CARMEN

CARMEN
MENDADAK VIRAL



Berita kedekatan khusus antara Carmen dan Brian secepat kilat menjadi gosip hangat tak hanya di akun media sosial tapi juga di kalangan kampus. Carmen yang bangun tidur langsung dibanjiri pertanyaan dari teman-temannya merasa ragu untuk pergi ke kampus. Mama papanya sudah berangkat ke kota M subuh tadi karena mereka harus masuk kantor, Carmen masih menatap cermin kamarnya. Ia lalu menggaruk kepala meski tidak gatal, matanya masih setengah mengantuk tapi hatinya makin deg-degan saja.


"Mati gue, netijen gak ada akhlak semua. Ya masak mau gosipin gue online gini, kan gue jadi tahu," Katanya sambil mengscroll layar ponsel. Ia lalu terkejut melihat panggilan masuk, Brian.


-halo kak


-kamu gak papa kan Carmen?


-ehmm yang di akun line post hari ini ya?


-iya


hening sesaat


-carmen?


-enggak apa-apa kok kak.  Lagian enggak ada apa-apa diantara kita


Brian terdiam. Ia lalu menutup telponnya setelah menyuruh Carmen segera bersiap ke kampus. Ia bahkan bersedia menjemput Carmen. Ponsel ia buang begitu saja di kasur, ia lalu pergi ke kamar mandi dan bersiap berangkat. Semua sudah siap, barusan Brian telah sampai di lobi apartemen. Carmen membiarkan rambutnya terurai, memakai kacamata dan mencari masker. hari ini ia harus tertutup agar tidak dikenali.


"Kamu aneh banget," Tanya Brian setelah Carmen masuk mobil. Ia memperhatikan penampilan Carmen, menggunanakn jaket, kacamata dan masker.


"Enggak perlu aku kasih tau kan sampai kayak gini," Jawab Carmen. Brian hanya tersenyum tapi juga khawatir.


Mobil melaju menuju kampus, sesampainya di parkiran, Carmen langsung turun meninggalkan Brian yang masih di mobil. Ia lalu berjalan di koridor meski masih bisa dikejar Brian. Carmen menunduk pasrah saja karena Brian malah berjalan di sampingnya.


"Kak jangan jalan disebelahku," Kata Carmen setengah berbisik. Brian malah memasang muka dingin dan cuek. Carmen mulai memahami sifat Brian, cara pertahanan diri yang dia lakukan adalah cuek dan dingin. Tapi hal itu berbeda ketika hanya mereka berdua, ia nampak hangat dan suka bercanda. Seperti telah dikomando, Carmen melakukan hal yang sama.


"eciye, yang lagi viral karena dekat sama KAk Brian," Kata Rio setelah melihat Carmen sampai kelas. Beberapa teman lainnya memperhatikan percakapan keduanya. Carmen lalu duduk di kursi pojok berharap ia tidak menjadi pusat perhatian. Meski saat ini Carmen kurang nyaman dengan keadaan yang ada, ia masih bersyukur teman-teman seangkatannya bukanlah tipikal orang yang keterlaluan. Mereka tetap memberi Carmen ruang untuk diam meski banyak dari mereka mulai kepo dengan kedekatannya.


"Yakin loe enggak ada hubungan apa-apa sama kak Brian," Tanya salah satu temannya. Carmen hanya mengangguk.


"Loe tau enggak Car, KAk Brian kan emang terkenal banget dingin dan cuek. Bisa kenal an dekat sama dia itu benar-benar keberuntungan loe," Sahut yang lain.


"Eh, gue kasih tau ke kalian ya? gue tetap jadi bliebers kok tenang aja," Sahut Carmen yang diselingi tawa yang medengarkan.



Sementara Brian sudah duduk di kelasnya dan membuka buku untuk ia baca. Sudah menjadi kebiasaanya membaca buku sesampainya di kelas. Jarang sekali ia beinteraksi dengan teman-temannya. Apalagi sekarang dengan viralnya hubungan kedekatan ia dan Carmen. BUkan dia tidak tahu bagaimana hebohnya kampus, ia hanya berusaha tetap tenang meski ia begitu khawatir engan Carmen. Cewek itu terlihat sangat terbebani dan gugup dengan keadaan saat ini.


