
Sesampainya di rumah sepasang kekasih itu saling tatap.
" Yank nantik malam kita jalan yuk " seru Bagas sambil menatap kekasihnya tersebut
" Oke " seru Astrid sambil tersenyum.
" Ya udah aku masuk dulu ya bye sayank " seru Astrid masuk kedalam rumahnya,
Bagas pun menganggukan kepalanya dan pergi kedepan rumah
" Sore abang ganteng " seru Anggita yang baru keluar dari rumahnya
" Eh Anggita habis ketemu Belinda? " seru Bagas pada adik kekasihnya.
" Iya bang, ya udah pamit ya " seru Anggita dan berlalu menuju rumahnya setelah mendapat anggukan kepala Bagas.
Malam Hari
Bagas dan Astrid pun berpamitan kepada keluarga untuk mengajak Astrid ngedate dan malam mingguan,
Mereka pun pergi dengan sangat bahagia
Terlihat Astrid menikmati waktunya bersama sang kekasihnya itu.
" Sayang aku senang deh kamu ngajakin aku kesini " seru Astrid bahagia saat Bagas membawanya ke taman hiburan.
" Iya yank sama-sama, aku juga senang bisa lihat kamu bahagia bersama dengan aku " seru Bagas bahagia.
" Yuk kita ke pantai " seru Bagas sambil menggandeng tangan Astrid. mereka pun menikmati waktu mereka bersamaan.
" Sayank kamu kenapa tiba-tiba cemberut " seru Bagas setelah mereka selesai bermain di pantai dan saat ini mereka sedang menikmati waktu makan malam mereka.
" Aku mau bicara penting sama kamu tapi hmmm " seru Astrid ragu.
" Kamu mau bicara apa? " seru Bagas kepada Astrid.
" Papa bilang besok ada pertemuan dengan temannya papa jadi aku ikut papa besok, ku gak bisa nemenin kamu latihan basket maaf ya " seru Astrid ragu-ragu.
" Enggak apa-apa " seru Bagas sambil tersenyum.
" Kamu pasti senang kan disana pasti banyak cewek-cewek cantik yang akan godain kamu " seru Astrid merajuk.
" Enggak kok!! masa iya aku harus cemberut denger kamu bicara begitu " seru Bagas.
" Iya kamu pasti senang aku gak ikut " seru Astrid posesif.
" Enggak kok udah ya jangan berpikir macam-macam ingat perkataan sebagian dari doa, jika nantik aku beneran tergoda dengan cewek lain kamu nanggung sendiri loh ya " seru Bagas dengan gaya sok seriusnya.
" Ish tuh kan mulai deh " seru Astrid dengan nada manjanya.
" Tapi yank ku serius nih, seandainya kita tidak berjodoh bagaimana? " seru Bagas serius, Sehingga Astrid menatap nya dengan sangat intens,
" Kenapa begitu, kita kan gak tau takdir kita bagaimana? " seru Bagas
" Jadi kamu berniat mau duain aku gitu " seru Astrid dengan nada marahnya, dan Bagas hanya menanggapi dengan senyuman saja.
" Ya kalau di bolehin sama kamu " seru Bagas sambil menatap Astrid dengan serius.
" Gak....! aku gak akan bolehin kamu ngeduain aku ingat itu awas kamu " seru Astrid sambil menatap tajam ke arah Bagas.
" Iya aku sembunyikan aja gimana! " seru Bagas sambil menaik turunkan alisnya.
" Aku ngambek nih " seru Astrid kesel membuat Bagas gemes dengannya.
" Aduuuhh gemesnya pacar aku ini, " seru Bagas sambil mencubit pipi Astrid.
" Aku serius yank " seru Astrid kesel.
" Masa iya " ledek Bagas.
" Oke oke yuk balik dah malam " seru Bagas sambil menggandeng lengan sangat kekasih.
Sesampai di rumah Bagas di panggil sang papa.
" Bagas, sudah pulang kamu nak " seru tuan Befandi.
" Sudah pah " seru Bagas sambil berjalan ke arah sang mama dan papa nya yang sedang duduk.
" Papa mau bicara sebentar sama kamu " seru tuan Befandi.
" Papa mau bicara apaan? " seru Bagas sambil menatap sang papa.
" Besok ikut papa makan malam ke rumah teman papa ya " seru tuan Befandi sambil menatap dalam ke arah Bagas.
" Tapi pah besok tuh Bagas ada latihan basket pah " seru Bagas sopan.
" Sebentar aja, kalau kamu selesai latihan nantik susul aja ke tempat teman papa buat janji " seru tuan Befandi.
" Baik lah pah kalau begitu " seru Bagas
" Ya udah pah aku ke kamar dulu " seru Bagas berpamitan kepada kedua orang tuanya dan dianggukan kepala oleh kedua orang tua Bagas.
Bagas memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya di sana dia bingung hingga terlelap dalam tidurnya itu.
...πΊπΈπΌπ»π₯πΉπ·ππΎπππ...
...ΰΌΆβ’βββ§ββ BERSAMBUNG βββ§βββ’ΰΌΆ...
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...