Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
IX- A



Setahun sudah berlalu hubungan Bagas dan Astrid sudah berjalan dengans sangat baik tanpa orangg ketiga... Saat ini mereka sudah duduk di kelas 9... itu artinya selangkah lagi mereka akan memulai putih abu-abu mereka.


Terlihat banyak siswa dan siswi baru masuk ke sekolah Bagas itu, karena sekolah tersebut adalah salah satu sekolah yang terfavorit di kota Bagas saat ini...


Saat ini terlihat Bagas sedang bersama teman-temannya di lapangan dia sibuk dengan bola basket... banyak adik-adik kelasnya yang menyukai dirinya, hingga terang-terangan mengucapkan cinta di depan Bagas juga Astrid.


Namun keduanya tidak menghiraukan apa yang ada di hadapan mereka.


Karena baginya kebahagiaan kekasihnya adalah nomor satu untuknya.


Semenjak kedua orang tua meteka meberikan lampu hijau buat mereka menjalin hubungan mereka selalu menjaga batasan dalam berpacaran...


Karena mengingat pesan kedua orang tua mereka , keduanya selalu patuh.


" Papa dan mama mengizinkan kalian berpacaran asalkan nilai sekolah kalian tidak terbengkalai, dan tidak turun... kalian harus fokus dengan belajar jangan hanya sibuk dengan pacaran terus " pesan kedua papa mereka saat meminta izin...


Ya Bagas dan Astrid sudah mengetahui siapa orang yang akan di jodohkan dengan dirinya


Dia sangat senang saat mengetahui jika dirinya di jodohkan dengan Astrid kekasihnya itu.


Begitu pun dengan Astrid merasa bahagia bosa bersama orang yang sangat dia cintai sejak kecil.


" Sepulanh sekolah keduanya berjalan-jalan "


" Yank bentar lagi kan kita lulus sekolah kamu ada rencana SMA dimana ? " tanya Astrid yang sedang menyandarkan kepalanya ke bahu Bagas.


" Kalau aku berencana masuk SMA RAJAWALI HIGH SCHOOL " seru Bagas seketika Astrid menatapnya


" Kamu serius mau masuk situ " seru Astrid memastikan


" Iya kenapa ? " tanya Bagas


" Gak apa-apa sih aku juga mau di situ mau bareng sama kamu terus " seru Astrid senang.


" Ya bagus dong aku kan jadi tambah semangat gitu " seru Bagas


" Kamu juga ada yang ngawasin " seru Astrid kepada Bagas


" Ngawasin bagaimana ? " tanya Bagas.


" Ya ngawasin tingkah kamu yang genit itu " seru Astrid sambil menatap tajam ke arah Bagas.


" Aku gak genit yank aku hanya bersikap ramah tama saja kok sama mereka " seru Bagas


" Iya sama saja kamu ngasih kesempatan buat mereka untuk bisa dekat sama kamu " seru Astrid kesel kepada kekasihnya itu


" Iya deh maafin aku kalau kamu merasa tidak nyaman ya selama ini " seru Bagas sambil membelai lembut pipi kekasihnya itu


" Hmmmm " gumam Astrid


" Yaudah kita cari makan yuk aku laper " seru Astrid


" Oke " seru Bagas lalu dia menjalankan motornya menuju warung bakso.


" Ya gak apa-apa lah aku malahan senang kok " seru Astrid sambil tersenyum.


" Akh kamu memang terbaik. " seru Astrid sambil tersenyum menatap ke arah Bagas.


" Bang pesan baksonya 2 ya " seru Bagas saat memasuki warung penjual bakso


" Ahsiap den " seru penjual bakso itu dengan lantang


Bagas dan Astrid langsung duduk dengan tenang di kursi yang kosong.


Tak lama pesanan mereka datang..


" Ini den , neng silakan di nikmati " seru penjual bakso.


" Terimakasih bang " seru keduanya bersamaan


" Sama-sama neng, den " seru penjual bakso ramah lalu berjalan meninggalkan sepasang kekasih remaja itu.


30 menit kemudian berlalu.


" Yank " panggil Astrid tiba-tiba


" Ya kenapa ? " tanya Bagas sambil menatap kekasihnya itu


" Hmmm kita kan gak sekelas ini kamu di kelas ada gak sih yanh deketin kamu ? " tanya Astrid


" Ada banyak malahan " seru Bagas santai


" Kamu serius " seru Astrid gusar


" Iya kenapa emang ? " seru Bagas bertanya.


" Iya aku kan khawatir kalau kamu kecantol sama salah satu teman sekelas kamu " seru Astrid


Ya Bagas dan Astrid tidak sekelas, keduanya berbeda kelas itu lah yang membuat Astrid selalu was was dengan kekasihnya itu


" Lah kamu sendiri kan banyak tuh cowok tampan di kelas kamu apa lagi ada Axel dan Lukas juga kan di sana " seru Bagas santai


" Tapi aku kan pacar kamu bukan pacarnya Lukas atau Axel Bagas... " seru Astrid kesal pada kekasihnya itu


" Ya siapa tau kamu juga suka sama salah satu mereka, secara kan mereka lebih tampan dari aku " seru Bagas santai


" Aku bukan gadis gampangan yang muda berpaling ke pria lain paham kamu " seru Astrid


" Iya deh maaf ,,, yuk kita balik , " seru Bagas sambil berjalan ke arah penjul bakso lalu membayar tagihan makanan mereka.


Setelah itu mereka meninggalkan warung bakso dan pulang kerumah mereka masing-masing untuk beristirahat sejenak.


...🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸...