Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
KELULUSAN BELINDA



1 Tahun Kemudian


Hubungan Bagas dan Astrid sangat langgeng ini saat nya mereka fokus kepelajaran yang begitu rumit, karena Bagas sudah menjabat sebagai ketos, dan tentunya hal itu membuat Astrid semakin posesif dengan Bagas,


Hari genap setahun mereka menjalin hubungan, dan bertepatan dengan kelulusan sang adik. Belinda dan Anggita.


" Adek selamat ya " seru Bagas lalu memeluk sang adik


" Makasih abang " seru Belinda bahagia


" Anggita juga selamat ya " seru Bagas pada adik kekasihnya tersebut.


" Terimakasih calon abang ipar " seru Anggita sambil tersenyum ke arah Bagas.


" Gak usah senyum-senyum " pekik Astrid saat mendapati sang adik tersenyum ke arah tunangannya tersebut.


" Ish dasar posesif " gerutu Anggita pada sang kakak.


" Biarin " seru Astrid


" Ini hadiah dari kakak buat kamu " seru Astrid sambil memberikan sebuah kotak kepada adiknya.


" Dan ini untuk Belinda " seru Astrid sambil memberikan paper bag kepada adiknya Bagas.


" Terimakasih kak " seru kedua gadis yang baru saja lulus SMP itu.


" Sama-sama " seru Astrid sambil tersenyum


" Abang juga punya hadia buat kalian " seru Bagas sambil meraih 2 paper bag yang dia letakan di belakang punggungnya.


" Ini buat Anggi, satunya lagi buat adik abang, semoga berguna " seru Bagas sambil menyerahkan paper bag ke arah kedua gadis itu


" Wah handphone ini untuk Linda bang " seru Belinda bahagia.


" Iya sudah waktunya kamu gunakan handphone itu " seru Bagas sambil tersenyum ke arah sang adik.


" Terimakasih bang " seru Belinda sambil memeluk abangnya tersebut.


Bagas pun bahagia adiknya itu juara umum,


" Jadi udah siap dong ya minggu depan masuk sekolah abang " seru Bagas pada kedua gadis itu.


" Siap dong bang " seru keduanya bersamaan.


" Oke kalian besok sudah bisa siapkan data datanya untuk daftar sekolah biar abang bantuin kalian " seru Bagas dengan yakin


" Emang bisa bang? " tanya Anggita.


" Bisa, tunangan kakak kan ketua OSIS " seru Astrid bangga.


" Wah seriusan kak Bagas ketua OSIS " seru kedua gadis itu di anggukan kepala oleh Bagas dan juga Astrid bersamaan.


" Ya sudah kan tadi sudah foto bareng keluarga sekarang kita foto berempat " seru Bagas sambil mengarahkan layar handphonenya ke arah mereka dan berfoto bersama.


Setelah itu merek pun menikmati makan siang mereka di sebuah warung langganan mereka di sebrang sekolah Belinda dan juga Anggita.


Mereka menikmati makanan pecel lele kesukaan Anggita dan juga Belinda.


Dengan tenang dan damai mereka menikmati hidangan mereka.


Di kota lain


Seorang gadis yang baru saja menerima hasil kelulusannya, baru saja tiba di rumah


" Mah pah kok ini barang-barang kita udah di koper semua " seru gadis itu


" Ayu kamu beres-beres kamar kamu kita hari ini pindah ke luar kota papa sudah mendaftarkan kmu sekolah di SMA RAJAWALI HIGH SCHOOL INTERNASIONAL " seru papanya gadis yang di panggil Ayu, ya Ayu Dewnda sahabat πŸ‘­Belinda sejak sekolah Dasar


" Tapi pah kenapa kita harus pinday ? " tanya Ayu


" Papa sedang mengerjakan proyek nak " seru tuan Hafan pada putrinya tersebut.


" Baik lah " seru Ayu sambil menatap sang mama yang terdiam sambil melanjutkan pekerjaannya.


Ayu pun bersiap membereskan seluruh pakaiannya.


Saat dia memasuki kamar milik nya


Dia raih sebuah figuran samping ranjangnya.


" 3 tahun Lin apakah kamu masih ingat sama aku " seru Ayu


" Aku harap suatu saat kita akan bertemu " seru Ayu sambil memasukan foto tersebut di dalam bajunya,


Di raihnya beberapa bingkai foto bersama Belinda dan memasuki kedalam koper, lalu setelah itu dia berganti baju di kamar mandi, sesaat dia melihat dirinya di cermin, Ayu terpaku dengan sebuah liontin yang dia gunakan di lehernya


" Apakah aku akan bertemu dengan pasangan liontin ini, dia sahabat aku dia orang yang ngertiin aku, aku bosan di bully di hina terus di sekolah apakah aku bisa mendapatkan secercah harapan untuk bisa bahagia " gumam gadis itu sambil terisak


Lalu dia pun terdiam dan menyeka air matanya, dia pun keluar dari kamar mandi dn menuju tempat orang tuanya


Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan rumah tersebut.


" Selamat tinggal kenangan " seru Ayu dalam hati.


Mobil tuan Hafan melaju meninggalkan rumah tersebut.


...πŸŽπŸŽ‹πŸπŸŒΎπŸ’πŸŒ·πŸŒΉπŸ₯€πŸŒ»πŸŒΌπŸŒΈπŸŒΊ...


...β™₯*β™‘βˆž:q.q BERSAMBUNG q.q:βˆžβ™‘*β™₯...


...πŸŽπŸŽ‹πŸπŸŒΎπŸ’πŸŒ·πŸŒΉπŸ₯€πŸŒ»πŸŒΌπŸŒΈπŸŒΊ...