira memeluk Farrel sepanjang perjalanan mereka, sampai di tempat yang Safira inginkan mereka memesan sarapannya duduk di kursi yang di depannya terdapat pemandangan hijau pesawahan memanjakan mata serta udara yang sejuk.
"Aah seger banget deh." ucap Safira sambil menarik dan menghembuskan nafas.
"Gue pengen deh tinggal disini rasanya, sumpek di Jakarta yang di liat cuma gedung gedung tinggi jalan macet dimana mana dan yang pasti gersang panas." Celetuk Safira.
"Lu mau stay disini??" tanya Farrel yang sedari tadi hanya diem memperhatikan.
"Ngga lah Rel, kerjaan gue di Jakarta." jawab Safira, lalu pelayan datang mengantar makanan mereka "Yeeee dateng makanannya gue udah laper bangeeet." sorak Safira lalu menyantap makanannya.
"Pelan pelan kali Fir, ga akan gue minta." ucap Farrel sambil membersihkan noda makanan di ujung bibir Safira dengan tissue.
"Hihihi."
Selesai menyantap sarapannya mereka lalu pergi, mengendarai motor berkeling kota Bali mampir di beberapa Toko Pakaian dan Oleh oleh untuk di bawa sebagai buah tangan. Segera kembali ke resort saat matahari mulai terasa terik menembus kulit.
"Huffft...cape juga." ucap Farrel merebahkan badannya di ranjang.
"Rel, ganti bajunya dulu sih ih kotor tau..cepet bangun." ucap Safira menarik narik tangan Farrel.
"Ga mau, nanti aja." ucap Farrel.
"Iisssh... sekarang Farrel!!!!!!." ucap Safira kekeh.
"Gimana kalau sekarang makan kamu dulu aja???" goda Farrel.
"Ga mau ih jorok ganti baju dulu abis motoran." ucap Safira sembari berhenti menarik tangan Farrel namun saat dia akan melepaskan tangannya justru Farrel dengan gesit menarik Safira hingga terjerembab ke ranjang.
"Aaawww Farrellll!!!!." pekik Safira kaget.
"Sini peluk gue dulu, bonus gue karena udah nurutin kemauan nyonya muda." ucap Farrel menggulingkan tubuhnya ke pinggi Safira dan memeluk nya.
"Ganti baju dulu ih sama bersih bersih dulu bau matahari ini Rel."
"Bentar aja Fir, ga apa apa."
"Issh..ya udah kalau lu ga mau , gue aja. Minggir dulu!!!." protes Safira.
"Diem napa Fir kalau di peluk, kalau lu gerak gerak mulu nanti dia bangun nih."
"Biarin orang sama istri sendiri."
"Lanjutin yang tadi yuk???" ajak Farrel.
"Ga mau ah."
"Mau ngintip dulu boleh???"
"Ga boleh."
"Katanya boleh main sama yang atas dulu gimana sih kok di ralat." protes Farrel merekatkan pelukannya.
"Hahahahah...aduh jangan erat erat engap ini ntar gue mati." ucap Safira.
"Enak aja ngomongnya ini mulut harus di bersihin kayaknya." ucap Farrel lalu mengec*p bibir merah muda itu.
"Ga usah di bersihin, gue bersihin aja sendiri di kamar mandi. Udah ah gue mau mandi ga enak bau keringet sama matahari." ucap Safira lalu segera bangun dan berlari ke kamar mandi saat pelukan Farrel melonggar.
"Heyyyyy... main kabur aja sih lain kali gue borgol!!!!!!." teriak Farrel.
Farrel lalu tersenyum smirk dia mempunyai ide jahil untuk mengerjai Safira, istrinya itu tadi langsung berlari ke kamar mandi tanpa mengambil baju gantinya. Farrel segera mendekat ke arah lemari yang berisi pakaian pakaian Safira, lalu memasukkan baju belanjaan Safira tadi juga ke dalam lemari dan menguncinya. Dia juga mengunci lemari yang berisi pakaian dirinya. Kunci nya dia cabut dan di sembunyikan, lalu dia duduk di ranjang berlaga seolah olah sedang menunggu Safira.
Cklek.. yang di tunggu akhirnya keluar juga.
"Tumben pake bathrobe aja." ucap Farrel.
"Iya lupa bawa baju tadi." jawab Safira.
"Oh gitu, gue juga mau mandinah gerah banget." lalu segera pergi ke kamar mandi.
*****
Hayyyy....
Gimana lebarannya seru????