
"Satu satu nanya nya Rel." ucap Safira
"Huffft....Ok.. sakit apa??" ulang Farrel.
"Ga apa apa ko cuma asam lambung aku aja lagi kumat."
"Kenapa pergi buru buru ga ganti baju terus hilang di parkiran basemant???"
"Aku tuh buru buru mau nyusulin kamu tapi di basemant ga nemu, terus aku...." Safira melirik mommy Firda memberi tanda meminta tolong membantunya menjawab.
"Safira pingsan mom yang nemuin terus di bawa ke rumah sakit." jawab mommy Firda.
"Kenapa nyusulin aku???"
"Abis kamu buru buru pergi pas nerima telepon aku kira ada apa apa." menunjukan mimik khawatir "sama wanita titisan mak lampir" lanjut Safira dalam hatinya.
Mengusap wajah kasar "Aku tuh buru buru karena di tungguin abang gokej yang nganterin pesanan es krim gellato kamu." ucap Farrel menghela nafas.
Whattttt the fu*k, Safira benar benar lupa jika dia beberapa waktu sebelumnya minta di pesankan es krim gellato
"Ya salah kamu Rel, pergi tuh bilang pamit jafi istri ga khawatir." akhirnya ayah Tama angkat bicara.
"Iya, apa apa tuh komunikasiin sama istri." sindir mommy Firda.
"Bener kata mommy harus jujur lagi, gimana coba kalau tadi yang nemuin Safira pingsan bukan mommy kamu tapi orang jahat." tambah ayah Tama lagi.
"Maafin aku ya, tadi aku pikir ga masalah cuma sebentar terus buru buru juga." ucap Farrel sambil menggenggam tangan Safira.
"Hmmm.." jawab Safira mengangguk sambil tersenyum.
Drrt...drrrtt..
Handphone Farrel berbunyi di dalam saku nya lalu dia lepaskan genggaman tangan itu untuk mengambil handphone nya.
Degg'
"Nomor itu lagi." gumam Farrel dalam hati lalu me reject panggilan itu.
"Kenapa ga di angkat??" tanya Safira.
"Ga penting."
Tring... masuk satu pesan dari nomor itu lagi.
"Gila." gumam Farrel pelan tapi masih dapat terdengar oleh Safira.
Mommy Firda dan ayah Tama dari tadi hanya memperhatikan keduanya, mereka berharap semoga Farrel bisa memperbaiki kesalahannya dan menyadari perasaannya sebelum terlambat. Senang dan kecewa berdampingan saat ini di rasakan kedua paruh baya itu, senang menyambut kehadiran cucu pertama nya dan kecewa karena keadaan anak serta menantunya sekarang, berharap semua akan tetap bersama tak terpisahkan.
"Siapa dokter yang nanganin Fir???" tanya Farrel.
"Hah, buat apa??" Safira kaget.
"Aku mau tanyain lebih jelas nya kamu kenapa." dengan raut wajah yang jelas tersirar khawatir.
Hati Safira menghangat mendengar itu namun saat ini dia harus fokus tak boleh tergoda hati nya, dia harus memastikan hati Farrel akan berlabuh dimana, Safira tak mau merasa sakit yang lebih dari saat dia di tinggalkan tunangannya.
"Ga apa apa kok kata dokter, iya kan mom??"
"Iya ga apa apa Rel, udah bisa pulang kok kafa dokter besok sore."
"Syukur kalau gitu, mommy sama ayah pulang aja. Safira biar aku yang tungguin." pinta Farrel.
"Ya udah kalau gitu yuk mom kita pulang sekarang." ajak ayah Tama.
"Mom mau disini aja deh ayah nemenin Safira." ucap mommy yang memang sebenarnya khawatir pada menantu dan calon cucu nya.
"Mom, Fira ga apa apa. Mom pulang aja istirahat di rumah kalau tidur disini pasti ga nyaman." rayu Safira agar mommy Firda mau pulang.
"Ya udah kalau gitu, mom pulang sekarang tapi besok pagi mom kesini lagi. Mau mom bawain apa cuc." langsung menutup mulutnya, eh hampir saja mommy Firda keceplosan.
"Fira mau mom bawain apa??" tanya mommy lagi.
"Ga usah mom." tolak Safira halus.
"Ok kalau gitu mom pulang dulu, kalau ada apa apa langsung hubungin mom."
"Kita pulang dulu ya Fir, Rel." pamit ayah.
"Iya mom, ayah." ucap Farrel dan Safira berbarengan, lalu kedua pasangan paruh baya itu pergi meninggalkan kamar vvip rumah sakit tersebut.
****
Rileks duluuuu guys...
Jangan lupa like comment vote kalian😉