Couple Absurd

Couple Absurd
Apapun itu harus jujur



Farrel pun tiba di rumah sakit pukul sebelas, dia langsung bergegas ke ruangan istrinya, saat pintu ruangan terbuka disana ada Safira, orangtua nya serta kedua mertua nya. Membuat pikiran dia berkecamuk kenapa semua nya berkumpul apakah seserius itu penyakit istrinya.


"Akhirnya dateng juga nih yang di tunggu tunggu." ucap ayah Tama.


"Siang semuanya." sapa Farrel lebih ke menyapa kedua mertua nya lalu tersenyum kepada semuanya.


"Siang Rel." sapa kembali kedua mertua nya, "gimana kabarnya sehat???" tanya mama mertua nya.


"Sehat ma, gimana kabar mama sama papa??"


"Alhamdulillah kami sehat." jawab mama mertua nya dan papa mertua nya mengangguk tanda mengiyakan jawaban istrinya jika mereka sehat.


"Mom, ayah, ma, pa, Fira mau bicara berdua sama Farrel dulu." ucap Safira meminta pengertian kepada semua orangtuanya, terlebih kedua orangtuanya hanya mengetahui kabar gembira tentang kehamilan anaknya tapi tidak mengetahui masalah anaknya karena Safira tak memberitahukannya juga melarang kedua mertuanya menyampaikan pada orangtuanya.


"Ya udah ayo kita keluar dulu besan." ajak papa Safira.


Para orangtua pun keluar meninggalkan Farrel dan Safira berdua di ruangan itu, orangtua Farrel tau menantu nya itu butuh privasi membahas masalah mereka sedangkan orangtua Safira berpikir anaknya ingin menyampaikan sendiri kabar bahagia ini. Mereka menunggu duduk di kursi yang tersedia di depan ruangan kamar tempat Safira di rawat.


"Kamu sakit apa sebenernya???" tanya Farrel di samping Safira yang duduk bersandar di ranjang yang sedikit di naikkan bagian kepalanya.


"Aku ga sakit apa apa, tapi ada yang mau aku tanyain sama kamu."


"Apa??"


"Kamu masih sayang dan cinta sama wanita itu??"


"Ngga, kenapa nanya kayak gitu???"


"Terus sekarang perasaan kamu seperti apa sama dia?? Jika kamu harus memilih kamu pilih dia atau aku??"


"Ada apa sih kenapa tiba tiba ngomong kayak gitu???"


"Jawab aja Rel."


"Ada yang kamu sembunyiin dari aku? Kata kamu harus jujur."


"Apa yang aku sembunyiin??"


"Ya udah kalau ga ngerasa." Safira mengalihkan pandangannya ke arah lain, dada nya kembang kempis menahan gemuruh hati nya.


Farrel diam, tiba tiba terlintas dalam benaknya tentang nomor yang terus menerus mengirim pesan sejak pulang dari pesta pembukaan butik istri Juan.


"Kamu baca pesan di handphone aku???" tanya Farrel hati hati ingin tau reaksi Safira, menunggu sebentar namun istri nya itu tetap diam tak mengalihkan pandangan kepadanya.


Oh jadi Safira tau, dia mengerti sekarang pasti ini yang di duga istrinya menyembunyikan sesuatu. Oh ayolah dia sengaja tak memberitahu karna tak ingin istrinya berpikir lain lain lagipula dia tak menanggapinya.


"Kalau yang kata kamu menyembunyikan adalah tentang pesan itu, aku emang sengaja ga ngomong karna ga mau kamu kepikiran lagian aku ga nanggapin pesan pesan itu." Farrel menjelaskan panjang lebar.


Safira masih diam, lalu Farrel menggengam tangan Safira yang tak di infus dia pegang wajah istrinya dan sedikit memutas agar melihat dirinya.


"Dia cuma bagian dari masa lalu, kamu masa depan aku. Kita udah janji bukan bakal ngobatin luka kita bersama?? Tatap aku Fir.." mengangkat wajah Safira dan kedua bola mata mereka saling menatap menyelami rasa satu sama lain.


"Kamu liat mata aku, apa ada kebohongan di mata aku???" tanya Farrel lagi.


****


Tatap mata saya👀👀


"Wahai kamu yang sedang membaca tekan tanda 👍 dan tinggalkan comment kalian serta berikan vote kalian"


*Hahahahhahahaha😂✌


Yook bagi vote yooo kan senin😉*