Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
PERUBAHAN SIKAP BAGAS



Pagi-pagi sekali Bagas sudah berangkat lebih dulu ke sekolah tanpa pamitan kepada Ayahnya. dia hanya berbicara dengan ibunya saja.


Mamanya Binaria hanya menatap putranya yang berpamitan sepagi buta itu.


Itu dia lakukan demi menghindari Astrid.


Namun sejak subuh Astrid sudah melihat perubahan tersebut dari arah balkon kamar nya.


" Dia berangkat pagi pasti ingin mengindariku huuuu" seru Astrid pelan.


Astrid bersiap kesekolah dengan hati yang gelisah.


30 menit kemudian Bagas sudah lebih dulu sampai di sekolah dia berjalan ke arah taman sambil menatap langit sekolah.


Namun ada satu gedung yang membuat dia penasaran.


Dia pun berjalan ke arah sana dan perlahan membuka pintunya


" Gak di kunci " gumam Bagas sambil memasuki ruangan tersebut setelah masuk kedalam gedung tersebut hal pertama yang dia lihat adalah alat-alat musik seperti drum band 🥁, piano 🎹, gitar 🎸dan lainnya seperangkat alat musik


Bagas berinisiatif untuk membersihkan gudang tersebut lalu tiba-tiba dia memetik gitar dan ternyata hidup dia pun mencoba bernyanyi walau iseng aja.


Sesekali dia tersenyum dia pun mengeluarkan handphonenya 📱 dan memutar musik🎶


...Ini salahku...


...Terlalu memikirkan egoku...


...Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku...


...Hingga kau pergi tinggalkan aku...


...Terlambat sudah...


...Kini kau t'lah menemukan dia...


...Seseorang yang mampu membuatmu bahagia...


...Ku ikhlas kau bersanding dengannya...


...Aku titipkan dia...


...Lanjutkan perjuanganku 'tuknya...


...Bahagiakan dia, kau sayangi dia...


...Seperti ku menyayanginya...


...'Kan kuikhlaskan dia...


...Tak pantas ku bersanding dengannya...


...'Kan kuterima dengan lapang dada...


...Aku bukan jodohnya...


...Aku titipkan dia...


...Lanjutkan perjuanganku 'tuknya...


...Bahagiakan dia, kau sayangi dia...


...Seperti ku menyayanginya...


...Dan 'kan kuikhlaskan dia...


...Tak pantas ku bersanding dengannya...


...'Kan kuterima dengan lapang dada...


...Aku bukan jodohnya, oh-wo-wo...


...Oh, aku titipkan dia...


...Lanjutkan perjuanganku 'tuknya...


...Bahagiakan dia, kau sayangi dia...


...Seperti ku menyayanginya...


...'Kan kuikhlaskan dia...


...Tak pantas ku bersanding dengannya...


...Dan 'kan kuterima dengan lapang dada...


...Aku bukan jodohnya...


Setelah bernyanyi Bagas tersenyum lalu meletakan gitarnya di samping drum🥁 band


" Lumayan " gumam Bagas pelan lalu menatap arlojinya yang sudah menunjukan pukul 07.00 tepat dia keluar dan pergi menuju kelasnya.


Sepertinya gudang itu akan jadi tempat favorit nya Bagas.


Dia berpikir ingin menjadi band sekolah namun Bagas merasa minder.


Sesampai di kelas dia sudah melihat Astrid duduk di kursi sebelahnya. dia berjalan dan melemparkan senyuman ke arah teman--👬nya.


Dia menatap sekilas ke arah Astrid, Namun yang di tatap hanya menundukan kepala saja.


Lalu Bagas mengeluarkan handphonennya sambil mencari lagu yang sesuai dengan situasi hatinya


Saat menemukan lagu tersebut dia pun memasang bluetooth di telinganya.


Sesaat dia tersenyum dan menatap sekilas ke arah Astrid lalu menatap pintu kelas yang ternyata guru sedang memasuki kelas mereka


Bagas pun dengan cepat melepaskan bluetooth tersebut dari telinganya.


Pelajaran pun di mulai


Setelah 2 jam ber lalu Saat nya jam istrahat tiba.


Bagas dengan cepat meninggalkan kelas,


Astrid yang melihat itu langsung menyusul Bagas, gadis itu mengikuti Bagas hinggga masuk ke sebuah ruang an kosong.


" Ada apa Bagas masuk keruangan tersebut? " tanya Astrid pada dirinya sendiri, gadis itu pun terus berjalan ke arah tempat Bagas masuk tadi.


semakin dekat Astrid berjalan ke arah tersebut semakin dia bisa melihat apa yang sedang Bagas lakukan.


Di dalam ruangan musik Bagas sedang menyetel alat musik untuk memulai aksinya.


Bagas sudah menyanyikan sebuah lagu yang membuat Astrid meneteskan air mata nya.


...Aku sedang bertanya-tanya...


...Tentang perasaan kita...


...Benarkah kita saling mencinta...


...Atau hanya pernah saling cinta...


...Bukankah kamu juga merasa...


