Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
ZAURA YANG NEKAT



Zaura menatap kedua sahabatnya itu, lalu dia tersenyum sedangkan, kedua sahabatnya sudah paham, jika Zaura tersenyum begitu maka sahabatnya itu akan berbuat hal gila yang menurut mereka adalah hal gila dan juga nekat dengan tingkah tersebut.


Di sisi Bagas dan Astrid


" Yank kok aku punya filling yang gak baik ya tentang kejadian tadi di kantin " seru Astrid kepada kekasihnya tersebut.


" Yang mungkin itu hanya perasaan kamu saja kalik " seru Bagas sambil tersenyum ke arah Astrid,


" Yank apapun yang terjadi nantinya kita akan tetap bersama ya, dan kalau pun ada kesalah pahaman di antar kita berdua tolong yank ngomong sama aku begitu pun dengan kamu " seru Astrid pada Bagas.


" Iya yank aku juga kita harus saling menguatkan jika badai itu datang, aku yakin sebentar lagi hubungan kita akan di guncang oleh angin badai " seru Bagas tiba-tiba membuat Astrid menatap nya begitu dalam


" Kenapa kamu bicara begitu yank " seru Astrid.


" Enggak tau yank aku pun heran dengan diriku " seru Bagas


" Kamu gak ada niatoan untuk meninggalkan aku " seru Astrid pada Bagas.


" Enggak kok " seru Bagas,


Kedua pasangan itu sedang berada di taman belakan sekolah, setelah dari kantin tadi mereka langsung menuju taman,


" Yank kamu kenapa kok tiba-tiba diam begitu " seru Astrid yang melihat perubahan di wajah Bagas.


" Gak apa-apa kok yank " seru Bagas sambil tersenyum lebar ke arah Astrid.


" Serius kamu gak apa-apa " seru Astrid dan dianggukan kepala oleh Bagas.


" Ya udah kita masuk kelas yuk " ajak Bagas pada Astrid.


Keduanya memasuki kelas masing-masing, karena mereka berdua sudh tak sekelas lagi,


Di kelas Bagas


Zaura dan kedua temannya sedang duduk sambil mengobrol, tak lama Bagas memasuki kelas dengan tatapan datarnya lalu melirik ke arah Zaura yang duduk di kursi sampingnya.


Gadis itu hanya tersenyum melihat ke arah Bagas.


" Hai gue boleh ya duduk di samping lo " seru Zaura pada Bagas sambil tersenyum.


Bagas merasa tidak nyaman dengan keadaan yang seperti saat ini, dia pun berinisiatif untuk keluar kelas saat mendapatkan informasi dari guru bk bahwasannya mereka mengadakan rapat.


" Fano nantik izinin gue ya soalnya gue ada rapat sam pak Amril " seru Bagas pada pemuda yang bernama Fano.


" Oke nantik gue izinin kok " seru Fano pada Bagas.


Setelah itu Bagas pun pergi meninggalkan kelas dan menuju ruang Bk


Di ruang BK


Tok tok tok tok tok


( suara ketukan pintu)


" Masuk Bagas " seru pak Amril dari dalam


" Ada yang bisa saya bantu pak " seru Bagas pada pak Amril dengan sopan


" Begini nak Bagas bapak ada urusan keluar kota selma seminggu bapak memindahkan tugas bapak sama kamu untuk mengurus anak yang nakal itu ya jika mereka bermasalah maka hukum dn skor saja mereka " seru pak Amril pada muridnya tersebut


" Baik Pak saha akan usahakan menjalankan amanah dari bapak " seru Bagas dengan sopan


" Baik lah kalau begitu saya harap kamu bisa mengatasi semuanya " seru pak Amril


" Baik Pak " seru Bagas dengan senyumannya.


" Ya sudah silakan kembali ke dalam kelas " seru pak Amril pada Bagas.


" Baik Pak " seru Bagas dan pamit keluar ruangan pak Amril dan menju kedalam kelasnya.


...πŸŽπŸŽ‹πŸπŸŒΎπŸ’πŸŒ·πŸŒΉπŸ₯€πŸŒ»πŸŒΌπŸŒΈπŸŒΊ...


...ΰΌΆβ€’β”ˆβ”ˆβ›§β”ˆβ™› BERSAMBUNG β™›β”ˆβ›§β”ˆβ”ˆβ€’ΰΌΆ...


...πŸŽπŸŽ‹πŸπŸŒΎπŸ’πŸŒ·πŸŒΉπŸ₯€πŸŒ»πŸŒΌπŸŒΈπŸŒΊ...