
Pagi hari Belinda sudah berangkat kesekolah lebih pagi karena sang abang ada piket pagi katanya, lalu keduanya berangkat dengan diantar aang supir papa merek
Sesampai di sekolah Belinda langsung masuk kedalam kelas dan memakan roti buatan sang bunda karena mereka tidak sempat makan di rumah jadinya kedua saudara itu membawa makan dari rumah saja.
" Pagi Belinda yang cantiknya luar dalam " seru Danisa yang baru datang bersama Azhar
Belinda yang melihat kedua temannya itu langsung tersenyum penuh arti
" Akh cieeeeee cuit cuit ekhemmm datang bersama nieeee hahahaha dah mulai dekat nieeeee " ledek belinda kepada kedua temannya itu
" Gak ada kita kebetukan ketemu di depan kok ya kan " seru Danisa
" Enggak tadi kan akh jemput kamu dari rumah gimana sih gak boleh bohong sama. teman gak baik lo " seru Azhar dengan bijak
" Nah itu benar kata Azhar gak baik bohong sama teman kalau bohong sama pacar boleh " celetuk Belinda tiba-tiba
" Yeeee itu juga gak boleh kalik neng " seru Azhar sambil berjalan ke arah belakang keduanya dan duduk dengan nayantai
" Emang iya gak boleh " seru Belinda polos
" Yang namanya kebohongan itu sama aja dosa, sebisa mungkin kita itu harus jujur hak boleh bohong " seru Azhar menasehati.
" Akh benar-benar titisan keluarga bijak sana dan budiman " seru Belinda asal.
" Astaga aku kok bisa di bilang begitu sih " seru Azhar
" Ya dari pada aku bilang kamu titisan nyai roro kidul emang mau kamu " seru Belinda
" Ya enggak lah serem " seru Azhar sambil mengangkat kedua bahunya
" Nah yaudah lebih baik diam " seru belinda.
" Kamu bawa bekal Bel dari rumah ? " tanya Danisa.
" Iya tadi gak sempat sarapan abang aku tadi ada jadwal piket pagi gitu sih katanya " seru Belinda kepada Danisa.
" Yaudah kantin yuk mumpung belum waktu masuk kelas " ajak Azhar pada kedua sahabatnya itu
" Boleh deh haus aku nih " seru belinda sambil berdiri dari duduknya.
" Yuk " seru Belinda sambil menarik lengan Danisa.
" Yaudah yuk " seru Danisa lalu ikut berdiri dari duduknya dan mengikuti Belinda.
Sesampai di kantin meteka menikmati makanan mereka dengan sangat nikmat.
Tak lama Gendis, Gauri dan Yanti datang dan bergabung bersama mereka bertiga.
" Hai boleh gabung tidak " seru Gendis.
" Silakan " seru Denisa dengan muka datarnya.
" Kamu kenapa ? " tanya Gauri
" Patah dia " ledek Belinda sambil tersenyum
" Patah hati kenapa ? " tanya Gauri
" Patah hati sebelum jadian " ledek Belinda.
" Belinda " pekik Danisa sambil berdiri dan mendekat ke arah Belinda
Keduanya akhirnya berkejar- kejaran di kantin,
" Stopppp " seru Gendis sambil menatap tajam ke arah kedua teman barunya itu
" Astaga kalian ini seperti anak kecil saja " seru Gendis.
" Baik lah kami akan baikan hihihi " seru Belinda sambil kembali ke tempat duduknya semula
Danisa menatap tajam.ke arah Belinda , namun yang di tatap hanya tersenyum kecut saja tanpa menatap ke arah yang lainnya.
Belinda, hanya pura-pura gak tau dengan ekspresi sahabatnya itu sedang kesel kepada Belinda yang bisa-bisanya buat dirinya salah tingkah dengan keadaan. yang ada.
Sedangkan Azhar dia menatap ke arah Danisa yang sudah malu itu
" Sudah Bel gak usah di ledekin kasihan lihat tuh dia jadi malu akh " seru Azhar membela shaabtnya .
" Akh cieeeee di belain " goda Belinda membuat ketiga temannya yang lain tersenyum ke arah Danisa.
" Udah Bel biarin tuh kasihan " seru Gauri
" Hmmmm baik lah " seru Belinda lalu dia pun terdiam dan menikmati makanannya di kantin itu dengan tenang.
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ BERSAMBUNG ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...