
LIKE DULU SEBELUM MEMBACA🙏
Farel membangunkan Safira pagi pagi sekali mereka akan berjalan kaki ke pantai untuk melihat sunrise. Resort milik keluarga Farrel yang berada di tepi pantai Sanur strategis untuk melihat matahari terbit maupun terbenam dan pantai Sanur juga sangat cocok dikunjungi bersama keluarga karena terkenal dengan ombaknya yang tenang dan pasir putih yang lembut. Selain bisa berenang, bermain jetski atau berjalan di dasar laut, juga bisa jogging dan bersepeda karena sudah dibangun jalur khusus di bibir Pantai Sanur.
Farrel dan Safira beranjak ke bibir pantai jam enam untuk menyaksikan matahari terbit.
Farrel berjalan menggandeng tangan Safira, hingga sampai di bibir pantai Farrel baru melepaskan genggaman itu, Hembusan angin menerpa membuat rambut sepunggung Safira yang tak di ikat berterbangan dan hawa dingin sedikit menghunus tubuh, suara ombak pelan berdeburan bagai nyanyian alam yang merdu di pagi yang sunyi. Hanya ada beberapa orang yang datang ke pantai menyaksikan sunrise.
Safira meletakkan tangannya di dada, memeluk dirinya sendiri samil menggosok gosokan jarinya pada lengannya.
"Dingin ya??" ucap Farrel memeluk Safira dari belakang.
"Hmm, soalnya belum ada matahari." jawab Safira menikmati rasa hangat pelukan Farrel.
"Bentar lagi juga matahari nya terbit, kamu suka pantai???" tanya Farrel.
"Suka banget."
"Boleh aku minta sesuatu???" tanya Farrel.
"Hmm...apa?"
"Kita tidak akan pernah menemukan pantai saat kita melawan arusnya yang kita akan temui justru mata air. Tapi, ketika kita ikuti arus, kita pasti menemukan pantai. Gue mau hubungan kita mengikuti arus tanpa berniat melawannya agar bisa menemukan kebahagiaan yang kita cari" ucap Farrel puitis membuat Safira menoleh mendongakan kepalanya.
"Iya.. gue ga akan ngelawan arus." ucap Safira mengangguk tersenyum lalu kembali melihat ke depan.
"Tau ga??" tanya Farrel.
"Ngga, apa?"
"Gombalan receh ga mempan sama gue." elak Safira beruntung Farrel di belakangnya tidak melihat pipinya yang memerah.
"Liat mataharinya udah mulai terbit indah ya seindahnya senyuman lu." gombal Farrel lagi.
"Gue mabuk kayaknya Rel." ucap Safira pelan supaya meyakinkan Farrel akan aktingnya. Memang Farrel aja yang bisa ngerjain Safira dengan gombalannya.
"Hah kok bisa?" ucap Farrel heran lalu melepas pelukannya membalikan tubuh Safira.
"Iya gue mabuk pengen muntah sama kata kata lu, hahahahhaha" ujar Safira tertawa.
"Lu ngerjain gue??Berani hah berani??" tanya Farrel lalu menggelitik perut Safira.
"Ampuun ...hahahh...ampun..." ucap Safira tertawa lalu berlari meninggalkan Farrel.
"Oooh mau kabur sekarang, awas ya Fir kalau ke tangkep." teriak Farrel lalu berlari mengejar Safira.
Dua insan yang sedang dalam tahap saling mengenal saling berlarian di bibir pantai sambil tertawa riang di temani mentari yang baru saja terbit. Mereka sedang sama sama berusaha menyembuhkan hati yang terluka. Menyimpan luka hanya akan semakin mematri lebih dalam rasa sakit, tapi dengan melepaskan luka justru membuat hati cepat pulih. Hati akan lupa bagaimana rasanya dulu menahan sakit, terkadang Tuhan mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum mempertemukan kita dengan orang yang tepat.
****
Happy fasting everyone😉
Jatuh cinta memang fase yang paling indah, tapi jangan terlalu mudah.
Mencintai dan dicintai adalah dua hal yang akan kita alami dalam kehidupan. Ada proses yang begitu menyenangkan sebelum akhirnya kita memutuskan untuk menjatuhkan hati kepada seseorang, Jatuh cinta.