
Senin hari pun tiba... Bagas dan Astrid hari ini melangsungkan ujian try out pertama, mereka, dan saat ini keduanya berangkat bersama, sedangkan kelas satu dan dua sudah di liburkan..
Sesampai di sekolah Bagas langsung masuk keruang perpustakaan, membaca buku dengan kacamata tebalnya.
Tak lama dia masuk kedalam kelas sambil menenteng tasnya di,,,
Meskipun dia tak sekelas dengan Astrid tetapi Bagas selalu percaya kepada kekasihnya itu.
Saat ujian di mulai Bagas berdoa dulu lalu mengerjakan ujian nya dengan sangat baik sampai ujian kedua selesai,
Setelah menghabiskan waktu selama 3 jam di dalam kelas baru lah Bagas dan lainnya keluar kelas... Sebelum keluar kelas Bagas membaca buku terlebih dahulu mengoreksi kesalahan nya dalam mengerjakan ujian yang saat ini dia laksanakan...
Setelah itu Bagas keluar dari dalam kelasnya dan pergi menuju kelas Astrid, sesampai di depan klas Astrid, Bagas terpaku dengan apa yang barusan dia lihat.. kekasihnya sedang tertawa dengan seorang pria dan meteka hanya berdua di dalam kelas, Bagas mengambil handphonennya dan memfoto kedua sejoli dalam kelas itu,
" Aku akan balas kamu " gumam Bagas dalam hatinya sambil berlalu meninggalkan kelas Astrid.
Bagas pun pergi ke ke parkiran untuk menjauhkan motornya...
" Nah disini saja " gumam Bagas lalu meletakan motornya di ujung gang kecil agar Astrid mengira Bagas sudah pulang.
Lalu Bagas pun masuk kembali dan menuju ruang perpustakaan kembali,
Di sana Bagas memulai membaca buku tanpa memikirkan perasaan Astrid yang menunggunya.
Sedangkan Astrid baru saja keluar kelas bersama Damar,
" Trid pulang bareng yuk " ajak Damar teman sekelas Astrid.
Astrid menatap parkiran dia tak melihat motor Bagas, lalundia bertanya kepada teman-teman Bagas
" Kalian lihat Bagas tidak ?? " tanya Astrid pada teman sekelasnya Bagas.
" Sudah pulang kayaknya tadi buru-buru deh gak tau kenapa ? " seru Dio teman sekelasnya Bagas.
" Hmmm gitu makasih ya " seru Astrid kecewa lalu pamit,
" Ya udah aku anterin aja gimana ? " seru Damar tak mau kalah.
" Gak apa-apa aku anterin aja ya " seru Damar tak mau menyerah
Dengan terpaksa Astrid menerima tawaran dari Damar untuk diantarnya.
Lalu Damar pun mengantarkan Astrid pulang.
Sedangkan Bagas yang baru saja keluar dari perpustakaan melihat Damar membonceng Astrid dengan motornya, Dia hanya tersenyum saja melihat kepergian Astrid , Lalu tak lama Bagas pun menyusul dengan motornya..
Sepanjang jalan Bagas mengwndarai motornya denvan duduk melamun hingga tiba-tiba dia ampir saja dia menabrak seorang gadis yang sedang menyebrang jalan
" Maaf nona saya tidak sengaja " seru Bagas setelah turun dari motornya dan mendekat ke arah gadis yang terduduk itu
" Gak apa-apa " seru gadia itu sambil hendak berdiri, dan terlihat Bagas kaget begitu pun dengan gadis itu dia juga kaget
" Sherlyana " seru Bagas pelan
" Bagas " seru Sherlyana keduanya menyebutkan nama bersamaan.
" Kamu ngapain bawah motor begitu " tegur Sherlyana pada Bagas
" Gak apa-apaπ " seru Bagas dengan muka datarnya
" Kamu ngapain jalan kaki bukannya kamu bisa di jemput " seru Bagas sambil memakai kembali helmnya
" Aku habis belajar kelompok dengan temanku " seru Sherlyana
" Oh gitu,,, mau bareng aku gak ? " tanya Bagas menawarkan diri
" Pacar kamu gak marah kamu anterin aku " seru Sherlyana
" Enggak kok santai aja yuk buruan naik " seru Bagas memaksa, mau tak mau Sherlyana pun akhirnya menurut dengan Bagas untuk pulang bersama dengan Bagas , Sherlyana tersenyum bahagia di balik punggung Bagas
...π΅π΅π΅ BERSAMBUNG π΅π΅π΅...