
Jalanan kota S semakin ramai dijam-jam siang seperti ini. Carmen baru saja sampai di sebuah kantor yang kelak akan sering ia datangi. Baru saja ia mendapat telpon langsung dari Daniel untuk segera datang meneuinya karena sebuah tugas. Aneh, bagaimana bis karyawan magang baru sepertinya langsung di telpon oleh presiden direktur perusahaan periklanan yang besar seperti Good Idea.
"Saya antar ke ruangan Pak Daniel," Kata salah seorang karyawan disana. Carmen sedikit merapikan rambutnya yang karena harus berlari sudah agak berantakan. Ia semprotkan parfum sekenanya saat berada di lift.
"Maaf mbak, saya barusan dari lapangan olahraga, takutnya bau keringat," Kata Carmen. perempuan itu hanya mengangguk dan tersenyum memaklumi.
'Meskipun kamu tidak berdandan kamu juga keliatan cantk'Gumamnya. Mereka sudah sampai di depan ruang Daniel. Perempuan itupun pamit undur diri setelah empersilahkan Carmen masuk. Carmen menghela nafas dan membuka pintu besar tersebut. Terlihat Daniel yang sedang membaca laporan di mejanya dan menyuruhnya untuk duduk menunggu.
"Carmen, makasih ya sudah mau datang," Katanya. Ia lalu berdiri dari kursinya dan menuju sebuah kulkas minuman ringan di ruangan itu.
"Mau minum apa?"Tanya. Carmen hanya menunjuk tanpa bersuara. Ia berjalan dan duduk di sofa berhadapan dengan Carmen dan meletakkan minuman untuk Carmen.
"Sebenarnya pekerjaan pertama kamu ini tidak berhubungan dengan tugas kamu, tapi saya anggap ini training buat kamu untuk saya tahu kemampuan kamu," Katanya mengawali pembicaraan.Carmen tetap mendengarkan dengan seksama.
"Nanti sore akan ada pertemuan dengan klien kita, mereka ini adalah corporat yang besar dan sudah tidak diragukan lagi namanya. Ada kerjasama dalam hal periklanan untuk produk baru mereka, dan proyek tersebut berhasil kita menangkan. Tugas kamu adalah menjadi tim dokumentasi untuk acara penandantangan itu," Jelas Daniel. Carmen masih fokus mendengarkan.
"Jadi Tugas saya hanya mendokumentasikan kan pak? siap," Jawab Carmen. Daniel tersenyum. Ia memang sengaja memberi tugas itu untuk carmen untuk menguji sedikit keahliannya dalam memainkan lensa.
"Nanti akan diatur lebih lanjut sama Susi, sekretaris saya. Karena waktunya kurang sejam lagi jadi kamu enggak usa kemana-mana tunggu aja di kantor sini. Untuk meja kamu biar diantarkan SUsi ya," Kata Daniel. Carmen lalu mengikuti Susi di belakangnya. Setelah mendapat mejanya, ia lalu mengambil alat make up di tasnya dan mulai merias tipis wajahnya. Setidaknya untuk tugas perdana ia harus benar-benar terlihat serius dan rapi.
30 menit kemudian Susi sudah memanggilnya untuk segera turun ke lobi dan segera berangkat bersama dengan rombongan juga menuju ruang pertemuan. Carmen sempat berbincang sebentar dengan tim kreatif yang ikut rombongan untuk mencairkan suasana. Mobil melaju menuju Perusahaan ET Group.
"Perusahaan ini merupakan client kita yang paling besar, jadi bersikap yang terbaik dan sopan," Kata Salah seorang dari tim di mobil. Carmen mendengarkan saja tanpa ikutan, sesekali ia akan menimpali jika memang ditanya.
"Carmen, ortu kamu kerja dimana? sori ya gue tanya soalnya loe masih baru banget kuliah tapi udah ambil magang," Tanya dari mereka.
"Di kota M kak, iya emang pengen sambil magang aja," Jawab Carmen. Mobilpun sampai di gedung besar dan tinggi. Terlihat dari bangunan saja jika perusahaan ini memang besar dan pasti merupakan prestasi bagi Good Idea bisa memenangkan proyek iklan disini. Semua tim turun dan dipersilahkan ke ruangan pertemuan khusus. Daniel sampai di belakang dan langsung bertemu dengan pak Hasan, orang kepercayaan direktur disana.
Carmen menyiapkan kameranya dan duduk dikursi pojokan. Ia tidak ingin mengganggu orang lain yang jua sibuk menyiapkan bahan masing-masing. Request kali ini tidak hanya berupa foto tapi juga video, ia harus menyetting kameranya agar mudah saat pengambilan gambar nanti.
"Carmen, kamu ditugaskan sendirian?" Tanya Eva, tim kreatif.
"Iya Mbak, " Jawab Carmen.
"anak magang jaman sekarang susah banget ya uji cobanya, yaudah semangat ya," Katanya.
