
Safira akhirnya di ijinkan pulang sore itu, mama dan mommy berebut agar Farrel dan Safira tinggal di rumah mereka. Namun pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia itu mengambil jalan tengah untuk tetap tinggal di apartemen Farrel.
Dua calon nenek itu pun tak bisa lagi memaksakan keinginan mereka, tapi mommy Firda bersikeras akan mengirim salah satu pelayan di rumahnya agar bekerja di apartemen Farrel mulai sore ini juga. Farrel pun menerima saran mommy karena memang merasa itu baik bagi Safira.
Kedua orangtua mereka pulang ke rumah masing masing tak ikut mengantar ke apartemen, di dalam mobil hanya ada Farrel dan Safira saja. Farrel menjalankan mobil dengan hati hati dan kecepatan sedang.
"Ada yang mau di beli dulu ngga???" tanya Farrel.
Safira hanya menggelengkan kepalanya, Farrel melirik ke sebelahnya merasa heran karena istrinya itu semenjak mobil melaju meninggalkan rumah sakit belum bersuara sedikitpun tak seperti biasanya.
"Kamu kenapa???Ada yang sakit???" tanya Farrel khawatir Safira menyenderkan tubuhnya dan menutup mulutnya.
Farrel menghentikan mobil di bahu jalan, langsung membuka seatbelt nya agar leluasa.
"Kenapa??" memegang lengan Safira.
"Mual." jawab Safira sangat pelan, namun ketika membuka mulutnya rasa mual itu semakin menjadi dan tak tertahan. Akhirnya membuka pintu mobil dan mencodongkan tubuhnya ingin memuntahkan sesuatu namun nihil tak ada apapun yang keluar. Farrel dengan sigap membuka sebotol air mineral dan memberikannya pada Safira.
Setelah merasa lebih baik Safira turun dari mobil dan berdiri di trotoar jalan, Farrel pun ikut ikut an keluar dari mobil dan menghampiri Safira.
"Kenapa keluar???"
"Aku mual Rel.
"Ayo masuk lagi nanti udah sampe apartemen langsung rebahan istirahat." ajak Farrel.
"Ga bisaaa." rajuk Safira dan membuat kening Farrel berkerut.
"Hah, kok bisa??"
"Ga tau." jawab Safira yang juga belum tau pasti kenapa karena dia juga sama belum banyak pengalaman ini kehamilan pertamanya.
"Di tahan dulu ya mual nya, yuk naik lagi bentar lagi hujan tuh udah mendung" rayu Farrel menunjuk langit yang memang sedikit gelap.
"Bukan mendung tapi mau magrib."
"Iya sama mendung juga, percaya deh, yuk kita pulang, tahan dulu mualnya sebentar aja." rayu Farrel lagi.
"Ya udah." Safira pun kembali masuk ke dalam mobil, namun baru duduk dan akan menutup pintu dia kembali merasakan gejolak dalam perutnya. Sekarang dia memuntahkan kembali air mineral yang beberapa saat lalu dia minum. Farrel yang masih ada diluar tepat di depan Safira akhir nya membantu Safira mengusap usap tengkuknya, lalu dia membersihkan mulut Safira dengan tissu.
"Udah enak an??" tanya Farrel dan di jawab anggukan kepala oleh Safira.
"Mual banget ya??" tanya Farrel lagi.
"Iya, kayaknya gara gara aroma pewangi mobil deh Rel soalnya pas masuk cium aroma nya langsung mual."
"Tunggu sebentar." lalu Farrel mengitari mobilnya mengambil beberapa pewangi aroma kopi yang ada di dalam mobil dan membuangnya tanpa berpikir panjang lagi.
Kembali ke sisi pintu tempat duduk Safira yang terbuka, "Udah di buang, tapi pasti masih ada sisa sisa aroma yang nempel, jadi mau pulang pake mobil ini apa taksi??" tawar Farrel yang tak tega jika memaksa untuk tetap memakai mobilnya.
***
Jangan lupa like n comment guyssssss😉😉