
Pagi hari Bagas dan Belinda berangkat kesekolah bersamaan dengan tetangganya yaitu Anggita dan Astrid.
Keempat orang itu berangkat dengan sangat bahagia karena mereka menikmati perjalanan mereka menuju sekolah
" Abang gak usah tebar pesona begitu bang ingat kalau sudah punya PACAR " seru Belinda di belakang punggung Bagas.
" Iya dek iya " seru Bagas sambil fokus ke arah depan dengan motornya.
Astrid juga mendengar perkataan Belinda karena posisi kedua saudari itu berada di samping motor milik Bagas.
" Ingat yank jangan senyum-senyumin cewek lain akh " seru Astrid yang fokus ke depan
" Iya sayangku " seru Bagas tanpa menoleh le samping sebentar
Tak lama mereka pun sampai ke sekolah dengan lancar dan santai.
Keduanya memarkirkan motornya di parkiran bersamaan
" Abang kita berdua masuk dulu ya " seru Belinda sambil berlalu dari hadapan sang abang dan Astrid
" Iya dek semangat ya belajarnya kalian berdua " seru Bagas kepada Belinda dan Anggita
" Oke bang , oke kak Bagas " seru Belinda dan Anggita bersamaan.
" Mereka lucu ya " seru Astrid senang
" Hmmmm " gumam Bagas sambil tersenyum
" Hmmmm muluk aja kamu mah yank " seru Astrid manyun
" Gak usah di manyunin itu " seru Bagas lalu berjalan menuju kelas nya dengan santai meninggalkan Astrid yang masih manyun di parkiran..
Tak lama Astrid menyusul ke dalam kelas.
Banyak mata memandang Bagas terutama fans fanatiknya Bagas yang dominan cewek semua.
" Hai Bagas " seru seseorang kepada Bagas sambil mendekat ke arah Bagas duduk, Astrid sudah klang kabut saat gadis itu mendekat dan menatap pnuh pujaan pada Bagas.
" Akh sial kenapa sih semua cewek juga natapin cowok gue kek begitu akh kesel gue " seru Astrid kesel dalam hatinya.
" Ayang.... " seru seorang gadis dari luar kelas dan berjalan cepat ke arah Bagas lalu...
Bagas dengan cepat mendorong pelan tubuh gadis itu
" Apa-apa ann sih kamu main meluk-meluk saja emangnga kita kenal "seru Bagas sambil berdiri dari tempat duduknya.
" Ish Bagas kok gitu sih... " seru gadis cantik itu.
" Kamu yang kok begitu ngapain di sini " seru Bagas geram, saat itu juga Astrid berdiri dar duduknya dan pergi keluar kelas.
Bagas yang melihat itu segerah mengejar langkah nya Astrid dan happ...
Astrid sudah tak terlihat saat itu juga
Bagas hanya celungak celungujna mencari keberadaan kekasihnya itu, dia pun mencari kekasihnya sampai ke ruang perpustakaan
Namun baru selangkah dia hendak kembali keluar dari ruang baca,,, terdengar suara Bagas yang menggma di seluruh ruangan tersebut.
" Hai " sapa Bagas bada basi
" Gak usah modus " seru Astrid hangvsedamg menatapnya tajam
" Ngapain di sini ? " tanya Astrid sambil ketus.
" Hahahahahaha ya nyariin pacar aku lah " seru Bagas sambi tersenyum
" Emangnya pacar kamu siapa ? " tanya Astrid kesal.
" Ya ini yanv di depan aku " seru Bagas sambil tersenyum bahagia.
" Kirain yang tadi ngentilin kamu itu " seru Astrid sambil tersenyum saat dia sudah membalikan tubuhnya menghadap kedepan dan berjalan menuju kelas mereka.
" Ya enggak lah beb " seru Bagas sambil menatap ke sampingnya
" Kan pacar aku ya kamu " sambung Bagas sambil tersenyum.
" Ya deh aku percaya... " seru Astrid sambil tersenyum bahagia.
" Yaudah kita masuk kelas yuk " ajak Bagas sambil menggandeng lengan Astrid menuju kelas mereka.
...πππ BERSAMBUNG πππ...