Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
CEMBURU



Pagi Hari Belinda dan Bagas sudah bersiap pergi ke sekokah bersama.


" Abang buruan " seru Belinda sambil berteriak dari luar rumah.


Saat Belinda kekuar rumah seseorang memanggil namanya.


" Lindaaaa " teriak seorang gadis


" Anggiii apa ??? " seru Belinda kepada tetangganya itu yang tak lain tak bukan adiknya Astrid.


" Mau berangkat ? " tanya Anggi saat Belinda sudah keluar pagar


" Yesss " seru Belinda


Tak lama Bagas datang dengan motornya.


" Dek buruan naik " seru Bagas bersamaan Astrid juga baru keluar dari dalam rumah , dia melihat Bagas yang sudah akan berangkat akhirnya Astrid pun menyusul keduanya.


Tak jauh dari itu Astrid sudah berada di samping motor milik Bagas


" Pagi " sapa Astrid terlebih dahulu


" Pagi juga kak " seru Belinda , Bagas tak menjawab dia hanya berdehem pelan saja karena dia fokus ke depan


Astrid merasa di acuhkan oleh kekasihnya yang baru sehari menyatakan perasaan kepadanya itu.


Astrid pun diam sejenak lalu menatap lurus sambil fokus mengemudikan motornya


Sesampai di sekolah keduanya memarkirkan motor mereka di parkiran sekolah, bersamaan dengan kedatangan Reyna dan teman-temannya


" Pagi Bagas " sapa Reyna sambil tersenyum , namun tak di balas oleh Bagas dia hanya menampilkan wajah datarnya saja, lalu masuk kedalam kelas bersama Astrid yang sudah lebih dulu jalan ke depan bersama adiknya.


Reyna memandang sendu ke arah punggung Bagas, lalu Reyna berjalan menuju kelasnya bersama teman-temannya,


Astrid yang melihat itu merasa jengkel juva cemburu


" Apa-apaann begituan baru juga kemaren nembaknya malah udah begitu aja sih dia " gerutu Astrid dalam hati sebel.


Reyna hanya melihat saja tanpa protes kepada Bagas.


Bagas hanya menatap ke arah Astrid yang cuek, dengan sengaja Bagas bertanya kepada salah satu gadis yang bernama Winda itu


" Kamu sudah punya pacar belum ??? " tanya Bagas dengan nada tingginya agar terdengar oleh Astrid dan benar saja Astrid menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.


" Belum Gas, emang kebapa bagas mau jadi pacar nya aku " seru gadis bernama Winda itu


" Bukan begitu nantik kalau kamu ngasih beginian sama aku takutnya ada yang marah terus salah paham ya nantiknya aku diajak jotos sama pacar kalian gitu " seru Bagas sambil melirik ke arah Reyna , Bagas memang menyindir Reyna agar dia sadar status nya itu


" Enggak kok aku singgle dan bagas juga singgle gimana kalau bagas dan Winda jadian saja " seru Winda membuat Astrid melihat langsung ke arah Winda dengan tatapan tajam nya itu


Bagas yang mendengar penuturan dari temannya tersebut hanya mengulas senyum Namum dengan refleks tangannya mengacak-acak rambut Winda dengan gemes nya


" Lucu sekali sih kamu " seru Bagas lalu mencubit pelan pii chubby nya Winda tentu hal itu membuat Astrid terbakar api cemburu lantaran sikap Bagas yang lembut kepada gadis lain.


Hal yang sama juga di rasakan oleh Reyna yang menatap keduanya begitu mesra.


" Udah gas jadian aja " seru salah satu teman sekali Bagas


" Iya gas jadian aja gih " seru yang lainnya namun, Bagas hanya tersenyum saja saat mendengar hal itu.


Tak lama bel jam pelajaran pertama berbunyi dan guru pun masuk kedalam kelas mereka untuk memulai pelajaran mereka, dengan santai Bagas mendengarkan penjelasan sang guru di depan.


...🌸🌸🌸 BERSAMBUNG🌸🌸🌸...