Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
BELINDA & ANGGITA MASUK SMA RAJAWALI HIGH SCHOOL



Sesuai perkataan Bagas, dia akan mendaftarkan kedua gadis itu di sekolahnya, agar Bagas dapat memantau kedua adiknya itu,


Astrid pun setuju dengan rencana Bagas, karena saat ini Belinda dan juga Anggita buka anak SMP lagi jadi Bagas akan semakin menjaga kedua gadis itu semampunya.


Karen bagi Bagas keduanya sangatlah berharga baginya.


Sekolah


" Adek ini sudah selesai semua senin besok kalian sudah bisa melakukan perkenalan sekolah, oke " seru Bagas sambil menyerahkan sebuah map ke tangan Belinda


" Thanks abang " seru Belinda sambil tersenyum bahagia.


Mereka pun berkeliling sekolah dengan Bagas dan juga Astrid mereka ingin adik-adik mereka mengenal lingkungan sekolah mereka nantinya.


" Bang ini ruangan apaan? " tanya Belinda pada abangnya itu


" Ini ruangan musik dek, " seru Bagas sambil membuka ruangan tersebut


" Wah good " seru Belinda kagum


" Bang " panggil Belinda


" Kenapa dek? " seru Bagas menatap heran kepada adiknya.


" Bagaimana kalau kita buat grup band musik bang " usul Belinda


" Setuju bang aku lumayan lo di gitaris Belinda lancar dia pianis " seru Anggita menyetujui ide Belinda


" Boleh juga, mau coba " seru Bagas dan di anggukan kepala oleh keduanya.


Bagas menatap Astrid mereka pun saling tatap dan Astrid yang mengerti pun setuju dia akan ikut vocal bersama Bagas, karena bagi Astrid dia gak akan biarkan Bagas duet dengan gadis lain dia gak akan rela, meskipun itu sahabat nya sendiri Kayla yang menemani Bagas duet dia gak akan rela melihat keduanya bisa berduet di depannya, dan Astrid belajar musik bersama Belinda serta Anggita selama setahun penuh.


Bagas mulai mengikuti instrumen nada lagunya


...Saat Bahagia...


...Saat bahagiaku...


...Duduk berdua denganmu...


...Hanyalah bersamamu...


...Mungkin aku terlanjur...


...Tak sanggup jauh dari dirimu...


...Kuingin engkau s'lalu...


...'Tuk jadi milikku...


...Kuingin engkau selalu bisa...


...Temani diriku...


...Sampai akhir hayatmu...


...Meskipun itu hanya terucap...


...Dari mulutmu...


...Dari dirimu yang terlanjur mampu...


...Bahagiakan aku...


...Hingga ujung waktuku...


...Selalu...


...Seribu jalan pun kunanti...


...Bila berdua dengan dirimu...


...Melangkah bersamamu...


...Kuyakin tak ada satu pun...


...Yang mampu merubah rasaku untukmu...


...Kuingin engkau s'lalu...


...'Tuk jadi milikku...


...Kuingin engkau selalu bisa...


...Temani diriku...


...Sampai akhir hayatmu...


...Meskipun itu hanya terucap...


...Dari mulutmu...


...Dari dirimu yang terlanjur mampu...


...Bahagiakan aku...


...Hingga ujung waktuku...


...Selalu...


...Mungkin aku terlanjur...


...Tak sanggup jauh dari dirimu...


...Kuingin engkau s'lalu...


...'Tuk jadi milikku...


...Kuingin engkau selalu bisa...


...Temani diriku...


...Sampai akhir hayatmu...


...Meskipun itu hanya terucap...


...Dari mulutmu...


...Dari dirimu yang terlanjur mampu...


...Bahagiakan aku...


...Hingga ujung waktuku...


...Selalu...


Bagas dan Astrid bernyanyi bersama sampai lagu terakhir.


Setelah itu mereka pun keluar dari ruang musik.


" Bang aku gak sabar deh sekolah di sini " seru Belinda


" Sudah lah yuk kantin " seru Bagas sambil menggandeng Astrid ke arah kantin bersama kedua gadis itu.


Sesampai di kantin banyak pasangan mata menatap ke arah mereka.


" Wish... ada adek cantik ini siapa Gas? x" seru Berfan kepada Bagas teman satu tim basket dengannya.


" Adek-adek gue ini awas lo pada jangan ganggu " seru Bagas menegaskan kepada teman-teman nya tersebut.


" Siap bos " seru temannya Bagas bersamaan.


Setelah itu mereka pun menikmati makan di kantin.


...πŸŽπŸŽ‹πŸπŸŒΎπŸ’πŸŒ·πŸŒΉπŸ₯€πŸŒ»πŸŒΌπŸŒΈπŸŒΊ...


...━━━━━━ BERSAMBUNG ━━━━━━...


...πŸŽπŸŽ‹πŸπŸŒΎπŸ’πŸŒ·πŸŒΉπŸ₯€πŸŒ»πŸŒΌπŸŒΈπŸŒΊ...