
Sepulang sekolah Bagas dan Astrid saling berbicara
" Yank " panggil Bagas saat melihat Astrid cuek aja
" Yank " panggil Bagas lagi.
Astrid menoleh sesaat dan melihat Bagas, Namun dia hanya diam saja.
" Kenapa sih " seru Astrid dengan nada keselnya.
" Kamu marah " tanya Bagas.
" Menurut kamu bagaimana " seru Astrid dengan nada ketusnya.
" Sayang aku gak sengaja nangkap Sellyana dia juga hampir jatuh tadi yaudah aku refleks aja nangkap dia " seru Bagas jujur.
" Kamu iklas gak kalau misalkan tanpa sengaja aku jatuh terus di tangkap sama cowok lain gimana gitu " seru Astrid sambil mendekap kedua tangannya di dada.
" Ya gak iklas lah aku yank " seru Bagas tegas
" Nah itu yang saat ini aku rasakan aku gak iklas pacar aku di peluk cewek lain " seru Astrid dengan wajah keselnya pada Bagas yang sedang menatap wajahnya itu
" Baik lah kalau kamu kesel dan marah sama aku gak apa-apa deh tapi kamu bisa kan kita gak usah bahas lagi masalah ini " seru Bagas sambil tersenyum ke arah Astrid yang menatap nya.
" Hmmmm " dehem Astrid lalu berjalan ke arah parkiran bersama Bagas,
Pria itu hanya mengehela nafas kasar saja.
Sesaat dia naik ke atas motor nya🛵 scoopy miliknya. memasangkan helm ⛑️ di kepala Astrid,.
Astrid melihat ke arah Bagas,
" Kenapa? " seru Astrid tanpa dosa.
" Gak apa-apa " seru Bagas sambil memasang helm ⛑️di kepalanya.
Lalu menyalakan motornya dan pergi meninggalkan sekolah.
Hati Bagas begitu galau mendengar sang kekasih marah dan kesel padanya.
" Lebih baik aku batalkan saja perjodohan ini aku gak mau memaksakan Astrid menikah denganku " gumam Bagas dalam hati sambil mengendarai motornya.
Astrid yang berada di belakang Bagas merasa heran saat melihat punggung Bagas yang tidak biasanya
" Bagas kenapa ya kok tumben diam aja " seru Astrid dalam hatinya sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Bagas.
Bagas kaget sesaat namun tak lama dia hanya menatap sesaat tangan yang sudah melingkar di pinggangnya itu.
Tak lama motor Bagas berhenti di lampu merah🚦dia menatap lurus,.
Tiba-tiba seseorang berhenti tepat di samping motornya dan menyapa dirinya.
" Hai apa kabar?? " sapa seorang gadis sambil membuka helm⛑️ nya.
Bagas dan Astrid sama-sama menoleh ke samping kanan dan melihat seorang gadis yang tersenyum ke arah Bagas.
Sesaat Bagas terdiam lalu dia ikut tersenyum.
" Chelsea Ananta " seru Bagas pelan.
" Yess good " seru gadis bernama Chelsea Ananta tersebut.
" Bagaimana kabarmu " ulang gadis itu.
" Kita kedepan ya itu udah hijau " seru Bagas saat melihat lampu sudah menghijau.
" Baik lah" seru gadis itu sambil tersenyum.
Lalu mereka mengendarai motor mereka ke arah sebuah taman
Sesampainya mereka disana ketiganya masuk dan mengobrol sesaat.
Astrid menyaksikan betapa senangnya kekasihnya itu dengan gadis itu
" Gas aku senang deh bisa ketemu kamu lagi " seru Chelsea sambil reflek memegang kedua tangan Bagas yang terletak di atas meja.
" Hmmmm kangen gimana bukannya sekolah kita dekatan " seru Bagas seraya melepaskan tangannya dari genggaman Chelsea
" Iya kangen saja sih hehehe😃 " seru Chelsea tersenyum lalu pandangan gadis itu menatap ke sebelah Bagas, lalu melirik Bagas seolah bertanya siapa,
Bagas yang paham pun langsung menjelaskan
" Ini Astrid dia... " seru Bagas seraya berpikir lalu Astrid menatap Bagas lalu Chelsea
" Sepupu kamu kan " seru Chelsea menebak.
" Akh bukan Astrid ini hmmm pacar aku iya " seru Bagas sedikit gugup.
Chelsea kaget mendengar penuturan Bagas
" Oh gitu Hai aku Chelsea teman SD nya Bagas " seru Chelsea sambil mengulurkan tangannya ke arah Astrid
" Astrid " seru Astrid menyebut namanya dan menerima uluran tangan Chelsea.
Mereka saling tatap satu sama lain.
Bagas merasa sudah waktunya dia kembali.
