
Safira kini sudah di pindahkan ke ruang rawat dan baju nya pun sudah di ganti dengan piyama biasa tadi mommy Firda membeli nya melalui situs belanja online lalu setelah pesanannya datang membantu menantunya mengganti bajunya karena satu tangan Safira di pasang jarum infus.
"Kamu kenapa kok bisa pingsan disana???" mommy Firda duduk di kursi samping ranjang Safira.
"Farrel mana mom??" bertanya sangat pelan.
"Mommy belum kasih tau, feeling mommy bilang kalian ada apa apa, jadi mommy mau tau dulu ada apa??"
"Ga ada apa apa kok mom." jawab Safira sambil melihat ke arah lain.
Memegang tangan Safira "Fir, cerita aja..kamu anak mom juga setelah menikah dengan Farrel." mengelus tangan Safira dengan sayang.
"Tadi ketemu mantan pacar Farrel di pesta pembukaan butik istri nya Juan." akhirnya jawab Safira sambil melihat reaksi mertua nya.
"Lalu??"
"Wanita itu jelas masih menginginkan Farrel dan dia mengirimi pesan terus menerus pada Farrel minta di temui di apartemennya." jelas Safira dengan nafas tercekat.
"Kamu tau dari mana??"
"Fira ga sengaja liat notifikasi handphone Farrel waktu lagi mandi dan Farrel ga cerita apa apa sama Fira, terus Farrel pergi saat nerima telepon ga bilang apa apa sama Fira." ucapnya sambil menitikan air mata dan suara bergetar.
"Anak itu!!!!." geram mommy Firda.
"Maafin Fira mom." dengan sesenggukan dia menggengam tangan mertua nya.
Tokk..tok..tok...
"Permisi selamat malam." yang datang ialah dokter yang tadi memeriksa Safira dengan suster.
"Silahkan masuk dokter" mommy Firda mempersilahkan dokter itu masuk.
"Terima kasih bu." menganggukan kepala pada mommy Firda, "Bu Safira udah siuman, ada keluhan??" tanya dokter beralih pada Safira.
"Sudah dokter, hanya sedikit pusing saja."
"Wajar bagaimana dokter ini mantu saya pusing kok di bilang wajar??." potong mommy Firda.
"Bu Fira kapan mendapatkan siklus tamu bulanan terakhir??" tanya dokter.
"mmmmm..." mencoba mengingat namun dia malah kaget sendiri menutup mulutnya dengan tangan yang tak terpasang jarum, dia baru selesai mendapatkan tamu bulanan dua hari sebelum menikah itu artinya sekarang dia sudah terlambat satu minggu lebih. Kenapa Safira tidak sadar, dia terlalu menikmati hari hari nya jadi tak sadar sepertinya.
"Iya ibu sedang hamil, selamat ya." ucap dokter tersenyum melihat reaksi Safira saat barusan di tanya, dokter yakin pasti Safira sudah mengingatnya.
"Coba ulangi penjelas dokter." perintah mommy Firda, dia merasa mimpi mendengat kalimat itu barusan.
"Hasil pemeriksan darah ibu Safira menunjukan jika saat ini pasien positif hamil, namun untuk mengetahui lebih lanjut lagi nya silahkan besok memeriksanya dengan dokter obygn saya akan buatkan reservasi nya." jawab dokter itu dengan jelas.
"Mom...." Safira menggenggam tangan mommy Firda dengan mata berkaca kaca satu tangannya lagi terulur memegang perut nya.
"Selamat sayang." ucap mommy Firda lalu memeluk Safira pelan.
"Kalau begitu saya permisi dulu, besok pagi silahkan memeriksa lebih lanjut nanti perawat akan memberitahu ibi Safira lagi." pamit undur diri.
"Iya, terima kasih dokter." ucap mommy Firda.
Dokter pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Safira dan mommy Firda, saat dokter keluar bersamaan dengan ayah Tama yang baru datang.
"Safira sakit apa mom, lah mana Farrelnya??" tanya ayah Tama saat sudah masuk ke dalam.
"Farrel......" mommy Firda menceritakan semuanya pada ayah Tama termasuk kabar kehamilan Safira.
****
Duhh salah paham guys jadi nya, gimana ya selanjutnya??? ada yang bisa nebak???
JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE KALIAN😉