Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
AKU HANYA MENCINTAIMU



Sesampainya di kelas Astrid duduk di kursi๐Ÿ’บ biasnya bersama Bagas,


Bagas melihat Astrid sedang merajuk pun mendekat ke arahnya lalu


" Yank jangan marah ya aku gak ada kok godain dia " seru Bagas


" Aku gak marah kok sama kamu, aku hanya kesel aja dia itu berusaha banget untuk bisa dekat sama kamu, aku gak suka Gas aku cemburu kamu tau kan " seru Astrid sambil menatap Bagas dengan penuh cinta.


" Iya aku tau aku pun begitu aku juga sangat cemburu jika melihat kamu dekat dengan pria lain selain aku dengan papa kamu aku cemburu juga, tapi aku gak bisa egois aku pengen kamu bisa memiliki banyak teman, itu maksudku selama ini gak pernah negur kamu mau dekat sama siapapun tapi kenapa kamu se cemburu tu sama Riska, kalau kamu begini, itu artinya kamu gak percaya sama aku, kamu meragukan aku begitu " seru Bagas pada Astrid membuat gadis itu terdiam sesaat untuk mencerna perkataan Bagas.Sesaat Astrid memahami maksud perkataan Bagas, langsung kaget


" Gak yank bukan gitu maksud aku, aku percaya sama kamu, tapi gadis itu aku tak percaya dengan nya maaf in aku aku hanya mencintaimu bukan yang lain pliss maaf in aku " seru Astrid sambil menatap Bagas. namun Bagas tetap diam hingga jam istirahat berakhir.


Sepulang sekolah Bagas tetap diam , namun masih tetap mengantarkan pulang kekasihnya itu.


Sesampainya di rumah Bagas langsung mengurung diri di kamarnya hingga sering telfon pun membuat dia harus bersiap


" Lo abang mau kemana? " tanya belinda saat melihat abangnya sudah rapi.


" Abang keluar dulu dek, mama sama papa kemana? " tanya Bagas sambil memasang sepatunya.


" Abang mau keluar sama siapa? " tanya Belinda.


" Abang ada kepentingan di luar dek mau ketemu temen " seru Bagas sambil berdiri dari duduknya


" Oh gitu, papa sama mama lagi keluar bang, bawa si kembar juga kalau opat sama omah lagi kerumah paman Agus " seru Belinda.


" Oke lah kamu hati-hati di rumah abang pergi bentar ya " seru Bagas pada sang adik.


" Iya bang, nantik beliin Linda kue cake di tokohnya kak Mariska yang di simpang komplek Oke bang " seru Belinda.


" Oke " seru Bagas dan berjalan ke arah pintu keluar dan menaiki motornya dan


Sesaat dia melihat Astrid yang sedang menyiram bunga didepan rumahnya, keduanya bertatapan sesaat, Namun dengan cepat Bagas melajukan motornya menuju tempat tujuannya.


Tak lama Bagas sampai di sebuah restoran.


" Hai... " sapa seorang gadis kepadanya


" Maaf Riska aku membuatmu menunggu lama " seru Bagas sambil duduk di kursi depan gadis yang tak lain tak bukan adalah Riska teman sekelasnya.


" Jadi kamu menerima tawaran ku tadi " seru Riska sambil memandang Bagas dengan sangat dalam.


" Tentu saja " seru Bagas singkat..


" Hmmmmm baik lah aku akan kenalin kamu dengan pemilik resto ini " seru Riska sambil berdiri dari dudukny dan berjalan ke sebuah meja yang berada beberapa orang, Riska mendekati seorang pria dewasa dan berbicara hingga keduanya kembali bersama Bagas


" Bang, ini Bagas teman sekelasnya aku, dia yang bisa nyanyi itu " seru Riska kepada pria tersebut.


" Oh hai saya Rakha... kakak laki-laki Riska dan saya senang jika kamu bergabung di caffe saya " seru Rakha kepada Bagas


" Saya Bagas teman sekelasnya Riska bang " seru Bagas


" Baik lah kamu bisa mulai hari ini untuk bernyanyi di caffe saya " seru Rakha


" Terimakasih " seru Bagas sambil tersenyum ke arah kedua kakak beradik tersebut.


" Ya sudah saya tinggal dulu kamu bisa naik ke panggung sana " seru Rakha pada Bagas.


Bagas pun meninggalkan Riksa sendirian di kursi lalu naik ke atas panggung dan memulai memainkan sebuah gitar๐ŸŽธ, alunan gitar๐ŸŽธ tersebut dapat menarik perhatian para pelanggan.


...๐ŸŽน๐ŸŽป๐ŸŽธSelalu Mencintaimu -...


...Lagu Jeffry S. Tjandra...


...Sejak pertama bertemu dengan-Mu...


...Ada rasa getaran cinta...


...Yang Kau pancarkan dari aura wajah-Mu...


...Ku jatuh cinta pada diri-Mu...


...Sejak pertama bertemu dengan-Mu...


...Ada rasa getaran cinta...


...Yang Kau pancarkan dari aura wajah-Mu...


...Ku jatuh cinta pada diri-Mu...


...Selalu mencintai-Mu dalam hatiku...


...Selamanya...


...Tiada cinta yang lain, hanya Kau satu...


...Kaulah cintaku...


...Sejak pertama bertemu dengan-Mu...


...Ada rasa getaran cinta...


...Yang Kau pancarkan dari aura wajah-Mu...


...Ku jatuh cinta pada diri-Mu...


...Selalu mencintai-Mu dalam hatiku...


...Selamanya...


...Tiada cinta yang lain, hanya Kau satu...


...Kaulah cintaku...


