CARMEN

CARMEN
CEMBURU



suasana di stasiun kereta masih lengang, Brian sudah duduk manis menunggu pacar tersayangnya yang beberapa menit lagi akan sampai. Sedari pagi mereka sudah saling berbincang via telpon. Kangen rasanya Brian kepada cewek yang baru saja ia pacari itu. beberapa potong roti dan kopi panas di gelas sudah hampir habis. Namun belum ada tanda-tanda kereta akan datang.


Ia kembali mengetik beberapa pesan kepada Carmen. Kenapa ia begitu lama dan tidak sesuai jadwal. Belum selesai ia mengirim pesan suara khas kedatangan kereta terdengar. Buru-buru Brian berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. Setelah celingak-celinguk mencari seseorang yang, sepasang matanya berhasil menemukan cewek cantik dengan rambut yang ia ikat satu ke atas.


"Udah lama ya?" Tanya Carmen basa-basi. Brian hanya merengut.


"Maaf ya," lanjut Carmen sembari tersenyum manis. Sungguh Brian langsung merubah ekspresi wajahnya dengan senyuman yang tak kalah manis.


Mereka menuju mobil dan berlalu meninggalkan stasiun.


"Kenapa bisa telat banget,"Tanya Brian.


"Iya tadi lama distasiun sebelumnya,"Jawab Carmen.


"Kamu udah makan belum?"


"Belum kalo sekarang, hahaha,"


Brian menghentikan mobilnya di sebuah restoran cepat saji. Ia lalu mengajak Carmen makan sebelum lanjut pulang.


"Kamu seneng banget kayaknya setelah pulang," Tanya Brian.


"Iyalah, udah lama enggak pulang. kebetulan kakak juga pulang," Jawab Carmen. Mereka lalu saling bercerita banyak hal sampai larut malam.


Setelah sampai apartemen Brian sengaja memberi waktu istirahat Kepada Carmen. Ia memilih pulang sedangkan Carmen sudah duduk di sofa rumahnya. Ia menyalakan TV meski tak ada niat menonton. Rumah terlalu sepi untuk dia. Tak lama panggilan dari mami Nita, yah semenjak Carmen tinggal dirumah Brian. Tante Nita begitu perhatian pad Carmen bahkan seperti namanya sendiri di kota S.


-Kamu udah sampai apartemen kan sayang?


-udah Tante..baru aja sampai


-yaudah istirahat tidur jangan malam-malam


-iya Tante...makasih ya Tante.. sayang deh


panggilan di tutup dan Carmen berdiri menuju kamar mandinya. Sebelum tidur ia ingin membersihkan tubuh lelahnya. Hingga pukul 11 malam ia sudah terlelap dalam kamarnya dengan tv yang masih menyala.


####


Pagi ini Carmen sudah di kampus dan memulai perkuliahan. Ia sudah mengirim pesan singkat kepada Brian untuk berangkat ke kampus lebih pagi. Sedangkan Brian baru kuliah nanti jam 10. Carmen sedikit tidak fokus dengan kuliah pagi ini. terlebih ia mendapat kabar bahwa ia akan jarang digunakan di Good idea dengan alasan tak masuk akal. Meski sebenarnya ia tahu betul alasannya.


"Tumben tadi berangkat sendiri?"Tanya Rio.


"Iya ...kita kuliah pagi banget, Kak Brian nanti jam 10,"


"eh loe sering banget diantar jemput kak Brian?"Tiba-tiba angel ikut obrolan. Rio dan Carmen langsung kaget bukan kepalang.


"Iya..ehm kebetulan aja,"


"Masa gitu? kalian ada hubungan ya?"Tanya angel menyelidik.


"Kalian bertiga, kenapa bisik-bisik?"Tanya dosen. Seketika mereka diam. Carmen menghela nafas. 'Untung aja,'Gumamnya.


"Setelah kelas loe ada agenda kemana?" Tanya Rio.


"Mungkin ikut latihan futsal. udah lama banget gak pernah latihan,".


"Loe sih,, pacaran Mulu,"


"Enak aja. Gue kan di good idea juga banyak kerjaan,"


"ngomong-ngomong tentang good idea. Kayaknya loe tertekan banget disana?"


"Gue baru tau Yo, CEO good idea mantan pacar gue SMA dulu," kata Carmen. ia nampak tidak begitu nyaman terlihat dari ekspresi nya.


"Daniel?" Tanya Rio.


