Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
BELINDA & ANGGITA



Seminggu berlalu


Hari ini hari pertama bagi Anggita juga Belinda untuk masuk sma rajawali high school.


Keduanya berjalan menelusuri lorong sekolah bersamaan sambil bergandengan tangan, sedangkan di belakang keduanya sudah berada sangat kakak yang sibuk dengan canda tawa sepasang sejoli.


" Dek ini kelas kalian berdua ya dan ingat semangat terus belajarnya " seru Bagas pada sangat adik


" Oke kak " seru keduanya bersamaan


Setelah itu mereka memasuki kelas baru mereka dengan semangat


Hari pertama di SMA rajawali high school membuat kedua gadis itu semangat dalam belajar mereka berdua juga duduk sebangku tanpa memikirkan apapun merek juga mendapatkan teman baru seperti Sinar, Mentari, Geo, ( pemuda berkacamata ) Mutia, Desi , dan Akbar. ( ketua kelas)


Saat ini mereka telah berada di kantin sekolah dengan 8 personel yang lengkap.


" Teman-teman kita mau makan apa? " tanya Mutia si gadis berambut pendek.


" Bubur " seru Desi.


" Kue lapis " seru Geo


" Bakso " seru Sinar


" Batagor " seru Mentari.


" Astag mana ada di sini batagor teman-teman " seru Akbar pada teman-temannya itu.


" Emang iya " seru Mentari dan di anggukan kepala oleh Akbar.


" Kalau belinda sama anggita mau pesan apa an? " seru Akbar bertanya kepada kedua gadis yang masih berdiam diri


" Nasi goreng aja " seru keduanya bersamanya


" Widiiiwwww kompak ya kek paduan suara " seru Geo pada keduanya.


" Hehehehehe bisa aja " seru keduanya bersamaan kembali.


Setelah itu Geo dan Akbar pun memesan makanan untuk para cewek .


Tak lama Akbar dan Geo pun bergabung bersama para cewek sambil membawakan pesanan para cewek itu.


Mereka menikmati makanan di kantin dengan sangat tenang dan juga damai.


Di sisi lain


Bagas dan Astrid sedang mengawasi kedua adik mereka itu


" Senang deh yang, melihat mereka bisa punya teman baik itu " seru Astrid sambil menatap adiknya juga Belinda


" Iya yah " seru Bagas kepada Astrid.


Saat mereka sedang menikmati waktu di kantin, tiba-tiba terdengar seseorang memainkan gitar dan...


...๐™†๐™š๐™ ๐™–๐™จ๐™ž๐™ ๐˜ฝ๐™–๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ...


...Padamu pemilik hati yang tak pernah ku miliki...


...Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku...


...Engkau aku cinta dengan segenap rasa di hati...


...S'lalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau minta...


...Aku tahu engkau, sebenarnya tahu...


...Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu...


...Kau sembunyikan rasa cintaku...


...Di balik topeng persahabatanmu yang palsu...


...Kau jadikan aku kekasih bayangan...


...Untuk menemani saat kau merasa sepi...


...Mungkin memang benar...


...Cinta itu tak lagi berharga...


...Semua percuma bila engkau tak punya ikatan...


...Aku tahu engkau sebenarnya tahu...


...Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu...


...Kau sembunyikan rasa cintaku...


...Di balik topeng persahabatanmu yang palsu...


...Kau jadikan aku kekasih bayangan...


...Untuk menemani saat kau merasa sepi...


...Bertahun lamanya ku jalani kisah...


...Cinta sendiri...


...Cinta sendiri...


...Ohh...


...Aku tahu engkau sebenarnya tahu...


...Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu...


...Kau sembunyikan rasa cintaku...


...Di balik topeng persahabatanmu yang palsu...


...Kau jadikan aku kekasih bayangan...


...Untuk menemani saat kau merasa sepi...


...Cinta ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช...


Kainara ternyata menyanyikan lagu itu di depan para teman-temannya yang berada di kantin,


suara tepuk tangan pun terdengar begitu riuh


Prok prok prok prok prok ( ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ )


" Yank kayaknya Nara suka deh sama kamu " seru Astrid sambil menatap Bagas dan juga sesekali melirik ke arah Kainara.


" Hmmmm terus aku harus gimana ? " seru Bagas bingung


" Kamu gak mau gitu sama dia " seru Astrid memancing Bagas.


Bagas hendak berdiri namun Astrid menahan lengannya.


" Mau kemana? " tanya Astrid.


Bagas melepaskan tangan Astrid dari tangannya dan berjalan ke arah panggung kantin,


Dia meraih gitar yang di tangannya Kainara, lalu dia mendekat kepada gadis itu dan berbisik, gadis itu pun tersenyum lalu menatap Astrid penuh arti.


Astrid kesel melihat ke arah Bagas yang bernyanyi bersama.


...Seluruh Cinta...


...Menatap kepergian dirimu...


...Menatap menangis sedih tak tertahan...


...Terbayang saat bersama lewati masa terindah...


...Saat kau memelukku tuturkan cinta...


...Kaulah seluruh cinta bagiku...


...Yang selalu menentramkan perasaanku...


...Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya...


...Kau bagaikan nafas ditubuhku...


...Yang sanggup menghidupkan segala gerakku...


...Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama...


...Tak sanggup ku memikirnya lagi...


...Habis separuh nyawaku tangisimu...


...Tiada lagi bait terindah terdengar merdu terucap...


...Merayu menyanjungku tenangkan jiwa...


...Kaulah seluruh cinta bagiku...


...Yang selalu menentramkan perasaanku...


...Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya...


...Kau bagaikan nafas ditubuhku...


...Yang sanggup menghidupkan segala gerakku...


...Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama...


...Karena cinta yang setulus cinta (cintamu)...


...Tiada yang sanggup gantikan dirimu...


...Tiada rasa seindah kasihmu...


...Tiada yang mampu temani diriku oh ho ho...


...Kaulah seluruh cinta bagiku...


...Yang selalu menentramkan perasaanku...


...Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya (ho ho)...


...Kau bagaikan nafas ditubuhku...


...Yang sanggup menghidupkan segala gerakku...


...Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama...


...Kau bagaikan nafas ditubuhku...


...Yang sanggup menghidupkan segala gerakku...


...Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama...


...Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama...


Bagas bernyanyi dengan Kainara dengan menatap Astrid penuh cinta,


Setelah mengakhiri nya dia pun kembali ke tempat duduknya semula tadi.


...๐ŸŽ๐ŸŽ‹๐Ÿ๐ŸŒพ๐Ÿ’๐ŸŒท๐ŸŒน๐Ÿฅ€๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒบ...


...ยปยปโ€”โ€”โ€”โ€”> BERSAMBUNG <โ€”โ€”โ€”โ€”ยซยซ...


...๐ŸŽ๐ŸŽ‹๐Ÿ๐ŸŒพ๐Ÿ’๐ŸŒท๐ŸŒน๐Ÿฅ€๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒบ...