
Setelah mengantarkan Astrid pulang kerumah nya keduanya sempat beradu argumen
" Gas, hmmm bisa kan hubungan kita ini teman-teman gak ada yang tau dulu aku gak mau ada teman-teman kita yang tau masalah hubungan kita " seru Astrid kepada Bagas.
" Kenapa begitu sih kamu gak mau hubungan kita ada yang tau " seru Bagas
" Bukan begitu aku hanya ingin kita jalani berdua saja tanpa teman-teman kita tau hubungan kita. " seru Astrid.
" Jadi maksud kamu kita backstreet gitu " seru Bagas dan dianggukan kepala oleh Astrid
" Hmmmm baik lah aku ngalah deh sama apa yang kamu inginkan." seru Bagas mengalah.
" Makasih ya pacarku " seru Astrid sambil tersenyum tulus
" Hmmmm " gumam Bagas sambil menyalakan motornya
" Aku pamit dulu ya kamu masuk dala gih " seru Bagas
" Iya hati-hati " seru Astrid menrasa kekasihnya itu bersikap dingin tiba-tiba
" Hmmmmm " gumam Bagas lalu pergi tanpa menatap kekasihnya itu.
Sesampai di rumah dia pun bercerita dengan mamanya
" Lo kamu baru nyampai sayang " seru mama Binaria kepada putranya itu
" Iya mah aku baru jadian sama Astrid." seru Bagas
" Kamu serius " seru mama Binaria kaget
" Iya mah " seru Bagas sambil menatap sang mama.
" Nak kamu tau kalian masih sekolah dan masih sekolah menengah pertama, mama khawatir hubungan kalian ini banya sekedar cinta monyet saja nak " seru mama Binaria
" Mudah-mudahan aku bisa jaga hubungan aku dengan Astrid mah " seru Bagas
" Bukan itu masalahnya tapi kalau kamu sudah ambil keputusan seperti itu ya mau gimana lagi, tapi jadikan lah hubungan kalian ini sebagai penyemangat belajar kalian bukan penurunan nilai kalian, kalau ada masalah alangkah baiknya di bicarakan terlebih dahulu " seru mama Binaria.
" Bagas paham Mah, tapi Astrid mintak hubungan kami tidak di ketahui oleh teman-teman mah " seru Bagas
" Baik lah mah terimakasih atas nasehatnya " seru Bagas sambil tersenyum hangat kepada sang mama.
" Yaudah sana mandi sudah itu makan "seru mama Binaria dan diikut oleh Bagas,
Bagas pun meninggalkan sang mama sendirian di ruang keluarga dan dia langsung menuju kamarnya untuk mandi membersihkan dirinya.
Sedangkan di rumah Astrid dia sangat bahagia sekali
" Alh akhirnya aku gak jomblo lagi, hmmmm aku senang akhirnya cintaku terbalaskan " gumam Astrid pelan
" Aku gak tau hubungan kami bisa berlanjut sampai jenjang SMA atau justru berkahir ketika lulus SMP nantik akh aku jalanin saja dulu yang penting kami seiman " gumam Astrid senang.
Namun seketika senyuman di wajah Astrid tiba-tiba sirna saat mengingat obrolan mereka tadi, Astrid meminta hubungan mereka tidak di ketahui oleh orang lain itu yang membuat dia berpikir
" Apa aku salah kalau hubungan aku dengan Bagas di sembunyikan " gumam Astrid dalam hati, sejenak dia berpikir namun tiba-tiba dia teringat perkataan temannya
" *Hubungan gue dengan cowok gue kandas gitu aja " seru salah satu teman Astrid kala itu
" Lo pacaran kok kita gak tau " seru teman Astrid yang lainnya
" Ya gue backstreet sama cowok gue dan akhirnya kandas juga " seru temannya tadi
" Makanya kalau punya cowok itu ya diakui bukannya di sembunyikan jadinya kan kek begini gak dianggap sama doi " seru teman Astrid
" Hmmm " gumam teman nya tadi*.
Seketika Astrid tersadar saat sudah melihat sang mama berada di depannya saat ini
" Ayo lagi lamunin apaaan hmmmm " seru mama Astrid bernama Luciana Asrina
" Gak apa-apa kok mah yaudah aku masuk kamar dulu ya mah " pamit Astrid kepada sang mama.
Astrid pun pergi meninggalkan sang mama dan memasuki kamanrya untuk beristirahat sejenak dalam meditasi hati, jiwa dan pikirannya untuk sesaat.
...πππ BERSAMBUNG πππ...