Couple Absurd

Couple Absurd
Deal



"Oke satu kamar, tapi gue ga mau lakuin hubungan suami istri sebelum ada cinta diantara kita." ucap Safira jelas.


Glek...glek....


"Ini syarat yang berat bagi Farrel berdua di kamar tanpa melakukan hal apapun apalagi perempuan ini akan menjadi istrinya, halal tapi hanya bisa dilihat, eh tapi tunggu kalau yang lainnya masih boleh kan,dia cuma bilang ga mau ngelakuin hal intinya aja, gapapa nyicil dulu kan bisa." pikir Farrel dalam hati dan otaknya sembari tertawa licik.


"Oke, gue sanggup terima ketiga syarat yang lu ajuin. Jadi lu setuju kita nikah?" ucap Farrel


"Oke."


"Lu mau konsep wedding kayak apa? Lu boleh nentuin konsep nya tapi waktu sama tempatnya gue yang tentuin."


"Gue mau tema classic romance."


"Kayak apa itu?"


"Dekorasi yang di dominasi banyak bunga Rel, tapi gue pengen warna nya dominan putih dan pink, tapi ada sedikit ungu dan biru. Terus lampu lampu gantung yang ngasih kesan romantis. Teru...."


"Stop..stop...stop cantik...udah ya, nanti lu bicara langsung sama wedding organizer nya aja ya." ucap Farrel memotong perkataan Safira seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Mendengus sebal "Hishh, tadi kan lu yang nanya."


"Iya iya gue yang nanya. Satu bulan lagi kita nikah nya." ucap Farrel enteng.


Brakkk..


"HAHHHHH" berdiri sembari menggeprak meja sungguh dia kaget, tak habis pikir dengan jalan pikiran Farrel mereka baru saja kenal dan dia bilang akan menikah satu bulan lagi. Bukan hanya itu saja, tapi apakah satu bulan cukup untuk mempersiapkan pernikahan.


Safira duduk kembali "Lu pikir nikah gampang Rel, ya kalau cuma nikah di KUA aja mah besok juga bisa."


"Oh Ya Tuhan... come on Fir....kalau ada uang waktu satu bulan cukup..Lu tenang aja, okay?"


"Terserah lu deh."


"Besok gue ke rumah ya bicara sama nyokap bokap lu."


"Eh...jangan ngedadak gitu donk...Gue besok kerja, lusa aja hari Sabtu lu datengnya."


Mengetikan nomornya lalu memberikan handphone kembali pada pemiliknya "Nih"


"Udah gue sent whatsapp yaaa."


Selesai makan mereka langsung pulang, Farrel terlebih dulu mengantar Safira ke rumahnya, setelah itu dia memacu mobilnya ke rumah utama. Dia akan langsung memberi kabar rencana pernikahan pada orangtuanya.


Tiba di rumah utama pukul delapan, biasanya setelah makan malam kedua orangtuanya sedang bersantai di gazebo taman belakang menikmati indahnya malam.


Betul sekali perkiraan dia, orangtuanya ada disana.


"Malam ayah, mom." sapa Farrel pada orangtuanya sambil memeluk mommy Firda.


"Malam sayang." balas sang mommy.


"Tumben kamu kemari ada apa?" ucap ayah Tama.


"Aku mau ngasih tau ayah sama mommy, bahwa aku akan nikah satu bulan lagi." ucap Farrel.


"Nikah sama siapa Rel? sama cewek cewek sewaan kamu??." sarkas ayah Tama.


"Bukanlah yah, sama sepupu nya Daffa. Namanya Safira."


"Oh iya... berapa usianya sayang, kalian pacaran? Ko mommy ga tau sih, Daffa juga ga pernah bilang sama mom kalau sepupunya pacaran sama kamu."


"Kita udah agak lama kenal mom, cuma emang ga pacaran tapi akhir akhir ini kita udah deket banget dan emang Safira nya ga pengen pacaran mom, takut gagal karena sebelumnya dia pernah berhubungan tapi gagal saat acara pertunangan jadi mungkin trauma kalau pacaran pengennya langsung nikah." cerita Farrel yang sebagiannya adalah bohong.


"Oh gitu.. kasian sekali pantas ga mau pacaran lagi." ucap mommy.


"Bawa besok malam kesini." ucap ayah tegas tak menerima bantahan.


"Oke ayah."


************