...Biarlah cinta itu ada dalam hati kita...


...Untuk selamanya...


...Biarlah cinta itu ada dalam hati kita...


...Untuk selamanya...


...Selalu mencintai-Mu dalam hatiku...


...Selamanya...


...Tiada cinta yang lain, hanya Kau satu...


...Kaulah cintaku...


...Selalu mencintai-Mu dalam hatiku...


...Selamanya...


...Kaulah cintaku...


...Hanya Engkau...


...Cintaku...


Sebuah lagu dia nyanyikan dengan penuh hati lalu menatap ke arah pengunjung yang juga menatao dirinya penuh kagum.


" Gilak guys suaranya bagus banget sih " seru seorang gadis di belakang Riska. gadis itu hanya tersenyum saat mendengar pujian buat Bagas.


Bagas berdiri dan berjalan ke arah meja Riska


" Suara kamu banyak diminati oleh pengunjung disini " seru Riska sambil tersenyum


" Dan aku sudah meng-upload ke akun medsos aku semoga banyak yang datang kesini " seru Riska senang dan hal itu membuat Bagas hanya tersenyum tipis aja.


" Yaudah kalau gitu aku pamit dulu ya " seru Bagas pada Riska.


" Tunggu Bagas... ini buat kamu untuk hari ini dan selamat bergabung ya " seru Rakha yang menghentikan langkah Bagas barusan lalu memberikan sebuah amplop ke tangan Bagas


" Akh terimakasih bang, kalau begitu saya permisi " seru Bagas sopan dan sambil menerima amplop tersebut.


" Aku balik dulu " seru Bagas pada Riska.


" Oke hati-hati sampai jumpa besok " seru Riska sambil tersenyum kepada Bagas, Bagas hanya membalas dengan senyumannya saja.


Lalu dengan cepat Bagas meninggalkan caffe milik abang nya Riska


Sesampainya di rumah dia sudah melihat sang mama dan juga papanya bersama si kembar


" Hallo selamat malam semunya " seru Bagas saat memasuki rumah.


" Heiii anak papa habis darimana sih? " tanya tuan Befandi pada putranya


" Habis cari uang pah buat ngelamar anak orang pah " seru Bagas jujur dengan nada candaannya.


" Huuusss kamu itu, ngelamar anak orang aja jawabnya, sekolah yang benar baru ngomongin lamar anak gadis orang " seru tuan Befandi.


" Iya pah maaf, tapi serius lo pah Bagas beneran kerja di caffe abangnya teman " seru Bagas jujur kepada kedua orang tuanya


" Kamu serius kerja apaan nak ? " tanya mama Binaria.


" Hanya seorang penyanyi hiburan panggung saja mah " seru Bagas.


" Baik lah papa tidak akan melarang kegiatan kamu di luar asalkan kamu bisa menjaga diri dengan baik nak " seru tuan Befandi dengan tegas.


" Iya pah Bagas pasti dengerin perkataan papa kok " seru Bagas dengan menampilkan senyuman di wajahnya tersebut


" Iya sudah pah Bagas mau ke kamar dulu " seru Bagas sambil berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah anak tangga dan menuju kamar nya.


Bagas berjalan ke arah kamar mandi dan bergegas member sih kan dirinya


30 menit berlalu, Bagas keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannta lalu melirik sebuah gitar lalu meraih nya dan membawa ke balkon kamar nya, lalu memainkan sebuah lagu yang begitu romantis.


...๐ŸŽธ๐ŸŽงJatuh cinta padamu-...


...Vagetoz...


...Pertamaku melihat dirimu...


...Detak jantung ini tak menentu...


...Aku jatuh cinta padamu...


...Setiap langkahmu akan ku ikuti...


...Takkan pernah lelah ku arungi...


...Hingga engkau menjadi milikku nanti...


...Bila waktu beri kesempatan...


...Untukku lebih dekat denganmu...


...Jika Tuhan penuhi pintaku...


...Betapa bahagia hatiku...


...Pertamaku melihat dirimu...


...Detak jantung ini tak menentu...


...Aku jatuh cinta padamu...


...Setiap langkah akanku ikuti...


...Takkan pernah lelahku arungi...


...Hingga engkau menjadi milikku nanti...


...Bila waktu beri kesempatan...


...Untukku lebih dekat denganmu...


...Jika Tuhan penuhi pintaku...


...Betapa bahagia hatiku...


...Bila waktu beri kesempatan...


...Untukku lebih dekat denganmu...


...Jika Tuhan penuhi pintaku...


...Betapa bahagia...


...Betapa bahagia...


...Betapa bahagia hatiku...


Setelah menyanyikan satu lagu tersebut, Bagas menatap lurus ke depan seakan Astrid merasa kan apa yang dia rasakan. saat ini juga, namun sia-sia... dia tak melihat tanda-tanda kehadiran sosok Astrid. Akhirnya Bagas memasuki kamar lalu naik ke ranjang nya dan mulai memejamkan matanya.


...๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿฅ€๐ŸŒน BERSAMBUNG ๐ŸŒท๐Ÿ’๐ŸŒพ๐Ÿ๐ŸŽ‹๐ŸŽ...


...TERIMAKASIH sudah mau mampir ke novel saya ini... saya sangat bersemangat menulis jika para pembaca pun memberikan saya dukungan saya berharap sebagai penulis amatir juga butuh kritikan dari para pembaca setia... Sekali lagi saya mohon maaf jika penulisnya cukup tidak berkenan...


...Sekian dan terimakasih...


...Shalommmm๐Ÿ™ƒ๐Ÿ™‚๐Ÿ˜Šโ˜บโค๐ŸŒน...