"Kakak juga jangan gugup, rileks,".
Daniel dan petinggi perusahaan ET Grup sudah memasuki ruangan, Semua sudah bersiap duduk di tempat yang sudah dipersiapkan. Sebelum agenda penandatanganan Good Idea terlebih dahulu melakukan presetasi akhir yang selama beberapa kali pertemuan sudah dibahas dan didiskusikan. Carmen fokus pada tugasnya, sesekali ia duduk kembali mengecek hasilnya kemudian berpindah memvideo. Sungguh pertama kali baginya dibei tugas ganda untuk melakukan ini meski begitu ia optimis mampu untuk ujian perdana ini.
"Karena presentasi telah dilakukan dan kami sepakat dengan hasilnya. Untuk itu direktur kerjasama dipersilahkan melakukan nota perjanjian kerjasama dengan Good Idea," Jelas Pak Hasan. Penandantangan selesai, Daniel tersenyum puas dengan timnya dan acarapun selesai. Sepulangnya dari acara tersebut, Daniel mentraktir tim nya untuk makan malam bersama.
"Siap pak,".
Restora Grill menjadi pilihan untuk makan malam kali ini. Daniel memang sengaja memilih restoran ini karena ini adalah makanan favorit Carmen. Awalnya Carmen sama sekali tidak berpikiran lain selain makan karena perutnya memang sudah keroncongan. Namun, setelah beberapa menu dihidangkan dan yang menjadi makanan favorit yaitu daging jepang, Carmen mneyadari bahwa Daniel sengaja memilih restoran ini.
"Kamu kelihatan kurus, makan dagingnya yang banyak," Kata Daniel mebuat Carmen terkejut. Tak hanya Carmen, Susi yang duduk di sebelah Daniel pun terkejut. 'apa mereka sudah saling kenal ya?' Gumamnya.
"Tidak perlu repot-repot pak. Saya bisa ambil sendiri," Jawab Carmen menyadari kesalahpahaman orang disekitarnya. Daniel kemudian fokus kembali pada piringnya. Daniel baru teringat bahwa saat ini ia makan dengan karyawannya. Akan sangat canggung bagi Carmen dengan perlakuannya. Meski begitu ia masih mengambil daging dan ia letakkan di piring Carmen.
"Selamat malam Pak Daniel," Ucap Karyawannya setelah mereka sampai di parkir mobil. Semua sudah bersiap untuk kembali. Carmen juga sudah menunggu di halte untuk naik bis menuju apartemennya. Saat ia sedang duduk, mobil Daniel berhenti.
"Ayo masuk aku antar pulang," Kata Daniel dalam mobil.
"Terimakasih atas tawarannya pak, saya naik bis saja," Sahut Carmen. Daniel nampak kecewa tapi ia langsung turun mobil dan mendekati carmen.
"Udh malam enggak ada bis disini," Katanya. Dengan sedikit paksaan dan rayuan akhirnya Carmen sudah duduk di jok belakang mobil daniel. Supir sudah melajukan mobil menuju apartemen Carmen.
30 menit kemudian mobil sudah sampai di komplek apartemen, Carmen keluar mobil disusul kemudian Daniel.
"Makasih ya pak, Maaf merepotkan lagi," Kata Carmen.
"Jadi kamu tinggal di sini sendirian? yaudah kalo gitu selamat malam selamat beristirahat," Kata Daniel. Ia lalu kembali masuk mobil dan Carmen bersiap melangkah masuk apartemen. Betapa terkejutnya dia melihat Brian sudah berdiri di depan lobi dan menunggu kedatangannya.
"Kak brian malam-malam begini ngapain kesini?" Tanya Carmen. Brian memandang Carmen dengan tatapan penuh selidik.
"Kamu baru pulang?" Tanyanya Carmen mengangguk.
"Aku khawtir dari tadi aku telpon kamu enggak angkat," Katanya. Carmen lalu mengecek ponselnya di tas.
"hehe kayaknya hape aku mati kak," Jawabnya sambil nyengir.
"Itu tadi yang antar kamu siapa?" Tanya brian lagi.
"tadi itu CEO di tempat kerjaku, kebetulan tadi baru saja merayakan keberhasilan kerjasama dengan ET grup," Jawab Carmen. Brian paham sepenuhnya lalu ia pmit pulang setelah memastikan cewek yang ia sukai itu sudah sampa rumah. Meski ada perasaan khawatir tapi ia sadar untuk mendapatkan hati cewek seperti Carmen memang harus sabar.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, Brian masih belum ingin kembali pulang ia lalu menuju kediaman Dony dengan mobilnya. Meski lelah hari ini setidaknya sebelum tidurnya ia sudah bisa melihat Carmen.
"Besok aja deh aku tanya lebih dalam, sekarang dia kelihatan capek banget," Ucapnya di dalam mobil.