
...Sejak saat pertama melihat senyumannya...
...Jantung berdebar-debar, inikah pertanda?...
...Namun ternyata salah, harapanku pun musnah...
...Sejak aku melihat kau selalu dengannya...
...Tuhan, tolong, aku ingin dirinya...
...Rindu padanya, memikirkannya...
...Namun mengapa saat jatuh cinta?...
...Sayang, sayang, dia ada yang punya...
...Mungkin 'ku harus pergi untuk melupakannya...
...Dalam hati berkata takkan sanggup pergi, wow-wow-wow...
...Tuhan, tolong, aku ingin dirinya...
...Rindu padanya, memikirkannya...
...Namun mengapa saat jatuh cinta?...
...Sayang, sayang, dia ada yang punya...
...Telah 'ku coba menghapus bayang-bayang indah...
...Tetapi selalu aku merindu lagi, oh...
...Oh, mengapa 'ku tak bisa...
...'Ku tak bisa, 'ku tak bisa...
...Tuhan, tolong, aku ingin dirinya...
...Rindu padanya, memikirkannya...
...Namun mengapa saat jatuh cinta?...
...Sayang, sayang, dia ada yang punya...
...Tuhan, tolong, tolong aku...
...Jatuh cinta pada kekasih orang...
...Ingin lupa 'ku tak bisa...
...Sayang, sayang, dia ada yang punya...
...Tuhan, tolong, aku ingin dirinya...
...Rindu padanya, memikirkannya...
...Namun mengapa saat jatuh cinta?...
...Sayang, sayang, dia ada yang punya...
...Sayang, sayang, dia ada yang punya...
Di kantin sekolah Bagas dan Astrid sedang menikmati makanan yang mereka pesan, tiba-tiba Bagas terpaku dengan suara gadis yang berada di atas panggung kantin tersebut.
" Dia " gumam Bagas saat melihat ke arah gadis yang baru saja menyelesaikan nyanyinya tersebut.
" Yang kamu lihatin apaan sih " seru Astrid sambil menoleh ke arah Bagas yang menatap lurus, Astrid yang penasaran pun melihat ke arah panndangan Bagas, seketika dia berdiri dan meninggalkan kanti tanpa sepengetahuan Bagas,
Bagas masih menatap ke arah gadis itu hingga selesai bernyanyi baru lah dia tersadar dan menatap ke arah sampingnya, dia sudah tidak melihat keberadaan kekasihnya, Bagas pun pergi meninggalkan kantin dan menuju kelas Astrid.
Di kelas Astrid hanya memandang pintu kelasnya aja sampai terlihat Bagas memasuki kelasnya barulah Astrid memalingkan wajahnya,
" Sayang maafin aku yah " seru Bagas merasa bersalah.
" Kamu mintak maaf untuk apa?" seru Astrid sambil menguji kekasihnya tersebut.
" Aku salah tdi udah memperhatikan gadis lain sampai aku mengabaikan dirimu maaf ya sayangku..' seru Bagas sambil memegang kedua tangan Astrid dengan berlutut.
" Ya sudah jangan diulangin lagi aku gak suka kalau kamu memperhatikan gadis lain elain aku " seru Astrid sambil mengehala nafas kasar.
" Aku tuh cemburu tau ' sambung gadis itu dengan nada lirihnya
" Ya maafin aku yah " seru Bagas,
Tak lama bel berbunyi dan Bagas berpamitan menuju kelasnya
Setelah kepergia Bagas, Astrid tersenyum bahagia.
" Bagas hanya milikku seorang " gumam Astrid dalam hatinya sambil tersenyum bahagia.
Sepulang sekolah Astrid dan Bagas pergi menuju caffe tempat Bagas bekerja, ya karena saat ini Bagas sudah mulai bekerja paru waktu.
Sepulang sekolah Bagas sudah menawari mengantarkan Astrid lebih dulu, Namun gadis itu menolak karena dia sangat ingin mengikuti kekasihnya tersebut.
Bagas tak mempermasalahkan hal tersebut, justru dia sangat senang jika kekasihnya itu ingin ikut.
30 menit berlalu.
Sesampainya mereka di caffe tempat Bagas bekerja, Bagas meninggalkan Astrid terlebih dahulu untuk bekerja ,
Bagas bekerja dengan santai dan tenang samapai jam pulang.
" Maaf ya yank aku lama, jadinya kamu nunggu aku kemalaman. ' seru Bagas pada Astrid.
" Enggak apa-apa kok yank " seru Astrid sambil tersenyum.
" Kamu udh pesan makan tadi ? " tanya Bagas pada sang kekasihnya itu.
" Tadi sore sih sudah " seru Astrid sambil menatap sang kekasihnya tersebut.
" Ya sudah kita pulang yuk " ajak Bagas sambil meninggalkan tempat kerjanya.
dan menuju tujuan mereka selanjutnya.
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...
...»»ββββ> BERSAMBUNG <ββββ««...
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...