Couple Absurd

Couple Absurd
Hasil laporan



Setelah menutup teleponnya dengan Hendra, Farrel bergegas keluar dari kamar mencari Safira. Tujuannya adalah ruang keluarga, pasti Safira ada disana bersama mommy nya.


"Ayah, kok sendirian??? Mom sama Safira mana???" tanya Farrel melihat ayah hanya sendirian duduk di ruang keluarga.


"Tuh lagi pada di dapur, duduk aja bentar lagi juga pada balik." jawab Ayah Tama.


"Oouhhh."


"Gimana keadaan perempuan itu???" tanya ayah Tama namun enggan menyebut nama wanita yang sudah mengkhianati putra nya.


"Ga perlu operasi cukup di therapy aja, tapi untuk beberapa hari ke depan masih harus di rawat kata dokter, gimana hasil laporan anak buah ayah???"


"Syukurlah, nanti tunggu mom sama Safira kesini biar sekalian."


Tak berselang lama datanglah para istri yang sedang di tunggu dua laki laki tampan beda generasi tersebut.


"Udah beres mandi nya??? Untung tadi sekalian di buatin juga jus nya." ucap Safira yang membawa nampan berisi empat gelas jus.


"Udah sayang, sini." ucap Farrel sembari menepuk sofa kosong di sebelahnya.


Safira meletakkan nampan tersebut di meja bersama kua kue basah yang mommy Firda bawa dari dapur juga. Lalu Safira duduk di sofa yang sama dengan Farrel. Mereka ber empat terlebih dahulu menikmati jus dan kue basah itu sebelum membahas wanita titisan mak lampir itu.


"Jadi gimana ayah???" tanya mommy Firda.


"Kemungkinan kecelakaan yang menimpa Farrel itu sudah di rencanakan jika melihat dari CCTV dan juga perkiraan anak buah ayah yang ada di lokasi."


"Anak buah ayah dapat nomor polisi mobil itu??" tanya Farrel.


Ayah Tama mengangguk, "Dapat, sudah di selidiki nomor polisi nya tak terdaftar, ayah sendiri jadi tambah yakin kalau ini di rencanakan."


"Mom udah feelling kayak gitu dari awal." sela mommy Firda.


"Kita ga lapor polisi???" tanya mommy Firda.


"Gimana Rel???." tanya Ayah Tama.


"Kenapa sayang?" tanya Farrel.


"Ini pasti rencana dia supaya ada jalan buat kembali sama kamu, untuk sekarang kita ikutin dulu aja permainan yang dia rencanakan." usul Safira.


"Tapi Fir, aku ga mau rumah tangga kita di ganggu, apalagi kamu lagi hamil. Aku ga mau ambil resiko takut ada apa apa sama kamu nanti." ucap Farrel tak setuju.


"Ayah rasa ide Safira bagus." ucap Ayah Tama.


"Aku bakal jaga diri, kalau sekarang kita lapor polisi belum tentu dia di tangkap, bisa aja bukti bukti dia terlibat ga ada, si pengendara mobil pasti orang suruhan yang udah di bayar, kemungkinan dia di tangkap fifty fifty." ucap Safira lagi.


"Iya wanita ular itu licik, lebih baik kita jerat dia dengan rencana yang dia buat, kita ikuti permainan dia!!!!." sarkas mommy Firda sedikit emosi.


Farrel menghela nafas berat, sungguh rencana ini memang bagus tapi masalahnya kini Safira sedang hamil itu yang Farrel khawatirkan.


"Aku percaya kamu, pleaseee.... Ini buat kebaikan kita juga karena sepertinya dia ga akan berhenti ganggu kita sebelum jera." ucap Safira.


"Tapi aku khawatir sama kamu." lirih Farrel.


"Jangan khawatir kita juga ikut jaga Safira, Rel." ucap Ayah Tama.


"Kasih aku waktu ya, aku pikirin dulu. Besok aku kasih keputusan." pinta Farrel pada akhirnya dan semuanya tentu tak bisa memaksa saat ini hanya berharap semoga besok keputusan Farrel setuju.


"Kita ke kamar dulu ya mom, ayah." ucap Farrel lagi.


"Iya, istirahat dulu sana." ucap mommy Firda.


"Mom, ayah, Fira ke kamar dulu." ucap Safira.


...----------------...


Jangan lupa like + comment😉