Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
JANGAN TINGGALKAN AKU



Astrid


Pagi ini Aku berangkat sekolah sendirian karena Bagas marah banget sama aku perihal Aku bilang backstreet, dia memang mengatakan lebih baik membatalkan perjodohan kami, awalnya Aku gak ngerti maksud dia tapi semalam om Fandi datang kerumah dan membatalkan perjodohan kami, Aku tentu kaget.


Dan pagi ini Aku melihat dia masuk kelas bersama an dengan Adira, setau Aku Bagas sudah lebih dulu berangkat sejak pagi, tapi kenapa dia baru kelihatan.


Sejak kedatangan keduanya banyak sekali yang meledek mereka berdua Ada yang bilang mereka cocok jadi pasangan Ada yang bilang jadian aja, Aku yang mendengar hal itu semakin kesel, Aku kan cemburu,


Bagas hanya diam saja dia tak menanggapi sedikitpun perkataan teman-teman nya, Aku kesel sama dia, sedangkan Adira, akh gadis itu lebih merona lagi wajah nya saat ini, bisa Aku tebak kalau dia juga menaruh perasaan kepada Bagas, ini gak bisa Aku biarkan, Bagas itu hanya untuk Ku bukan yang lainnya.


Saat jam pelajaran berlangsung Aku gak fokus, walau pun aku duduk nya di samping Bagas, tapi aku kok merasa canggung gini asing banget ya.


Rasanya aku pengen hilang aja deh dari bumi ini .


Bagas yang selalu gombalin, bagas yang kadang buat aku tersenyum, Bagas juga yang selalu buat hari Ku berwarna dan dia jug yang membuat aku bersedih saat ini, aku kesel kecewa, sesek dan Aku saat ini, melihat dia sekali pun tak menoleh ke arah Ku ,


Aku bingung semarah itu kah dia pada Ku.


Tapi wajar lah dia marah begitu, pastinya Bagas ngira Aku gak percaya sama dia, Aku tuh bukan nya gak percaya sama dia tapi aku ngerasa gak percaya diri aja,


Saat jam istrahat aku melihat Bagas hendak meninggalkan kelas.


Aku mengikuti nya sehingga aku melihat dirinya sedang memasuki ruangan yang kosong.


Saat aku mendekat seketika langkahku terhenti saat mendengar petikan guitar ku condongkan sedikit wajah ku untuk melihat ke dalam, ternyata Bagas sedang bermain musik alunan lagu itu membuat ku hanyut


Tapi tak berapa lama aku melihat Bagas menghentikan permainannya, aku pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menuju kelas.


Sesampai di kelas aku mengambil catatan dan membacanya.


Lalu sekilas aku menoleh ke arah Bagas yang memasuki kelas.


Dia duduk di samping ku tanpa melirik diriku sama sekali.


" Astaga beginikah rasanya di cuek in " seru aku dalam hati.


Sepulang sekolah aku dan Bagas sama-sama masih di dalam kelas


" Gas " panggil ku pada Bagas


Dia menatapku sesaat lalu dia mengalihkan pandangannya ke luar kelas


" Jangan tinggal kan aku " seru aku pada nya


" Baik lah ayo keluar bersama kamu gak mungkin kan mau tinggal di sini " seru Bagas datar.


Lihat lah cara dia bicara sama menatapku sudah tidak seperti dulu.


" Bukan itu maksud aku.. aku mau kita kamu dan aku lanjutkan perjodohan itu kamu masih mau kan " seru aku pada nya.


Bagas menatapku lalu dia mengusap wajah nya


" Aku gak bisa, aku ingin menjaga perasaan wanita yang saat ini mencintai ku dalam diam " seru Bagas tanpa melihat ke arah ku.


Seketika aku kaget saat mendengar hal itu


" Siapa wanita itu gas... apa aku gak berarti lagi dalam hidup kamu " seru aku pada Bagas yang hampir menangis. aku menahan tangisku saat itu juga.


Bagas menatapku lalu membawaku ke dalam dekapannya.


" Maafkan aku,,, aku tidak ber maksud menyakitimu baik lah aku akan menerimamu kembali tetapi jangan kamu merasa cemburu katakan jika kamu tidak suka paham???!! " seru Bagas pada ku lalu dia memberikan sebuah kecupan di kening ku.


" Pulanglah aku ada latihan basket " seru Bagas sambil merapikan kacamatanya


" Aku akan menunggumu " seru diriku saat itu.


Bagas hanya menganggukan kepalanya lalu aku dan bagas berjalan ke arah lapangan


...╭──────༺♡༻──────╮...


...🌺🌸🌼🌻🥀🌹 BERSAMBUNG 🌷💐🌾🍁🎋...


...╰──────༺♡༻──────╯...