...Dingin mulai menjalari percakapan kita...


...Pertanyaan kamu sedang apa...


...Terkesan hanya sebuah formalitas saja...


...Apakah sebaiknya kita putus atau terus...


...Kita sedang mempertahankan hubungan...


...Atau hanya sekedar menunda perpisahan...


...Bukankah kamu juga merasa...


...Dingin mulai menjalari percakapan kita...


...Pertanyaan kamu sedang apa...


...Terkesan hanya sebuah formalitas saja...


...Apakah sebaiknya kita putus atau terus...


...Kita sedang mempertahankan hubungan...


...Atau hanya sekedar menunda perpisahan, wo-oo...


...Bila kamu tanya, aku maunya apa...


...Aku mau kita t'rus bersama...


...Kita sedang mempertahankan hubungan...


...Atau hanya sekedar, oh-wo-wo...


...Hanya sekedar menunda perpisahan...


Setelah menyanyikan lagu tersebut


Bagas menarik nafas dalam-dalam lalu dia kembali memainkn gitarnya 🎸


...‧̍̊·̊‧̥°̩̥˚̩̩̥͙°̩̥‧̥·̊‧̍̊ ♡ °̩̥˚̩̩̥͙°̩̥ ·͙*̩̩͙˚̩̥̩̥*̩̩̥͙·̩̩̥͙*̩̩̥͙˚̩̥̩̥*̩̩͙‧͙ °̩̥˚̩̩̥͙°̩̥ ♡ ‧̍̊·̊‧̥°̩̥˚̩̩̥͙°̩̥‧̥·̊‧̍̊...


Satu lagu dia nyanyikan membuat Astrid terdiam sesaat di tempat persembunyiannya.


...Pernah aku jatuh hati...


...Padamu sepenuh hati...


...Hidup pun akan kuberi...


...Apapun kan ku lakui...


...Tapi tak pernah ku bermimpi...


...Kau tinggalkan aku pergi...


...Tanpa tahu rasa ini...


...Ingin rasa ku membenci...


...Tiba tiba kamu datang...


...Saat kau telah dengan dia...


...Semakin hancur hatiku...


...Jangan datang lagi cinta...


...Bagaimana aku bisa lupa...


...Padahal kau tahu keadaannya...


...Kau bukanlah untukku...


...Jangan lagi rindu cinta...


...Ku tak mau ada yang terluka...


...Bahagiakan dia aku tak apa...


...Biar aku yang pura pura lupa...


...Oh oh...


...Tiba tiba kamu datang...


...Saat kau telah dengan dia...


...Semakin hancur hatiku...


...Jangan datang lagi cinta...


...Bagaimana aku bisa lupa...


...Padahal kau tahu keadaannya...


...Kau bukanlah untukku...


...Jangan lagi rindu cinta...


...Ku tak mau ada yang terluka...


...Bahagiakan dia aku tak apa...


...Biar aku yang pura pura lupa...


...Jangan datang lagi cinta...


...Bagaimana aku bisa lupa...


...Padahal kau tahu keadaannya...


...Kau bukanlah untukku (oh)...


...Jangan lagi rindu cinta...


...Ku tak mau ada yang terluka...


...Bahagiakan dia aku tak apa (bahagiakan dia)...


...Biar aku yang pura pura lupa...


...Oh...


...Bahagiakan dia aku tak apa...


...Biar aku yang pura pura lupa...


Setelah menyanyikan lagu tersebut Bagas pun mulai berdiri dan hendak keluar ruangan tersebut.


Sedangkan Astrid sudah lebih dulu pergi menuju kantin


Bagas kembali ke dalam kelas dan dia mendapati keempat perangkat kelas yang sedang duduk santai sambil bermain game di handphonennya Dira.


" Hai gas " sapa Sellyana pada Bagas


" Hmmm " dehem Bagas lalu duduk di kursinya.


" Lo habis darimana sih " seru Bambang bertanya


" Dari taman belakang " seru Bagas malas.


" Hmmm lo habis brantem ya sama Astrid " seru Bambang membuat ketiga gadis itu menatap ke arah kedua pria tersebut.


Mendengar perkataan temannya itu Bagas hanya memicingkan mata nya sesaat dia menggeleng


" Kenapa? " tanya Bagas


" Gak biasanya lo sendirian biasanya kan lo bareng dia terus " seru Bambang sambil nyengir.


" Enggak dia lagi sama Prita " seru Bagas singkat.


" Oh gitu, oh ya nantik latihan ya " seru Bambang mengingatkan Bagas untuk latihan basket 🏀


" Hmmm " dehem Bagas sambil tersenyum.


Tak lama bel istirahat berbunyi tanda jam ⏰istirahat sudah berakhir


Semua siswa masuk kedala kelas dengn semangat.


...🌺🌸🌼🌻🥀🌹 BERSAMBUNG 🌷💐🌾🍁🎋...


...✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙✧⃝•͙┄✩ͯ•͙͙✧⃝•͙͙✩ͯ┄•͙✧⃝•͙┄✩̣̣̣̣̣ͯ...