"Loe masih bisa baca dengan tenangnya disini, sementara Carmen lagi ditanya sana sini, " Ucap Dony. Brian menutup bukunya setelah sahabatnya itu juga iut berkomentar.


"Kita baik-baik aja," Jawabnya singkat. Dony menggelang-gelengkan kepala. Ia bgitu heran dengan sahabatnya itu.


"Kalo loe emang suka sama cewek itu, yaudah ngomong aja," Sahutnya.


"Semua butuh timing yang tepat," .


"Gue udah enggak ada niatan buat ngasih dia harapan atau apalah," Jawab Brian membuat Dony lega.


"Akhirnya loe bisa move on juga dari mantan loe itu, seneng gue," Katanya. Perkuliahan dimulai setelah dosen sudah memasuki kelas. Meski begitu Brian tidak bisa fokus kali ini. Pikirannya masih melayang-layang memikirkan banyak hal. Tentang Carmen, Aurel dan bagaimana mengatasi keduanya. Setelah 5 tahun akhirnya ia memiliki kehidupan yang menggairahkan. Pertemuannya dengan Carmen benar-benar membuatnya sadar bahwa selama ini ia hanya perlu mencari pengganti Aurel dan mengikhlaskan semuanya.



Carmen baru saja selesai menemui Pak Bundi salah seorang dosen sekaligus mentornya dalam potografi. Dosennya itu memang telah mengetahui kemampuan Carmen dan berjanji akan terus menjadi mentornya. Ia baru saja merekomndasikan Carmen untuk magang part time jobs di salah satu studio advertisiment milik keponakannya. Dengan rekomendasi itu, Carmen berencana akan menuju kantor itu karena kebetulan tidak ada kuliah. Dengan muka bahagia ia lalu menemui Sahabatnya Rio dan pergi makan siang di foodcourt.


"Good Idea itu kan emang perusahaan bagus Car, wah beruntung banget loe," Sahut Rio setelah ia mendengar cerita Carmen.


"Iya, dari dulu salah satu impian gue," Jawab Carmen.


"Gue bisaa jadi photografer disana," Lanjutnya. Rio sudah fokus pada makananya.


"Tapi sori ya besok gue gak bisa nemenin," Kata Rio. Carmen hanya mengangguk. Ia berencana kesana sendirian saja.Sedangkan Rio malah mengetik sesuatu di ponselnya dan mengirimkan ke Brian. Tak lama kemudian Carmen melotot setelah membaca isi chat Brian.


"Kenapa Car, kesedak bakso loe," Tanya Rio melihat ekspresi Carmen.


"Kenapa Kak brian tau ya kalo gue besok mau ke Good Idea?" Jawab Carmen. Rio mengangkat bahu.


"Jadi sama dia?" Tanya Rio. Carmen mengangguk.


Carmen sudah bersiap kembali ke apartemennya sebelum akhirnya melihat mobil Brian. Ia lalu membalik badan berharap Brian tidak tahu, Bukannya terhindar Brian malah turun dari mobil dan menepuk pundaknya.


"Kenapa? kamu ada apa? ayo pulang," Kata Brian. Carmen menoleh kanan kiri melihat keadaan sekitar.


"Aman, sepi," Gumamnya lalu berjalan ke mobil. Brian melihat tingkah laku cewek yang sedang ia taksir itu hanya geleng-geleng saja. Ia lalu masuk mobil.


"Udahlah enggak usah dianggap serius," Kata Brian.


"Aku cuma belum terbiasa aja kak, mendadak viral kayak artis aja," Jawab Carmen.


"Oh iya kak, besok kalo kamu emang sibuk banget ga papa aku berangkat sendiri aja. Aku gak mau ngerepotin Kak Brian," Lanjut Camen.


"Kalo kamu keberatan deket sama aku pas di kampus okelah aku masih bisa terima. Lah ini jelas-jelas udah diluar kampus. Yakin kamu enggak ngasih aku kesempatan?" JAwab Brian membuat Carmen salah tingkah.


"Bukan gitu kak, kesannya aku jadi ngerepotin Kak Brian aja,"


"Buat kamu apa sih yang ngerepotin aku? enggak ada kali," Jawab Brian.


"Makasih Kak Brian," Kata Carmen. Brian mengangguk dan sedikit menyembunyikan senyum di bibirnya.


'Sepertinya ini akan menjadi awal yang baik untuk perkembangan hubungan kita' Gumam Brian.