
Pagi-pagi sekali keluarga Befandi ke gi ibadah minggu dengan menggunakan 1 mobil milik keluarga.
Sedangkan Bagas memilih menggunakan motornya dia berangkat bersama sang adik.
Sesampai di gereja, Bagas langsung memasuki ruang ibadah bersama keluarga, Saat Bagas melihat keluarga Astrid dia langsung menyapa kedua orang tua Astrid namun saat melewati kekasihnya itu dia hanya tersenyum simpul saja, lalu masuk ke dalam setelah menyapa kedua orang tua Astrid dengan bahagia nya keluarga Astrid menatap Bagas yang sangat sopan dan menghargai orang tua.
" Pak Fandi saya senang sekali mlihat nak Bagas itu bisa ramah tama kepada semua orang apakah dia akan berniat menjadi seperti anda seorang pendeta atau seorang pembisnis. ? " seru pak Joshua papanya Astrid.
" Saya serakan semua keputusan kepada putra saya " seru papa Befandi
" Wah anda memang orang tua yang sangat bijaksana " seru papa Joshua
" Anda bisa saja mari kita masuk " seru papa Befandi.
" Mari " seru papanya Astrid kepada papa Befandi
Lalu mereka masuk kedalam gereja , sedangkan Astrid sedang duduk di samping Bagas yang menggunakan pakaian batik
" Bang mau kemana kok tumben pakai batik mau ngelamar siapa ? " seru Astrid sambil menatap ke arah Bagas yang duduk di sampingnya.
" Mau melamar anak orang " seru Bagas sambil tersenyum kepada Astrid.
" Akh bisa aja kamu bang eman anak orang siapa yang amu di lamar ? " seru Astrid
" Itu anaknya pak Jos " seru Bagas sambil menatap ke arah Astrid
" Anak pak Jos kan dua lalu yang mananya ? " seru Astrid
Bagas tak menjawab namun pandangannya tertuju kepada Anggita.
" Anggita " panggil Bagas kepada gadis yang seumuran dengan adiknya itu
" Iya bang kenapa " seru Anggita kepada Bagas
" Anggi mau gak nikah sama abang ? " seru Bagas pelan
" Enggak akh abang kan cocoknya jadi abangnya Anggi " seru Anggita membuat Astrid tertawa.
" Jadi abang di tolak ini " seru Bagas pura-pura merajuk.
" Ya gak di tolak bang kan ada kak Astrid " seru Anggita sambil tersenyum
" Ya udah lah " seru Bagas pasrah.
Lalu tak lama ibadah pun di mulai dengan tenang dan damai.
Setelah beribadah Bagas cepat-cepat menghindar dari Astrid untuk sesaat.
Bagas sembunyi saat Astrid hampir melihat dirinya yang keluar dari toilet.
" Hmmmm untung saja " seru Bagas dalam hatinya sambil mengelus dada.
Setelah itu Bagas meraih handphonennya dan menelfon Belinda.
π... ( Iya bang kenapa? abang dimana ? ) tanya Belinda kepada Bagas
π... ( Dek abang ada urusan sebentar tolong izinin sama mama papa ya ) seru Bagas
π... ( Oke bang ) seru Belinda lalu sambungan pun terputus.
Tak lama Bagas pun keluar dan menuju motornya , Namun baru saja dia hendak menyalakan motornya tiba-tiba dia merasakan seseorang duduk di jok belakang , Bagas pun menoleh saat seseorang itu memeluk pinggang Bagas
" Mau kemana hmmm. ?? " seru seorang gadis sambil meletakan kepalanya di bahu Bagas
" Astrid kamu kok ada disini bukannya tadi kamu dah pulang " seru Bagas
" Iya aku belum pulang kan aku masih lihat motor kamu di sini kamu mau kemana sih kok tadi buru-buru banget sih " seru Astrid penasaran.
" Hmmmm kan tadi aku sudah bilang mau melamar anak orang " seru Bagas bercanda nanun di tanggapi serius oleh Astrid
" Seriusan kamu bohong kan " seru Astrid
" Hehehhehe maaf aku ada urusan sebentar ya kamu gak apa-apa kan aku tinggal dulu " seru Bagas
" Aku ikut sama kamu " seru Astrid
" Motor kamu bagaimana ? " tanya Bagas sambil melirik ke arah motor milik Astrid.
" Ya aku ikutin kamu lah " seru Astrid santai
Bagas sejenak berpikir lalu dia mengangguk kan kepala nya sesaat
" Gak apa-apa nantik aku langsung tancap aja " seru Bagas dalam hatinya sambil tersenyum
" aku tau apa yang kamu pikirkan itu gak akan terjadi " seru Astrid
" Emangnya aku mikirin apaan , sok tah akh kamu " seru Bagas .
" Aku tau lah kamu mikirin apa setelah aku turun dari sini kamu akan langsung tancap gaks kan " tebak Astrid.
" Tau akh kamu jadi ikut gak buruan " seru Bagas,
" Iya " seru Astrid lalu turun dari motor milik Bagas.
" Akhirnya Bagas pasrah gagal sudah rencananya untuk menjauhi Astrid karena gadis itu sudah mencium bau keanehan dari diri kekasihnya itu.
" Aku tau kamu sedang menghindari aku, tapi aku gak tau apa alasannya kamu melakukan hal itu " gumam Astrid dalam hatinya.
" Yuk buruan " seru Bagas membuyarkan lamunan Astrid
" Ayuk akh " seru Astrid semangat lalu mereka meninggalkan parkiran depan gereja.
...πΉπΉπΉ BERSAMBUNG πΉπΉπΉ...