"Loe tau dari mana? kita kan baru kenal pas kuliah?"


"Yee loe lupa ya, kita kan pernah cerita-cerita masa lalu dulu," jawab Rio. Carmen hanya manggut-manggut. pesanan datang. sambil makan Carmen terus menceritakan keluh kesahnya. Ia tidak mungkin cerita ke Brian. Bisa-bisa ia tidak diperbolehkan ke good idea.


"loe tau Brian kan? kalo udah marah, atau cemburu susah banget nebaknya,"


"Tapi loe harus ngomongin ini ke dia, yah biar enggak ada lagi salah paham kedepannya,"Saran Rio.


Carmen seperti berpikir sesuatu dan ia akhirnya memutuskan untuk menceritakan tentang Daniel kepada Brian. Nanti sepulang kampus mungkin ia akan bertemu Brian di lapangan futsal. setelah menikmati sarapan nya, mereka berlanjut untuk kelas berikutnya. bersamaan dengan itu, Brian juga sudah duduk manis di kelasnya.


Ia nampak gelisah karena belum juga mendapat pesan dari Carmen. padahal gadis itu sudah janji akan mengabari kalo sudah selsai kelas. Hingga kelas dimulai Carmen belum juga memberi kabar, hal ini berakibat pada kelasnya. Ia banyak tidak fokus sampai Dony berkali-kali mencubit lengannya.


Lapangan sudah begitu ramai, Carmen masuk dan disambut oleh kapten futsal putri.


"Lama juga loe enggak latihan?"


"Maaf kak, karena ada kerjaan, Tapi aku janji akan membagi waktu,"


"Yaudah loe ganti baju, 10 menit lagi sudah di lapangan buat pemanasan ya," katanya.


Carmen berjalan menuju loker. 5 menit kemudian ia sudah berada di lapangan dan mengikuti teman yang lain untuk pemanasan. Sudah hampir sejam Carmen berada di lapangan, keringatnya sudah bercucuran. ia lalu berjalan ke pinggir lapangan dan meneguk sebotol air sambil mengelap keringat. Matanya mengarah ke lapangan cowok yang berada di sebelah kanan lapangan cewek. Ia terus mencari-cari sosok pacar gantengnya dan tadaaaa Brian sedang berlari menggiring bola Dengan santainya.


"Pantes aja banyak cewek jatuh cinta sama dia, emang keren gitu kalo di lapangan,"Gumam Carmen. Brian yang mengetahui diperhatikan oleh Carmen hanya senyum malu-malu sambil berjalan keluar lapangan. Ia lalu duduk di banch pemain dan satu orang menggantikan. Sebenarnya ia ingin sekali menghampiri Carmen, namun ia teringat pesan Carmen untuk sementara jangan sampai ada yang tahu tentang hubungan mereka.


"Aku kasih apa enggak ya?"Tanya Carmen pelan. Ia masih menimang-nimang keputusannya. Ia bersiap untuk berdiri dan memberikan minum ke Brian sampai ia melihat cewek cantik, tinggi, putih sedang duduk di sebelah Brian. Ia nampak begitu akrab dengan Brian dan cowok itu juga tidak ada keinginan untuk menghindar. Dilihatnya lagi cewek itu memberikan minuman pada pacarnya.


"Siapa cewek itu?"Tanya Carmen dalam hati. Ia masih memperhatikan aktifitas keduanya. hatinya panas, telinganya memerah bahkan matanya tak berkedip melihat keduanya. Terdengar bisik-bisik beberapa orang disebelahnya yang mengatakan bahwa mereka ada pasangan serasi.


"Dasar kamu Brian,,, dasar palyboy," Gumam Carmen lagi. Ia lalu pergi ke loker, membereskan barang-barang nya dan berjalan keluar lapangan. Brian yang sedari tadi berusaha menghindar dari Aurel tak sengaja melihat Carmen yang keluar. Ia lalu melepas tangan Aurel yang sudah mengelap keringatnya.


"Stop Aurel, kamu enggak lihat kita di tempat umum? Jangan jadi cewek murahan buat kamu yang terlalu baik," Kata Brian. Ia lalu berlari ke loker dan mengambil tasnya. Sambil memakai jaket ia berjalan keluar lapangan mengejar Carmen. firasatnya tidak enak, ia melihat Carmen keluar dengan wajah tertunduk. 'Aku yakin dia salah paham' pikirnya.


####