Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
BELAJAR MENCINTAI TANPA IKATAN PERJODOHAN



" Tidak perluh membatalkan perjodohan itu " seru seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam rumah tuan Jos dengan nada tingginya..


" Tuan Fandi " seru tuan Joshua kepada papa Befandi


" Om Fandi " seru Astrid dan Anggita bersamaan sambil ketiga orang itu langsung berdiri dari duduk mereka.


" Saya akan membantu perusahaan anda tuan Jos asalkan anda tidak membatalkan perjodohan itu , " seru pak Befandi.


" Tunggu " seru Bagas yang tiba-tiba datang dan seketika semua orang memandang ke arah pintu.


" Bagas " seru Astrid sambil menoleh ke arah Bahas yang masuk dan berjalan ke arah mereka.


" Bagas setuju pah jika perjodohan ini di batalkan " seru Bagas saat itu juga Astrid menatapnya tajam dan juga kaget


" Apa-apaan kamu Bagas " seru papa Befandi dengan nada tingginya


" Mohon maaf pah, om Bagas bicara begitu bukan karna Bagas tak cinta atau tak sayang dengan Astrid tapi alangkah baiknya biarkan kami saling mencintai tanpa adanya ikatan perjodohan ini pah om " seru Bagas sambil menatap ke arah sang papa dan juga papanya Astrid.


Papa Befandi dan juga om Joshua pun tersenyum ke arah Bagas, awalnya mereka kaget namun mendengar penuturan Bagas membuat kedua pria itu langsung tersenyum


Sedangkan Astrid yang awalnya sudah hampir menangis dengan penuturan sang kekasihnya itu seketika dia tersenyum bangga.


" Papa bangga sama kamu nak lanjutkan " seru papa Befandi sambil mengelus kepala anak sulungnya itu


" Jadi tuan Jos kita harus membuat perusahaan kita itu sebagai perusahan raksasa biar perusahan Anas itu bisa tertunduk dia di bawah kita jangan hanya menghina orang bawah saja dia bisa " seru tuan Befandi dengan nada yang berapi-api.


" Dengan senang hati calon besan " seru tuan Joshua membuat papa Befandi dan Bagas tertawa terbahak


" Baik lah calon besan masa depan kita lanjutkan masalah bisnis kita tinggalkan anak mudah ini " seru tuan Joshua kepada papa Befandi.


" Baik lah mari, dan Bagas ingat batas kamu dan jaga jarak aman dengan nak Astrid awas ya " seru papa Befandi sambil menatap tajam ke arah putranya itu lalu meninggalkan ruangan keluarga itu dan mengikuti tuan Joshua di ruang kerja pemilik rumah tersebut.


" Ya sudah Anggita masuk kamar dulu ya kak abang mari " pamit Anggita pada sepasang kekasih itu


" Hmmm aku ... aku hmmm " seru Bagas canggung saat ini tinggal mereka berdua..


" Aku pulang dulu ya " seru Bagas sambil membalikan tubuhnya hendak pergi meninggalkan rumah nya Astrid.


" Jadi kamu mau pergi ninggalin aku gitu kamu gak mau bicara sama aku kamu ngehindarin aku lo Gas " seru Astrid.


" Enggak kok persaan kamu saja kalik " seru Bagas santai


" Enggak aku ngerasa kamu itu ngehindarin aku " seru Astrid


" Enggak kok aku hanya sibuk aja " seru Bagas santai


" Jadi besok aku pulang sendirian nih " seru Astrid sambil menatap lekat ke arah Bagas.


" Hmmmmm kamu bisa pulang sama orang yang anterin kamu pulang tadi " seru Bagas


" Maksud kamu sama Damar ,,, " seru Astrid dam dianggukan kepala oleh Bagas.


" Enggak ,kamu kan pacar aku dia teman sekelas aku " seru Astrid.


" Maka dari itu aku menyuruh kamu untuk pulang sama dia saja jadi aku bisa latihan basket dengan tenang " seru Bagas santai tanpa beban.


Ucapan Bagas mampu membuat Astrid mematung seolah dia sedang mencernah ucapan Bagas barusan dia berpikir ada makna tersembunyi dari ucapan Bagas barusan terhadap nya


" Hmmmm terserah kamu yang penting aku gak mau buat kamu marah atau kecewa sama aku karna akj sayang sama kamu " seru Astrid kepada Bagas.


" Hmmmm terserah " seru Bagas sambil menatap ke arah lain


" Ya sudah aku pamit ya kamu jangan lupa makan malam bye " seru Bagas sambil berdiri dari duduknya dan pamit


" Iya jangan lupa belajar ingat besok ujian " seru Astrid mengingatkan Bagas


" Oke " seru Bagas lalu berjalan keluar dan pergi kerumahnya.


...🌺🌺🌺 BERSAMBUNG 🌺🌺🌺...