" Chel Aku balik dulu ya sampai ketemu kembali " seru Bagas sambil berdiri dari duduknya di ikuti oleh Astrid
" Oh ya aku boleh mintak nomor kamu gak " seru Chelsea sambil mengulurkan handphonenya 📱ke tangan Bagas
" Terimakasih " seru Chelsea bahagia. lalu ketiganya pamit meninggalkan taman tersebut.
Di perjalanan Bagas dan Astrid terdiam.
Tapi tiba-tiba Bagas menghentikan motornya dan melihat ke arah Astrid
" Ada yang mau kamu tanyakan? " seru Bagas menatap Astrid
Astrid menatap kekasihnya sesaat lalu
" Kamu senang bisa bertemu kembali dengan cinta masa kecil kamu " seru Astrid dengan menatap tajam ke arah Bagas.
Bagas sudah menduga hal ini akan terjadi.
" Hmmm " deheman Bagas menjawab pertanyaan Astrid.
" Oh gitu " seru Astrid lalu dia pun mengatakan hal yang membuat Bagas kaget.
" Lebih baik kita backstreet aja " seru Astrid dengan lantang.
Bagas terdiam lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai kerumah
Tak lama Bagas menghentikan motornya tepat di depan rumah Astrid
Bagas menahan tangan Astrid
" Baik lah kalau kamu mau backstreet sama aku gak apa-apa " seru Bagas pasrah lalu melepaskan pegangannya di tangan Astrid sehingga gadis itu melangkah
" Dan kita lebih baik membatalkan perjodohan kita saat ini aku akan bicara kepada kedua orang tuaku " seru Bagas lalu menyalakan motornya dan meninggalkan Astrid yang kaget dengan perkataan Bagas.
Bukan ini yang dia inginkan, Astrid hendak mengejar Bagas namun telat dia sudah lebih dulu masuk kedalam gerbang rumahnya
Astrid masuk kedalam rumah dengan lemas.
Dia masuk kedalam kamarnya dan melihat ke arah kamar Bagas yang juga berhadapan dengan kamarnya.
Dia menangis mengingat perkataan Bagas beberapa menit lalu.
Ini pertama kalinya dia menangis karena perkataan Bagas walau pun dia yang memulai perkataan tentang backstreet tersebut.
Namun tidak sampai membatalkan perjodohan mereka juga.
Dia menatap ke arah kamar Bagas dari balkon kamarnya sesaat dia berpikir apa yang Bagas lakukan.
Malam Harinya
Seperti yang di katakan Bagas kepada Astrid.
Pak Befandi langsung mendatangi kediamannya keluarga Astrid.
Anggita datang kekamar sang kakak untuk memberitahukan kedatangan pak Befandi.
" Kak kakak Astrid " teriak Anggita dari luar kamarnya Astrid
" Apa dek " seru Astrid sambil membuka pintu kamarnya
" Kak au dengar om Befandi membatalkan perjodohan kakak sama abang Bagas emang kenapa kak? " seru Anggita pada sang kakak.
Seketika Astrid menatap adiknya tak percaya.
" Kamu serius dek om Fandi ada di sini " seru Astrid tak percaya.
" Iya kak " seru Anggita sambil menatap kamar kakaknya tersebut
Kau dengan cepat dia berjalan ke arah tangga dan turun ke pantai dasar , dari atas anak tangga Astrid melihat kedatangan Om Befandi.
Dia duduk di samping sang mama sambil menatap Fandi dengan senyumannya
" Malam om " sapa Astrid smbil berdiri dan berjalan ke arah Befandi lalu mencium punggung tangannya Befandi.
Befandi tersenyum lalu mengelus rambut nya Astrid.
" Malam nak " seru Befandi sambil tersenyum
" Jadi jo saya rasa kita memang harus membatalkan perjodohan itu " seru om Befandi membuat Astrid kaget.
" Kenapa begitu pak Befandi? " tanya pak Joshua heran.
" Anak saya Bagas menginginkan biarkan Astrid memilih kebahagiaan nya sendiri " seru Befandi lalu melirik ke arah Astrid yang menunduk.
" Om Astrid hanya bahagia bersama anak om aja " seru Astrid sambil menatap Befandi.
" Bagas menyerah dengan pilihannya " seru pak Befandi.
" Maksud on Bagas mundur om " seru Astrid dan dianggukan kepala oleh Befandi.
" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu " pamit pak Befandi pada keluarga Astrid
" Ya baik Pak Fandi " seru pak Joshua
Befandi pun melangkah menuju rumahnya saat itu juga.
Sesampainya di rumah Fandi langsung menuju kamarnya dan beristirahat.
...🌷💐🌷💐🌷💐🌷💐💐🌷💐🌷💐🌷💐...
...✯¸.•´*¨`*•✿ BERSAMBUNG ✿•*`¨*`•.¸✯...