
"Mommy udah tau??" tanya Safira.
Mengangguk meng iya kan pertanyaan Safira, "Kenapa?" kata mommy Firda.
"Hmm..feeling aku kok ga enak ya mom, ngerasa aneh aja cewek itu bisa ada deket kantor Farrel di pagi hari." ucap Safira dengan mengerucutkan bibirnya.
"Mom juga sama mikir kayak gitu, kamu tenang aja nanti ayah pulang kita tanya pasti tau." jawab mommy Firda dan bertepatan dengan datangnya ayah Tama dari kantor.
"Duuh lagi apa nih ngerumpi???" tanya ayah Tama sambil menghempaskan tubuhnya di single sofa.
"Nah, ini ayah. Panjang umur lho ayah kita lagi ngomongin ayah." kata mommy Firda.
"Suami kamu udah pulang Fir??" tanya ayah pada menantunya.
"Udah ayah, lagi mandi dulu." jawab Safira.
"Ayah jadi gimana gimana laporan anak buah ayah???" tanya mommy Firda penasaran.
"Ayah baru pulang di ajak ngegosip, ambilin minum dulu sana, haus nih." pinta ayah.
"Ih ayah." rengek mommy Firda.
"Aku aja yang ambilin, ayah mau minum apa???Air putih, kopi, atau jus??" tawar Safira.
"Jus aja Fir." jawab Ayah sambil tersenyum dan Safira pun pergi ke dapur.
"Jadi gimana ayah??" tanya mommy Firda lagi.
"Sabar mom, tunggu Fira balik dari dapur biar ayah ga dua kali cerita."
"Ya udah deh mommy mau nyusul Fira aja ke dapur sekalian ambil kue basah tadi mom pulang dari apartemen Farrel liat ada toko aneka kue basah baru buka, mampir dulu kesitu eh ternyata kue basahnya pada cantik kaya mom makanya tadi borong pas di cobain juga rasanya enak." cerocos mommy Firda.
"Masa???" tanya ayah.
"Bener ayah, tunggu mom ambilin."
"Mom." panggil ayah Tama saat mommy Firda berdiri.
"Apa?"
"Cantik sama enak an mommy kemana kemana." goda ayah Tama sambil mengedipkan mata.
"Ish, dasar ga tau umur." ucap mommy Firda lalu segera melangkah ke dapur.
...****************...
Selesai mandi Farrel tak melihat keberadaan istrinya di dalam kamar, dia segera memakai baju nya lalu mengecek handphone nya. Disana terdapat tiga panggilan tak terjawab dari Dinda dan juga satu pesan dari Dinda.
Message from Dinda :
"Rel, kamu kok lama banget??kapan ke rumah sakit lagi???aku sendirian, manager aku pergi soalnya harus ngurusan syuting aku yg di cancel."
Farrel menghela nafas membaca pesan itu, sungguh dia tak menginginkan ada di posisi ini.
Farrel menghubungi Hendra, seperti nya dia bisa meminta tolong pada sahabatnya yang satu ini. Jika urusan dengan wanita seksi sahabatnya itu akan selalu setuju.
*Tutt...tuut..
Hendra : "Yoooo!!!!"
Farrel : "Kayak lagi happy lu."
Hendra : "Hidup cuma sekali bro,hahahaha...ada apa lu telepon gue??"
Farrel : "Gue kecelekaan tadi pagi, tapi"
Hendra : "Dimana????Kok baru ngabarin gue sekarang???" memotong ucapan Farrel.
Farrel : "Ya elah tunggu dulu jangan nyerocos, dengerin gue."
Hendra : "Ok , sorry."
Farrel : "Gue kecelakaan tadi pagi depan kantor, tapi gue ga apa apa di tolongin sama cewek, tapi ceweknya sekarang ada di rumah sakit, gue mau minta tolong??!"
Hendra : "Syukur kalau lu ga apa apa, tolong apaan??"
Farrel : "Lu bisa ke rumah sakit temenin tuh cewek kagak sekarang??"
Hendra : "Emang tuh cewek ga ada yang nungguin keluarganya???Ceweknya karyawan kantor lu??"
Farrel : "Bukan, dia ga punya keluarga disini cuma ada managernya aja, tapi katanya managernya lagi keluar ngurusin syutingnya yang mesti di cancel."
Hendra : "Manager????Syuting???Ceweknya model????"
Farrel : "Hmmm"
Hendra : "Si Dinda???"
Farrel : "Yes."
Hendra : "Ok gue otw, lu di rumah aja temenin bini lu."
Farrel : "Thanks bro."
Hendra : "Ya*."
Sambungan telepon pun di tutup, Farrel bernafas lega ada Hendra yang membantu nya.
Di tempat lain Hendra tersenyum menyeringai, dia memang laki laki berengsek tapi catat tidak pada semua wanita. Hendra merasa ada yang janggal dengan cerita Farrel, dan kebetulan saat ini dia juga sedang tak ada wanita. Pas bukan ada wanita yang bisa dia manfaatkan sekaligus memberi pelajaran karna telah menyakiti sahabatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like + comment ❤