Couple Absurd

Couple Absurd
Ego seorang wanita



"Pliss jangan minta aku makan itu Fir." ucap Farrel.


Safira hanya diam menunduk tak menjawab, Farel menggaruk kepalanya meskipun tak gatal, dia bingung melihat reaksi Safira yang tak seperti biasanya.


"Ayah aja ya yang makan ini di suapin mommy." Rayu ayah saat sadar situasi seperti apa ini kala mommy Firda menajamkan mata menatapnya.


Safira mendongak lalu menganggukkan kepala nya tanda setuju, mood nya mudah sekali jungkir balik rasanya.


Akhirnya ayah Tama lah yang makan sarapan ala pasien itu di suapi mommy Firda sampai habis tak tersisa.


"Makasih ayah." ucap Safira senang dengan mata berbinar.


"Sama sama Fira." jawab ayah Tama.


"Kamu kenapa sih sayang?? Ada ada aja deh." ucap Farrel sambil mengelus rambut Safira namun di tepis oleh yang punya.


"Diem, ga usah sentuh sentuh." ucap Safira ketus.


Farrel menganga tak percaya, oh sungguh ada apa dengan makhlus PMS ini. Mommy Firda saling berbisik dengan ayah Tama, mommy meminta ayah untuk menyuruh Farrel ke kantor agar tak ikut saat pemeriksaan nanti.


"Ekhm... Rel, ke kantor sekarang bagian keuangan mau penarikan giro." perintah ayah karena untuk penarikan giro di butuhkan tanda tangan dua orang yang berwenang mencairkan dan yang mempunyai wewenang tentu saja ayah, Farrel, dan Fandy.


"Kenapa ga ayah aja??? Aku mau temenin Safira nanti kan dokter mau periksa." tolak Farrel.


"Kan ada mommy sama ayah, ayah di kantor juga lagi ga ada kerjaan yang urgent atau pun meeting."


"Ayahhhh." rengek Farrel.


"Ga usah kayak gitu, udah pergi sana!!! Kamu berani nolak yang punya perusahaan???" tanya ayah akhirnya menunjukan taringnya.


"Hobi hobi bawa bawa jabatan, ya udah Farrel pergi. Tapi temenin Safira jangan kemana mana mommy sama ayah sampai Farrel balik lagi."


"Iya iya." jawab mommy dan ayah kompak.


Mendelik kesal, "Jangan lupa nanti kabarin aku juga kalau dokter udah periksa Safira, udah boleh pulang atau belum tanya sekalian." ucap Farrel


"Iya nanti mom tanyain."


Safira merasa hangat dengan perlakuan Farrel yang seperti ini, ingin rasa nya dia memberitahu Farrel bahwa hasil pemeriksaan darah kemarin dirinya di nyatakan hamil dan hari ini untuk pertama kalinya akan melihat calon anaknya. Selesai mengganti pakaian Safira, Farrel membawa istrinya kembali ke atas ranjang.


"aku ke kantor dulu sebentar ya ga lama kok." ucap Farrel sambil menggenggam tangan Safira.


"Ya." jawab Safira.


"Ya udah, aku pergi ya. Mom jangan lupa pesen aku."


"Iyaaaaa." jawab mommy Firda.


Farrel pun pergi dari rumah sakit langsung menuju perusahaannya, beruntung dia mempunyai ruangan pribadi di dalam ruangan kantornya. Ruangan pribadi berisi seperti kamar lengkap dengan ranjang dan lemari berisi pakaian serta kamar mandi, sehingga Farrel tak usah repot repot pulang dulu ke apartemennya untuk membersihkan diri dan mengganti baju nya.


***


Di rumah sakit.


Tok..tok...


Mommy melangkah membukakan pintu, dan yang mengetuk ternyata seorang perawat memberitahukan bahwa sekarang waktu nya pemeriksaan dengan dokter obygn. Perawat itu datang dengan membawa satu buah kursi roda.


"Mari bu, saya bantu." perawat itu membantu Safira pindah dari ranjang ke kursi roda.


"Makasih sus." Safira duduk di kursi roda di dorong oleh perawat tersebut di ikuti oleh mommy dan ayah menuju ruang pemeriksaan dokter obygn.


Safira gundah gulana, sekarang otak dan hati nya seolah olah sedang berperang. Otaknya tetap dengan ego nya melarang memberi tau Farrel namun hati nya ingin memberi tau Farrel bagaimanapun ini anak mereka dan ini juga pemeriksaan pertama sebagai seorang istri juga seorang wanita dia ingin di temani oleh suaminya.


"Berhenti sebentar sus." pinta Safira saat plang ruang pemeriksaan dokter obygn sudah terjangkau oleh penglihatannya.


"Mom." panggil Safira menoleh ke belakang.


❀❀❀


Kenapa ya????πŸ€”


Like n comment guys dont forgetπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