Couple Absurd

Couple Absurd
Rumah Sakit



"Rel, gimana???" tanya ayah Tama yang baru saja tiba.


"Lagi di dalam Yah di tanganin dokter." jawab Farrel pada ayah Tama, "Terima kasih sudah antar dan temenin saya, kamu bisa kembali lagi ke kantor sekarang." ucap Farrel pada staff yang tadi membantunya.


"Sama sama pak, kalau begitu saya pamit dulu Pak. Mari Pak Tama, Pak Fandy." ucap staff tersebut mengangguk hormat lalu pergi meninggalkan rumah sakit.


Farrel ditemani ayah dan adiknya menunggu, beberapa saat berlalu akhirnya ada seorang perawat yang tadi ikut menangani Dinda menghampiri Farrel.


"Mohon maaf apa bapak wali dari pasien perempuan yang tadi di bawa oleh bapak??" tanya perawat tersebut.


"Hmmmm... ya saya temannya." jawab Farrel dengan sedikit kikuk.


"Mari ikut saya, dokter ingin bertemu dengan anda." ucap perawat itu.


"Baik."


Farrel di temani ayah Tama menemui dokter yang menangani Dinda, mereka masuk ke dalam unit gawat darurat dan menemui dokter di sebuah ruangan kecil di dalam sana. Dokter sudah menunggu Farrel, mereka pun duduk di sofa untuk mendengar penjelasan dokter, sementara perawat itu keluar kembali bertugas lagi.


"Selamat pagi Pak." ucap dokter itu menyapa.


"Pagi dok, jadi bagaimana keadaan teman saya??" tanya Farrel to the point.


"Saat ini masih belum siuman, luka di kepalanya mendapat sedikit jahitan, sepertinya ada keretakan pada tulang kaki nya akibat benturan namun kita harus melakukan ct scan untuk melihat lebih jelas agar penangannya tepat, dan untuk luka yang lainnya tak ada yang serius." kata dokter menjelaskan keadaan Dinda.


"Tapi bisa sembuh??? Keretakannya ga berpengaruh besar???" tanya ayah Tama.


"Sangat bisa pak, tapi mungkin butuh proses dan therapy rutin. Jika mengikuti saran satu sampai dua bulan sudah bisa beraktifitas normal lagi."


"Selama proses tersebut, pasien bisa berjalan atau harus memakai kursi roda??" tanya Farrel.


"Bisa berjalan namun harus di bantu penyangga tubuh."


"Kapan ct scan nya??" tanya Farrel lagi.


"Nanti setelah pasien siuman, saya rasa sebentar lagi sadar, jika hasil ct scan nya baik cukup di rawat saja namun jika hasilnya tidak cukup baik pasien harus melakukan operasi."


"Baiklah dok, terima kasih." ucap Farrel.


Setelah bertemu dokter, Farrel dan ayah Tama segera ke bagian administrasi mereka meminta Dinda agar di pindahkan ke ruang rawat intensif vip. Lalu mereka melihat keadaan Dinda sebentar, wanita itu masih memejamkan matanya.


Farrel dan ayah Tama kembali keluar menunggu proses pemindahan Dinda ke ruang rawat.


"Gimana Bang?" tanya Fandy.


"Harus ct scan dulu." jawab Farrel lesu yang tau jika urusannya jadi panjang.


"Lagian lu pagi pagi ngapain nyebrang nyebrang segala sih???" tanya Fandy heran.


"Gue abis beli kopi di cafe depan sebrang kantor."


"Kenapa ga nyuruh ob aja sih lu."


"Udah ga usah di bahas lagi, udah kejadian." ucap Ayah Tama.


"Tapi gue curiga deh, ngapain tuh cewek pagi pagi deket kantor??" ucap Fandy dan langsung membuat Farrel tertegun berpikir.


"Iya juga ngapain dia ada deket kantor gue???Pagi pagi pula????" gumam Farrel dalam hati.


"Tunggu laporan anak buah ayah nanti." ucap ayah Tama tenang.


"Maksud ayah???" tanya Farrel.


"Dari kejadian Safira pingsan ayah udah mutusin kalau istri anak anak dan menantu ayah di jaga orang kepercayaan ayah dari jauh, ayah ga mau sampai ada kejadian buruk." ucap ayah Tama yang ternyata tak hanya Farrel saja yang selama ini di ikuti, tapi semuanya mommy Firda, Farrel, Fandy, Safira bahkan Cindy tunangannya Fandy.


"Aku juga????" tanya Fandy.


"Iya kamu juga, termasuk calon istri kamu." jawab ayah Tama.


"Wooooowwww, jadi berasa kaya artis gue." ucap Fandy spontan, sedangkan Farrel masih diam mencerna.


****


Haiiiiiiiii😉