
Hari yang kedua keluarga itu rencanakan pun berjalan dengan sangat lancar dan penuh bahagia,
Hari itu juga Bagas dan Astrid akan memulai hubungan yng serius,.
Bagas telah siap dengan pakaian batiknya.
" Mah kita mau kemana sih hari ini? " seru Bagas pada sang mama.
" Kamu ikut aja gak usah banyak tanya" seru sang mama dengan muka datarnya.
" Ish mama kita mau kemana sih? " seru Bagas ngotot
" Udah buruan cepat " seru mama Binaria
Mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan pergi menuju tujuan mereka.
D'caffe Start
" Pah kita tungguin siapa sih " seru Astrid penasaran.
" Kita tungguin teman papa dan keluarganya karena hari ini anaknya dan kamu akan bertunangan.. " seru tuan Joshua membuat Astrid kaget setengah mati.
" Apaaaa?? " kaget Astrid.
" Iya kamu akan bertunangan dengan anak teman papa " seru tuan Joshua.
" Pah mah, kalian kan tau aku sama Bagas itu pacaran kenapa aku bertunangan dengan anak teman papa " seru Astrid kesel dia pu melipat kedua tangannya di dada dengan kesel.
" Kak kakak gak usah khawatir, orang yang akan di jodohkan dengan kakak saat ini tampan dan juga baik bnget di jamin kalau kakak sudah ketemu bakalan bucin habis bisa perluh lepas ya gak kak " seru Anggita sambil menaik turunkan alisnya.
" Gak mungkin " seru Astrid dengan yakin.
" Ya sudah kalau kakak gak mau, aku saja deh yang di jodohkan sama anak teman papa itu, gimana pah mah " seru Anggita dengan bahagia.
" Kalau begitu kamu mau papa gak masalah kok " seru tun Joshua sambil tersenyum.
" Baik lah pah aku mau kok di jodohkan sama dia pah " seru Anggita sambil tersenyum dan melirik sang kakak.
Saat mereka sedang asik berbincang-bincang tak lama terlihat tuan Befandi memasuku caffe.
" Selamat malam tuan Joshua, nyony Wita, " seru tuan Befandi sambil mereka bersalaman
" B3gini tuan Befandi, putri saya Anggita ingin di lamar dengan putra anda Bagas, Kira-kira bagaimana menurut anda " seru tuan Joshua membuat Astrid melotot kepada sang adik.
" Gak boleh " seru Astrid dengan tatapan tajam.
" Lah tadi kakak sendiri yang bolehin aku bertunangan dengan kak Bagas kakak udah nolak loh tadi " seru Anggita.
" Enggak ada, kan aku gak tau kalau yang mau di jodohkan sama kakak itu Bagas " seru Astrid kesel.
" Maaf lama " seru seorang pria yang baru datang.
" Lo yank kamu di sini " seru Bagas kaget
" Kenapa kaget! " seru Astrid dengan tatapan tajam.
" Om tante aku pinjam anak tante sama om bentar " seru Bagas sambil meraih lengan sang kekasih.
Keduanya meninggalkan orang tua mereka, dn berjalan ke arah belakang taman.
" Kenapa? " tanya Bagas.
" Kenapa kamu gak cerita kalau hari ini kita bertunangan, " seru Astrid kepada Bagas.
" Haaa bertunangan? " kaget Bagas dan dianggukan kepala oleh Astrid.
" Aku gak tau lo, kalau hari ini orang tua kita sudah merencanakan pertunanganπ kita " seru Bagas tak percaya.
" Tadi papa sudah mengatakn nya " seru Astrid
" Akh kita ikuti saja keinginan kedua orang tua kita yang terbaik buat kita saja " seru Bagas sambil tersenyum ke arah Astrid.
Mereka pun kembali kedalam caffe dan bergabung bersama keluarga mereka masing-masing untuk menikmati makan malam mereka bersama.
...πΊπΈπΌπ»π₯πΉπ·ππΎπππ...
...ΰΌΆβ’βββ§ββ BERSAMBUNG βββ§βββ’ΰΌΆ...
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...