Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
2 KELUARGA BERKUMPUL



Malam itu keluarga Befandi mengundang keluarga nya Astrid untuk makan malam bersama,


keluarga Befandi dan kedua orang tua Astrid sangat senang melihat kedua anak mereka akur.


Sedangkan sepasang sejoli yang Asik di perbicarakan itu sedang sibuk mempanggang Ayam juga jagung di belakang rumah.


" Abang... " teriak Belinda yang melihat kedua adik kembarnya tersenyum ke arah Bagas yang sejak tadi sibuk mengipas asap api untuk memanggang Ayam...


rupanya si kembar itu mengerjai sang kakak...


" Apa sih dek.. biasanya kamu bisa lo sama Anggita nenangin si kembar " seru Bagas tanpa melihat ke arah sang adik.


" Ish bukan gitu " seru Belinda.


" Aku dengar mama sama papa mau jodohin abang sama anak tetangga sebelah... log " seru Belinda bohong. dia sengaja bicara begitu agar kedua sejoli itu menatap nya, Dan dugaannya tepat sekali.. keduanya menoleh Dan menatap tajam ke arah Belinda yang memasang wajah tak berdosanya.


" Tadi kamu bicara apa dek coba ulangi lagi " seru Bagas kepada sang adik.


" Enggak apa-apa" seru Belinda usil


" Kata Belinda.. abang mau di jodohin om sama tante dengan anak tetangga sebelah " seru Anggita mengulang pembicaraan temannya tersebut.


" Itu gak mungkin kan dek " seru Astrid tak percaya.


Kedua adik nya Bagas dan Astrid tersebut mengangkat kedua bahunya acuh.


" Ish kok gitu sih, gak ya Bagas milik kakak gak Ada yang boleh milikin Bagas selain kakak " seru Astrid sambil cemberut lalu memandang tajam ke arah Bagas yang hanya diam saja.


" Yank kok diam sih " seru Astrid kepada Bagas.


" Lah terus aku harus bilang apa, kalau dia jodoh aku ya mana tau kan " seru Bagas tanpa dosa.


Perkataan Bagas membuat Astrid langsung menghentikan kegiatannya Dan pergi meninggalkan area taman belakang,


" Lah lo mampus lo bang tanggung jawab noh nangis tuh kak Astrid " seru Belinda tanpa dosa.


" Nih lanjutin " seru Bagas pads sang adik yang tertawa berhasil mengerjai sepasang kekasih tersebut.


Keempat orang yang masih berada di dalam rumah hanya bisa menggelengkan kepala saja melihat keusilan anak-anak mereka.


Bagas pun mengejar Astrid sampai ke rumah nya setelah izin dari kedua orang tua Astrid.


" Candaan kamu gak lucu yank bikin aku kaget tau gak, kirain kamu beneran suka sama cewek itu " seru Astrid cemberut.


" Udah donk jangan cemberut gitu nantik cantiknya hilang lo yank sini aku peluk " seru Bagas lalu memeluk erat tubuh Astrid.


" Janji ya jangan tinggalin aku " seru Astrid sambil mengulurkan jari kelingkingnya.


" Iya janji yank " seru Bagas sambil menautkan kedua jari mereka.


Mereka pun baikan dan kembali ke rumah besar Befandi.


" Udah ngambek nya " ledek nyo nya Juwita.


" Ish mama " seru Astrid manja lalu bergelayut manja di lengan Bagas.


" Lama-lama kalian berdua papa nikahin mudah lo nak " seru tuan Joshua.


" Serious om " seru Bagas senang.


" Belajar yang benar dulu.. " seru tuan Befandi.


" Siap kanjeng prabu " seru Bagas sambil hormat ala kerajaan.


Semua pun tergelak dengan tingkah absurd nya Bagas.


Sedangkan yang lain hanya melihat Dan tersenyum saja terutama sang mama binaria yang sejak tadi diam Dan memperhatikan.


" Gimana Bagas udah selesai semua nya " tanya sang mama yang sejak tadi diam


" Sudah donk mah " seru Bagas sambil tersenyum bahagia.


Lalu semua keluarga menikmati Ayam bakar buatan Bagas Dan Astrid vesi cinta keduanya.


Malam itu malam yang bahagia bagi kedua pasangan tersebut.



...🌺🌸🌼🌻πŸ₯€πŸŒΉ BERSAMBUNG πŸŒ·πŸ’πŸŒΎπŸŽ„πŸŒ²πŸŒ³...