Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
KELUARGA BAHAGIA



Hari sabtu menjadi hari yang di tunggu oleh keluarga besar Befandi untuk sekedar berkumpul.


" Wah abang semakin tampan saja " seru Belinda sambil tersenyum.


" Iya dong " seru Bagas percaya diri


" Mama rasa kamu harus banyak mempelajari bisnis keluarga dari sekarang nak " seru mama Binaria.


" Iya mah " seru Bagas menurut


" Bang gak pergi jalan-jalan bang sama kak Astrid " seru Belinda sambil tersenyum


" Malas " seru Bagas datar.


" Malas apa lagi brantem " seru Belinda usil.


" Berisik kamu dek " seru Bagas.


" Hahahahhahah " tawa Belinda begitu keras.


" Ish jadi pacar tuh lo harus nya gentleman dong seru Prita sang sepupu.


" Diem deh lo " seru Bagas sewot


" Yeee di kasih tau malah sewot lo " seru Prita kesel.


" Hahaha hahahaha๐Ÿ˜†๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜€ " tawa Belinda sambil memegang perutnya.


" Pah mah,, Bagas pamit dulu mau jalan sama Astrid " seru Bagas sambil berdiri dari duduk nya


" Kamu sudah baik an sama Astrid " seru tuan Befandi sambil menatap putranya.


Perktatan tuan Befandi membuat Prita dan Belinda saling natap


" Nah ketahuan kan berantem " seru Belinda


" Udah pah, ya udah Bagas mau siap dulu " seru Bagas pada kedua orang tuanya lalu pergi menaiki tangga dan berjala menuju kamar nya.


20 menit Baga baru keluar dari dalam kamar dan saat hendak turun tangga dia melihat kedua Nenek dan kakek nya hendak menuruni anak tangga.


" Opah, Omah siang " sapa Bagas pada kedua orang sepuh itu


" Oh cucuk kakek dan Nenek udah rapi aja, mau ngedate ya " seru Kakek Ardyanto


" Iya Opah " seru Bagas malu-malu.


" Ya sudah jagain anak orang paham " seru Opah Ardyanto


" Iya Opah , Bagas pamit ya Salam " seru Bagas sambil mencium tangan kedua sepuh itu.


" Hati-hati ya nak " seru Nenek Alwiyah.


Setelah Bagas berpamitan kepada keluarga nya di pun menyalakan motor nya dan pergi


Sesampai di depan rumah Astrid Bagas, melihat tuan Joshua sedang duduk di teras depan rumah sambil membaca koran


" Siang om Jos " seru Bagas sambil mencium tangan tuan Joshua


" Eh calon mantu " seru tuan Joshua pada Bagas


" Mau pada jalan ya " seru tuan Joshua


" Iya om " seru Bagas sambil tersenyum


Tuan Joshua melipat koran nya dan menatap ke arah Bagas.


" Nak Bagas om boleh bicara " seru tuan Joshua pada Bagas


" Slilakan om " seru Bagas sambil tersenyum hang at.


" Om titipkan Astrid sama kamu, tolong bahagia kan dia selagi kamu dan anak om berpacaran jaga batasan kalin dan om sangat percaya sama kamu tolong jangan rusak kepercayaan om ke kamu nak ya " seru tuan Joshua pada Bagas dengan tegas


" Iya om Bagas akan usahakan men bahagia kan Astrid selagi Astrid bersama Bagas, Bagas janji om " seru Bagas tegas


" Om percaya " seru tuan Joshua sambil menepuk bahu Bagas dengan lembut.


Saat keduanya berbincang terlihat Nyonya Juwita sedang keluar dan melihat adanya calon mantu nya itu


" Eh Ada nak Bagas udah lama nak " seru Nyonya Juwita.


" Baru aja tante, Astrid mana tan? " seru Bagas bertanya.


" Bentar ya tante panggilin " seru nyonya Juwota sambil berdiri dari duduknya dan berjalan masuk kedalam rumah untuk memberitahukan keberadaan Bagas saat ini kepada putrinya.


Tak lama Astrid keluar dengan penampilan yang sangat cantik, lalu keduanya pun berpamitan untuk jalan.


" Kamu cantik " bisik Bagas pelan pada Astrid sambil memasangkan helmnya Astrid


" Makasih " seru Astrid bahagia karena pertama kalinya Bagas memujinya.


" Kita mau kemana sih ? tanya Astrid penasaran.


" Malam mingguan " seru Bagas, setelah mengatakan hal itu sesaat terdiam sejenak, di atas motor.


Mereka akan berjalan- jalan berdua menikmati hari weekend keduanya dengan sangat bahagia sekali bagi Astrid dan Bagas saat itu juga


...โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€เผบโ™กเผปโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ...


...๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿฅ€๐ŸŒน BERSAMBUNG ๐ŸŒท๐Ÿ’๐ŸŒพ๐Ÿ๐ŸŽ‹๐ŸŽ...


...โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€เผบโ™กเผปโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ...