
"Gue belum tidur, tadi cuma meremin mata doank nungguin lu." ucap Farrel.
"Ohhh.." kata Safira singkat lalu berbalik kembali menuju tempat tidur dan merebahkan badannya disana.
"Udah mau tidur?" tanya Farrel.
"Iya, capek banget gila hari ini. Kaki gue rasanya sampe kebas berdiri lama pake heels tinggi banget." ucap Safira menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Oh ya udah istirahat aja." ucap Farrel.
"Lu ga tidur?" tanya Safira dengan mata yang terpejam.
"Bentar lagi tidur, gue lagi balesin dulu chat anak anak." jawab Farrel namun tak ada sahutan lagi di atas ranjang sana seperti Safira benar benar terlelap karena lelah.
"Hmmm...malah di tinggal tidur pas malem pertama..nasib ..nasib." gumam Farrel lalu kembali membaca chat grup gesrek di handphone nya sementara chat lainnya yang mengucapkan selamat atas pernikahan dia abaikan mungkin besok baru dia balas chat chat itu .
**Chat grup gesrek
Hendra : "Hallo...test....test..."
Juan : "1....2...3...test."
Daffa : "Ssstttt... jangan berisik."
Hendra : "Gue taruhan si Farrel lagi ngrokok di balkon."
Juan : "Gue taruhan si Farrel lagi co*i di toilet."
Daffa : "Gue taruhan si Farrel lagi ngenes meratapi nasib tidur di sofa."
Farrel yang di buat geram membaca chat chat sahabatnya itu.
Farrel : "Berisik lu pada.. gue lagi ngelonin bini gue, ntar bangun lagi."
Juan : "Prett."
Hendra : " No pict sama dengan hoax."
Farrel tak bisa dirinya di olok olok seperti ini, dia tak boleh kalah, akhirnya dia mendekati tempat tidur lalu memastikan Safira benar benar sudah terlelap, setelah yakin Safira terlelap dia segera naik ke tempat tidur merebahkan badannya lalu mengangkat kepala Safira dan menjadikan lengannya sebagai bantalan kepala Safira. Dia memposisikan diri Safira seperti tertidur dalam dekapannya, di tutupinya badan Safira hingga leher oleh selimut lalu dia mengambil potret selfie dan mengirimkannya ke grup gesrek.
Farrel : " Berisik lu semua, pada ga percayaan nih bini gue tidur kasian kecapean, gue juga cape mau tidur dulu sebelum serangan fajar, bye jomblo jomblo ngenes dan suami takut istri."
Setelah itu dia mematikan handphone nya tanpa penasaran apa tanggapan sahabat sahabatnya itu*.
Posisi ini membuat Farrel nyaman mendekap istrinya, Safira pun menyusupkan kepalanya ke dada Farrel mencari kenyamanan tidurnya membuat Farrel menahan sesuatu yang bangun di bawah sana. Namun karena dia pun sama merasa lelah jadi akhirnya ikut terlelap dengan merapatkan pelukannya pada Safira.
Sinar mentari pagi menyelinap masuk melalui tirai kamar. Safira menggeliat dalam tidurnya lalu mengucek ucek matanya, Farrel terbangun merasa pergerakan kecil di dalam pelukannya. Posisi mereka benar benar tak berubah semalaman.
"Udah bangun?" tanya Farrel sambil merapihkan anak rambut Safira.
"Mmm...udah." jawab Safira.
"Lu cantik banget sih bangun tidur gini." goda Farrel.
"Ga usah gombal masih pagi Rel." jawab Safira.
"Nyenyak ya tidur di peluk gue?." tanya Farrel.
"Eiitts... lu ya yang meluk bukan gue.. Eh ,nih tangan lu ga pegel." kata Safira sambil mengangkat kepala nya dan sedikit bergeser ke bantal namun tak bisa jauh karena Farrel masih memeluknya.
"Iya iya gue yang meluk, ga pegel buat lu, sini ngapain pindah sih." ucap Farrel lalu mengangkat kepala Safira memposisikan seperti semula.
"Diem kaya gini, gue lagi menikmati pagi pertama gue meluk istri gue yang cantik."
"Jam berapa ini Rel?" tanya Safira.
"Ga tau, gue juga baru bangun belum buka handphone."
Kruyuukkkk kruyuukk...
*****
Happy fasting everyone😉