
Dinda sudah di pindahkan ke ruang rawat vip, sekarang hanya tinggal Farrel dan Fandy karena ayah Tama harus ke kantor untuk meeting dengan klien.
"Eugh." desah Dinda saat sadar dan merasakan badannya sakit.
Farrel dan Fandy yang sedang duduk di sofa pun langsung menghampiri Dinda.
"Udah sadar??" tanya Farrel sambil memijit tombol memanggil perawat.
"Udah, kamu ga apa apa??" tanya Dinda.
"Ga apa apa, thanks." ucap Farrel masih dengan nada datar.
Tak lama seorang perawat masuk memeriksa keadaan Dinda dan membawa Dinda ke ruang ct scan. Farrel dan Fandy tentu mengikuti di belakangnya.
❤❤❤
Sore hari Farrel pulang ke rumah utama bersama Fandy karena istrinya di bawa oleh mommy Firda kesana.
"Sayang...." panggil Farrel saat membuka pintu kamarnya yang ada di rumah utama.
"Iya Rel bentaaaarrr!!!" jawab Safira sedikit berteriak dia sedang ada di dalam kamar mandi.
Farrel menghempaskan tubuhnya di atas sofa, lalu mengurut urut keningnya sungguh hari ini dia lelah dan waktu terasa sangat lama di lalui.
"Gimana keadaannya???" tanya Safira yang baru keluar dari kamar mandi.
"Siniiii..." pinta Farrel menepuk nepuk sisi yang kosong di sofa.
Wanita hamil yang sudah sedikit terlihat perutnya membuncit itu pun duduk di samping Farrel.
"Gimana kabar bumil kesayangan aku sama baby peanut hari ini???" tanya Farrel sambil mencium perut Safira lalu mencium kening Safira dan terakhir memeluknya.
"Baik." jawab Safira.
"Rewel ngga ini???" tanya Farrel lagi melepaskan pelukannya dan mengusap baby peanut.
Safira menggeleng kepala sambil tersenyum "Gimana keadaan cewek itu??" tanya Safira lagi to the point karna sudah sangat penasaran.
"Luka luka ringan sama kaki nya masih penyembuhan, syukurnya ga perlu operasi." jawab Farrel, Safira memang sudah di beritahu tadi di telepon siapa orang yang menyelamatkan Farrel olehnya karena takut jika Safira tau dari orang lain.
"Terus sekarang dimana??"
"Dia ga minta kamu temenin??" tanya Safira penasaran, entahlah hati kecilnya merasa sedikit curiga dan janggal dengan kejadian ini.
"Udah ada manager nya yang nemenin." jawab Farrel yang enggan menceritakan lebih detail lagi bagaimana tadi dia harus mencari alasan saat akan pulang bersama Fandy. Dinda memaksa ingin dia temani padahal sudah ada manager dirinya yang menemani disana.
"Oouhh."
"Sayang, aku mandi dulu ya." ucap Farrel berdiri setelah Safira mengangguk setuju.
Selepas Farrel pergi ke kamar mandi, Safira masih duduk di sofa dia masih berpikir keras tentang kecelakaan yang menimpa Farrel pagi tadi.
Setelah berpikir berkali kali akhirnya dia memutuskan untuk menemui mommy Firda, dia yakin jika ibu mertuanya itu pasti lebih tau.
"Mommm." panggil Safira sambil menuruni tangga.
"Firaaaaaa pelan pelan jalannya liat ke bawah." jerit mommy Firda yang asalnya sedang duduk di sofa ruang keluarga bersantau langsung berdiri melihat Safira menuruni tangga dengan sedikit cepat.
"Hihihii" Safira terkekeh lalu memperlambat langkah kakinya hingga tiba di depan mommy Firda.
"Maaf mom tadi aku terlalu semangat mau nemuin mommy." ucap Safira sambil memamerkan deretan gigi nya, Safira dan mommy Firda memang sudah sangat dekat sungguh seperti ibu dan anak bukan mertua dan menantu.
"Udah nanti pindah aja ke kamar yang bawah ya buat sementara, mommy ngilu liat kamu naik turun tangga." ucap mommy Firda.
"Okee mom." cengir Safira.
"Ada apa buru buru nemuin mom, bukannya Farrel baru sampe??" tanya mommy.
"Iya udah sampe tuh lagi mandi, ada yang mau aku tanyain ke mom." ucap Safira
"Apa???"
"Mommy tau orang yang nyelamatin Farrel?" tanya Safira terlebih dahulu.
"Wanita ular itu kan." jawab mommy Firda.
****
😁😁😁😁
Dinda lawan emak emak nih, cari mati aja ya🙈🙈