Couple Absurd

Couple Absurd
Di antara hati



Selepas mommy dan ayah pulang kini hanya tinggak Farrel dan Safira di kamar rawat itu. Farrel dengan setia duduk di kursi samping ranjang Safira. Ada perasaan iba yang menggelitik hati Safira.


Benarkah suaminya ini khawatir mencari nya??


Salahkah dia sudah berprasangka buruk bahwa Farrel hendak menemui wanita titisan mak lampir itu.


"Kenapa ngelamun, ada yang ganggu pikiran kamu?" tanya Farrel yang melihat Safira dari tadi hanya diam memandang langit langit.


"Sedikit." mengamati wajah Farrel hendak menanyakan apa yang ada di benaknya.


"Apa coba cerita sama aku."


"Gimana rasanya ketemu lagi sama Dinda??"


"Hmm.. jujur aku bingung, tapi cuma satu yang aku khawatirin."


"Apa?"


"Aku khawatir dia nyakitin kamu dan kamu pergi dari hidup aku."


"Kenapa khawatirin aku dan takut aku pergi??" Safira butuh alasan kuat, berharap di hati Farrel juga mulai tumbuh benih benih cinta seperti di hatinya.


"Aku sayang dan nyaman di dekat kamu." Ck, jawaban Farrel sungguh naif.


"Hoaaammm..." menutup mulutnya berpura pura menguap, "aku ngantuk Rel." ucap Safira lalu memejamkan matanya menahan buliran kristal yang siap meluncur. Bukan hanya kalimat itu saja yang dia harapkan, sayang bukan berarti cinta kan dan tadi apa katanya???? Farrel bingung???? Artinya hati Farrel masih goyah.


"Ya udah bobo ya, aku temenin." mengusap usap rambut Safira lembut, hingga akhirnya Safira benar benar terlelap.


"Maafin aku Fir, aku akan mengusir semua hal yang mengganggu hubungan kita. Aku ga mau sampai kamu sakit hati gara gara aku." tekad Farrel lalu dia pun terlelap begitu saja, dengan kepala menunduk di ranjang Safira dan badan duduk di kursi.


***


Mentari terbit menyambut hati mommy Firda yang bahagia pagi ini, dia sudah bangun dari shubuh dengan semangat memasak untuk menantu dan calon cucu nya. Calon nenek muda itu sudah selesai memasak yang tentunya di bantu oleh para asisten rumah tangga sehingga lebih cepat. Tepat pukul enam pagi dia sudah siap dan segera berangkat menuju rumah sakit bersama ayah Tama.


Suara alarm di handphone Farrel berbunyi lalu segera bangun dan mematikannya, Safira masih tertidur lelap. Farrel melihat cairan infus yang menggantung hanya tinggal sedikit lagi, dia memencet tombol untuk memanggil perawat dan bergegas ke kamar mandi mencuci wajahnya saja sebelum perawat datang.


Tokk..tokk..


Cklek..


"Selamat pagi pak." sapa seorang suster yang datang.


"Pagi, itu infusan istri saya tinggal sedikit lagi." jawab Farrel lalu menggeser tubuhnya sedikit menunjuk cairan yang menggantung di sisi ranjang Safira.


"Baik pak saya ambil gantinya dulu." lalu undur diri pergi.


"Siapa Rel??" tanya Safira pelan bertepatan dengan suster itu pergi.


Melangkah mendekat ke sisi Safira "Itu tadi aku panggil suster, cairan infusnya udah mau abis."


"Oh iya." Safira mendongakkan kepala melihay infus an.


"Mau di bantu membersihkan badan bu??" tanya suster tersebut, namun baru Safira akan menjawab Farrel sudah menyela terlebih dahulu.


"Ga usah, biar saya saja." ucap Farrel.


"Baiklah, untuk jadwal kontrol ke dokter kan..."


"Nanti kasih tau saya kembali jam berapa waktu kontrol nya sus." sela Safira yang tau apa kalimat selanjutnya yang akan di katakan suster tersebut.


"Baik bu, nanti saya kabari lagi." lalu suster itu pun pergi.


"Kontrol apa?" tanya Farrel namun tak beruntung karna di saat itu juga mommy Firda datang bersama ayah Tama.


"Pagiiii sayang......." sapa mommy saat masuk dengan wajah yang ceria.


❤❤❤


Maaf ya baru update✌ sibuk di dunia nyata😁


Jangan lupa like comment vote kalian..


Oh iya thaa juga mau promosiin novel thaa yang pertama kali thaa tulis yang semlet hiatus, inshaa Allah sekarang mau di garap lagi, Mampir yukkkk!!!!


Spoiler CINTA YANG AKHIRNYA TERUNGKAP!!!!!!!


Bagaikan disambar petir di siang bolong saat dia mengatakan akan segera menikah.


Tuhan apakah aku terlambat???


Siapakah laki laki beruntung yang mendapatkannya??


Apakah selama ini dia tak memiliki perasaan yang sama denganku????


Apa yang harus kulakukan sekarang???


Apa aku harus menyerah sekarang??


Aku kalah sebelum berjuang.


Apa yang harus ku katakan sekarang?


Haruskah aku pura pura bahagia mendengar kabar ini??


Apa dia akan bahagia???


***


yuk baca yuk😉😉😉